Kegiatan ABI
Muslimah ABI Kota Malang Gaungkan Salam Inklusi, Akses Pendidikan bagi Anak Disabilitas Jadi Sorotan

Malang, 26 Oktober 2026 — Semangat kesetaraan dan kepedulian terhadap anak penyandang disabilitas menjadi pesan utama kunjungan sosial Pimpinan Cabang (Pimcab) Muslimah Ahlulbait Indonesia (ABI) Kota Malang dalam rangka memperingati Milad Sayyidah Zainab s.a., Jumat (23/10/2026). Mengusung tema “Aku, Kamu, Kita Setara”, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan ruang edukasi dan berbagi, tetapi juga mengangkat tantangan akses pendidikan inklusif yang masih dihadapi sejumlah keluarga.
Baca juga: Muslimah ABI Kabupaten Blitar Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Berkebutuhan Khusus
Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00 WIB di Aula UPT Perlindungan Perempuan dan Anak, Jalan Raya Sulfat No. 12, Malang, ini difasilitasi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Malang.
Sebanyak 25 anak penyandang disabilitas dengan beragam kondisi mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mencakup anak dengan keterlambatan bicara (speech delay), sindrom Down, cerebral palsy, disabilitas fisik, disabilitas intelektual, autisme, dan disabilitas netra. Delapan pendamping dari Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang turut hadir dalam kegiatan.
Salah satu persoalan yang mengemuka dalam sesi berbagi pengalaman ialah tantangan orang tua ketika hendak menyekolahkan anak di sekolah negeri atau sekolah reguler. Sejumlah orang tua mengungkapkan masih adanya kendala penerimaan di lingkungan sekolah, termasuk persyaratan penyediaan guru pendamping khusus (shadow teacher) dari luar.
Padahal, menurut para orang tua, anak-anak mereka memiliki kemampuan untuk berbaur dan belajar bersama teman sebaya di sekolah reguler. Pengalaman tersebut menyoroti pentingnya dukungan lingkungan pendidikan agar kesempatan belajar tidak dibatasi oleh kondisi disabilitas.
Selain persoalan akses pendidikan, sesi berbagi juga menjadi ruang bagi orang tua untuk bertukar pengalaman mengenai pengasuhan dan pendidikan anak. Diskusi menegaskan pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan dalam mendampingi tumbuh kembang anak, nilai-nilai yang selaras dengan keteladanan Sayyidah Zainab s.a. dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Baca juga: Milad Sayyidah Zainab a.s., Muslimah ABI Serempak Kunjungi Lembaga Disabilitas di Berbagai Daerah
Pendampingan Anak dan Penguatan Keluarga
Dalam pemaparannya, Koordinator Pendamping menjelaskan bahwa kebutuhan anak penyandang disabilitas beragam, mulai dari kebutuhan dasar dan nutrisi hingga alat bantu serta layanan terapi.
Untuk mendukung kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup anak, Dinas Sosial Kota Malang menyediakan layanan terapi psikologi dan fisioterapi sesuai kondisi masing-masing. Pengembangan minat dan bakat juga dilakukan melalui latihan vokal dan musik dengan pendampingan tutor berdasarkan hasil asesmen.
Dukungan juga diarahkan kepada keluarga. Dinas Sosial berkolaborasi dengan Kementerian Sosial, Dinas Sosial Provinsi, Dinas Sosial kabupaten/kota, serta pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR).
Program pemberdayaan keluarga meliputi pelatihan pengolahan daging, pembuatan roti, kecantikan, tata busana, tata rambut, hingga perawatan rambut. Pelatihan kewirausahaan turut dikembangkan melalui kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK), termasuk BLK Warna Jati, dengan materi seperti budi daya lele dan hidroponik.
Pendampingan usaha juga mencakup pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), pelatihan usaha, dan pendampingan kewirausahaan. Dalam waktu dekat, direncanakan pelatihan pembuatan kue dan minuman yang ditujukan khusus bagi orang tua anak penyandang disabilitas untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Namun, pelaksanaan program masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan anggaran, transportasi, serta kekhawatiran sebagian orang tua terhadap kemampuan anak mengikuti pelatihan. Oleh karena itu, pendampingan dan pendekatan persuasif kepada keluarga diperlukan agar anak-anak memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi diri.
Salam Inklusi, Pesan Kesetaraan
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemutaran film pendek mengenai sejarah dan keteladanan Sayyidah Zainab s.a., dilanjutkan dengan kegiatan bercerita (storytelling) secara interaktif. Anak-anak juga mengikuti kuis seputar kisah Sayyidah Zainab s.a. dengan hadiah bagi peserta yang berhasil menjawab pertanyaan.
Sebagai wujud kepedulian, Muslimah ABI Kota Malang menyerahkan bingkisan makanan ringan dan santunan uang kepada anak-anak peserta. Bantuan tersebut diharapkan menghadirkan kebahagiaan sekaligus menumbuhkan semangat bahwa mereka tidak sendiri dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan seruan, “Salam Inklusi! Aku, Kamu, Kita Setara!”
Seruan itu menegaskan pesan yang melampaui peringatan milad: setiap anak berhak diterima, memperoleh pendidikan, mengembangkan potensi, dan menjalani kehidupan yang bermartabat. Melalui kunjungan sosial ini, Muslimah ABI Kota Malang berharap nilai kasih sayang, kepedulian, dan kesetaraan semakin tumbuh di tengah masyarakat. []
Baca juga: Dari YPAC, Muslimah ABI Surabaya Memetik Pelajaran tentang Pendidikan yang Memanusiakan







