Kegiatan ABI
Muslimah ABI Jatim Ajak Perempuan Berdamai dengan Diri, Bertumbuh, dan Berdampak

Bangil, 26 Oktober 2026 — Berdamai dengan diri bukan berarti membenarkan kesalahan atau menghapus pengalaman menyakitkan, melainkan menerima kenyataan, mengelola pergulatan batin, dan terus memperbaiki diri. Pesan tersebut mengemuka dalam webinar kesehatan mental bertema “Berdamai dengan Diri, Bertumbuh dan Berdampak” yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Muslimah Ahlulbait Indonesia (Pimwil Muslimah ABI) Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026).
Baca juga: Belajar tentang Cinta dan Kesabaran dari Kunjungan Muslimah ABI Jember ke SLB C TPA
Berlangsung melalui Zoom Meeting pukul 19.15–21.15 WIB, webinar ini menghadirkan dua narasumber, yakni dr. Kamila A., Sp.KJ., psikiater yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kota Surabaya, dan Dr. Asriana Kibtiyah, M.Si., dosen psikologi pendidikan sekaligus trainer.
Diikuti puluhan kader Muslimah ABI, kegiatan ini mengangkat pentingnya kesehatan mental dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh setiap 10 Oktober. Webinar tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Milad Sayyidah Zainab a.s., cucu Rasulullah SAW., yang dikenal karena keteguhan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Refleksi tentang kepedulian terhadap sesama turut mewarnai kegiatan yang juga dikaitkan dengan peringatan Hari Perawat.
Berdamai dengan Diri, Memahami Emosi dan Respons Tubuh
Dalam pemaparannya, dr. Kamila A., Sp.KJ. mengulas pentingnya berdamai dengan diri melalui perspektif neurosains, endokrinologi, dan psikiatri. Ia menjelaskan keterkaitan stres dengan respons otak dan hormon, serta memperkenalkan neuroplastisitas, yakni kemampuan otak beradaptasi melalui pengalaman dan pembelajaran.
Pemahaman mengenai respons tubuh terhadap stres dapat membantu seseorang mengenali kondisi emosional sekaligus membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan mental.
Sejumlah langkah yang disarankan meliputi latihan relaksasi, meditasi, olahraga, tidur yang cukup, menjaga asupan nutrisi, mengenali emosi, dan mengelola pemicu stres. Ia juga menyoroti bahwa berbuat baik kepada sesama dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan emosional.
Upaya menjaga kesehatan mental, dengan demikian, tidak hanya berkaitan dengan cara seseorang memperlakukan dirinya sendiri, tetapi juga bagaimana ia membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan sekitarnya.
Baca juga: Muslimah ABI Kota Malang Gaungkan Salam Inklusi, Akses Pendidikan bagi Anak Disabilitas Jadi Sorotan
Menerima Diri Tanpa Berhenti Bertumbuh
Dari perspektif psikologi, Dr. Asriana Kibtiyah, M.Si. menjelaskan bahwa berdamai dengan diri berarti menerima diri secara realistis, mengolah pengalaman menyakitkan, mengurangi konflik batin, dan terus bertumbuh berdasarkan nilai-nilai yang diyakini.
Penerimaan diri bukan bentuk kepasrahan terhadap keadaan. Sebaliknya, sikap ini menjadi landasan untuk memahami pengalaman, mengenali keterbatasan, dan menentukan langkah perbaikan secara lebih jernih.
Beberapa pendekatan yang dibahas meliputi self-compassion atau sikap penuh welas asih terhadap diri sendiri, menemukan makna dari pengalaman, mengubah sudut pandang (reframing), serta menguji pemikiran yang tidak realistis.
Dalam perspektif Islam, berdamai dengan diri juga berkaitan dengan penerimaan diri, harapan terhadap rahmat Allah SWT., upaya menenangkan hati, dan komitmen memperbaiki diri.
Berdamai dengan diri bukan berarti berhenti mengevaluasi kesalahan atau menghindari tanggung jawab. Penerimaan justru dapat menjadi pijakan untuk belajar dari pengalaman, melepaskan penilaian negatif yang tidak konstruktif, dan melanjutkan ikhtiar menjadi lebih baik.
Keteguhan, Kepedulian, dan Kebermanfaatan
Nilai-nilai tersebut menemukan relevansinya dalam keteladanan Sayyidah Zainab a.s., figur perempuan dalam sejarah Islam yang dikenal karena keteguhan, kepedulian, dan keberaniannya menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Baca juga: Ustadz Husein Shahab: Pentingnya Mempelajari Kehidupan Sayyidah Fatimah Zahra
Rangkaian kegiatan dipandu oleh pembawa acara Zainab Azzahra, yang membuka acara dengan pengenalan keteladanan Sayyidah Zainab a.s. Kegiatan juga diisi dengan doa dan ziarah untuk mengenang Sayyidah Fatimah a.s. bertepatan dengan peringatan syahadah beliau.
Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Muslimah ABI Wilayah Jawa Timur, Ustadzah Aminah Yahya, sebelum memasuki sesi materi yang dimoderatori Ustadzah Rabiah Adawiyah.
Melalui webinar ini, Muslimah ABI Jawa Timur berharap para kader semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari pengembangan diri sekaligus upaya menebarkan manfaat bagi sesama.
Akhirnya, bertumbuh bukan hanya tentang kemampuan menghadapi pergulatan diri, tetapi juga tentang bagaimana pengalaman membentuk empati, memperkuat kepedulian, dan mendorong seseorang berkontribusi bagi lingkungannya. Berdamai dengan diri menjadi bagian dari perjalanan tersebut: menerima diri dengan jujur, terus memperbaiki diri, dan menghadirkan kebaikan dalam kehidupan. []
Baca juga: Muslimah ABI Kabupaten Blitar Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Berkebutuhan Khusus







