Kegiatan ABI
ABI Responsif Gelar Diklatsar Perdana Perempuan, Siapkan Kader Tangguh untuk Misi Kemanusiaan

Bogor, 1 Juli 2026 — ABI Responsif resmi memulai langkah baru dalam penguatan kapasitas relawan perempuan melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) I Perempuan. Program kaderisasi perdana ini dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pembina ABI Responsif, Ustadz Zahir Yahya, dalam upacara pembukaan yang berlangsung di Parung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Diklatsar tersebut menjadi ikhtiar strategis organisasi untuk menyiapkan personel perempuan yang profesional, tangguh, dan siap menjalankan berbagai misi kemanusiaan di tengah masyarakat.

Sebanyak 21 peserta dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah mengikuti Diklatsar I Perempuan ABI Responsif untuk memperkuat kapasitas relawan perempuan di bidang sosial dan kebencanaan. (Dok. ABI)
Baca juga: Ketua Dewan Pakar ABI: Nilai-Nilai Ahlul Bait Harus Menjadi Budaya Organisasi
Panitia penyelenggara kepada Media ABI menjelaskan, Diklatsar pertama ini diikuti oleh 21 peserta yang berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah. Rangkaian kegiatan diawali dengan latihan baris-berbaris sebagai bagian dari pembentukan disiplin, kemudian dilanjutkan dengan upacara pembukaan yang menandai dimulainya pelatihan intensif selama lima hari.
Selama pelatihan, para peserta akan mengikuti pembelajaran di kelas yang dipadukan dengan praktik lapangan. Metode tersebut dirancang agar setiap materi tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mampu diterapkan secara nyata dalam penanganan berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.
Menurut panitia, penyelenggaraan Diklatsar I Perempuan merupakan bagian dari upaya ABI Responsif membangun sumber daya manusia perempuan yang memiliki kompetensi, kesiapsiagaan, serta kemampuan bekerja dalam situasi darurat maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Diklatsar ini diharapkan melahirkan personel perempuan ABI Responsif yang memiliki kapasitas untuk menjalankan berbagai tugas kemanusiaan, khususnya yang membutuhkan sentuhan dan peran perempuan,” ujar panitia.

Ustadz Zahir Yahya membuka Diklatsar I Perempuan ABI Responsif yang memadukan pembelajaran kelas dan praktik lapangan guna mencetak relawan perempuan yang siap mengabdi. (Dok. ABI)
Baca juga: Ketua Dewan Penasehat ABI: Dakwah Institusional Menjadi Fondasi Membangun Peradaban
Ruang pengabdian tersebut meliputi layanan dukungan psikososial dan trauma healing bagi penyintas bencana, pendampingan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan, serta berbagai pelayanan sosial yang membutuhkan pendekatan empatik dan profesional. Kehadiran personel perempuan yang terlatih dinilai menjadi kebutuhan penting dalam menghadirkan layanan kemanusiaan yang lebih efektif dan berperspektif perlindungan.
Selain membekali peserta dengan keterampilan teknis, Diklatsar juga diarahkan untuk membangun karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kemampuan bekerja dalam tim, serta semangat pengabdian. Perpaduan antara pembelajaran kelas dan latihan lapangan diharapkan mampu membentuk kader yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Penyelenggaraan Diklatsar I Perempuan menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengembangan ABI Responsif. Melalui program ini, organisasi menegaskan komitmennya untuk memperluas partisipasi perempuan dalam pelayanan sosial, kebencanaan, dan kemanusiaan, sekaligus menghadirkan kader-kader yang siap mengabdi dengan profesionalisme, kepedulian, dan nilai-nilai kemanusiaan. []
Baca juga: Ketua Dewan Syura ABI: Regenerasi Berkualitas Menjadi Kunci Masa Depan Organisasi







