Kegiatan ABI
Dari YPAC, Muslimah ABI Surabaya Memetik Pelajaran tentang Pendidikan yang Memanusiakan

Surabaya, 24 Oktober 2026 – Keteladanan Sayyidah Zainab s.a, tentang keteguhan, keberanian, dan kepedulian terhadap sesama menjadi inspirasi bagi Pimpinan Cabang Muslimah Ahlulbait Indonesia (Pimcab Muslimah ABI) Kota Surabaya dalam menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan melalui pendidikan. Semangat tersebut diwujudkan melalui kunjungan edukatif ke Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Semolowaru, Surabaya, pada Rabu (21/10/2026).
Baca juga: Muslimah ABI Kabupaten Pasuruan Dukung Karya Penyandang Disabilitas di UPT RSBD
Kunjungan yang berlangsung pukul 10.00–11.30 WIB ini tidak hanya menjadi sarana mengenalkan sosok Sayyidah Zainab s.a, cucu Rasulullah SAW, kepada anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), tetapi juga ruang belajar bagi Muslimah ABI untuk memahami pendidikan yang bertumpu pada kesabaran, kepekaan, dan kasih sayang.
Rombongan dipimpin Ketua Pimpinan Cabang (Pimcab) Muslimah ABI Kota Surabaya, Sukainah, didampingi Wakil Ketua Fauziah Albarr dan jajaran pengurus lainnya. Kehadiran mereka disambut Kepala Sekolah YPAC, Isrumillah, S.Pd., M.M., bersama para guru.
YPAC Semolowaru memiliki sejumlah layanan, meliputi panti, Sekolah Luar Biasa (SLB), dan klinik yang berada di gedung berbeda. Dalam kunjungan ini, rombongan berinteraksi dengan lingkungan sekolah, tempat para siswa memperoleh pendidikan dan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing.
Sebanyak 30 siswa ABK dan 15 guru mengikuti kegiatan yang berlangsung bersahabat tersebut. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan Ketua Pimcab serta Kepala Sekolah YPAC, dilanjutkan penyampaian materi tentang kehidupan dan keteladanan Sayyidah Zainab s.a, kemudian ditutup dengan doa. Para siswa menyambut rombongan dengan ramah dan menunjukkan respons positif selama kegiatan.
Baca juga: Muslimah ABI Jepara Ikut “Ngopeni Sing Ora Kopen” di RPS DM Waluyotomo

Muslimah ABI Surabaya mengunjungi YPAC Semolowaru untuk mengenalkan keteladanan Sayyidah Zainab a.s, sekaligus memetik pelajaran tentang pendidikan yang memanusiakan.
Pendidikan yang Menuntut Kesabaran dan Kepekaan
Di luar penyampaian materi, kunjungan ini menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan keseharian dunia pendidikan. Rombongan Muslimah ABI berkesempatan mendengarkan langsung pengalaman para guru dalam mendampingi anak-anak dengan karakteristik dan kebutuhan yang beragam.
Para guru berbagi pengalaman mengenai tantangan mendidik ABK, yang menuntut kesabaran, kepekaan, serta kemampuan memahami karakter setiap anak. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kondisi, potensi, dan kebutuhan peserta didik.
Pemahaman ini sejalan dengan pembelajaran dalam pelatihan guru Madrasah Diniyah (Madin), bahwa mendidik bukan hanya soal menyampaikan pengetahuan, melainkan juga membangun pendekatan yang manusiawi agar setiap anak memperoleh ruang untuk berkembang sesuai potensinya.
Baca juga: Muslimah ABI Kota Pasuruan Ajak Siswa SLBN 1 Teladani Sayyidah Zainab
Dalam refleksinya, Sukainah menekankan pentingnya memahami keunikan setiap peserta didik.
“Setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, seorang pendidik perlu mengajar dengan hati, mengenali karakter anak didiknya, dan menemukan pendekatan yang tepat agar mereka dapat berkembang sesuai potensinya.”

Kunjungan Muslimah ABI Surabaya ke YPAC menjadi ruang belajar tentang kesabaran, kepekaan, dan kasih sayang dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus.
Merawat Keteladanan melalui Kepedulian Nyata
Kunjungan tersebut menjadi ruang belajar bersama antara Muslimah ABI dan para pendidik YPAC. Jika Muslimah ABI hadir membawa kisah keteguhan dan keberanian Sayyidah Zainab s.a,, pengalaman para guru menghadirkan pelajaran nyata tentang arti kesabaran, ketulusan, dan kasih sayang dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.
Muslimah ABI Kota Surabaya berharap silaturahmi dengan YPAC dapat terus terjalin dan membuka peluang kerja sama di bidang sosial dan pendidikan. Melalui kegiatan ini, keteladanan Sayyidah Zainab s.a, diharapkan tidak berhenti sebagai kisah yang dikenang, tetapi tumbuh menjadi kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat. []
Baca juga: Muslimah ABI Bondowoso Kenalkan Keteladanan Sayyidah Zainab kepada Siswa SMALB







