Ikuti Kami Di Medsos

Kegiatan ABI

Belajar tentang Cinta dan Kesabaran dari Kunjungan Muslimah ABI Jember ke SLB C TPA

Published

on

Pengurus Muslimah ABI Kabupaten Jember berkunjung ke SLB C TPA Kabupaten Jember, Jalan Jawa, Jumat (23/10/2026), untuk mengenalkan keteladanan Sayidah Zainab a.s., berbagi tali asih, dan mempererat silaturahmi dengan siswa serta para guru.
Pengurus Muslimah ABI Kabupaten Jember berkunjung ke SLB C TPA Kabupaten Jember, Jalan Jawa, Jumat (23/10/2026), untuk mengenalkan keteladanan Sayidah Zainab a.s., berbagi tali asih, dan mempererat silaturahmi dengan siswa serta para guru.

Jember, 26 Oktober 2026 — Pelajaran tentang kasih sayang tidak selalu ditemukan di dalam buku. Di SLB C TPA Kabupaten Jember, pelajaran itu hadir melalui ketekunan para guru mendampingi siswa, memahami kebutuhan mereka, dan membantu setiap anak tumbuh sesuai dengan kemampuannya. Pengalaman inilah yang dirasakan Muslimah Ahlulbait Indonesia (ABI) Kabupaten Jember dalam kunjungan sosial ke sekolah tersebut di Jalan Jawa, Jumat (23/10/2026).

Baca juga: Muslimah ABI Kota Malang Gaungkan Salam Inklusi, Akses Pendidikan bagi Anak Disabilitas Jadi Sorotan

Kunjungan dalam suasana hangat dan kondusif ini menjadi ruang perjumpaan sekaligus pembelajaran bagi kedua belah pihak. Muslimah ABI hadir untuk berbagi kepedulian, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga tentang kesabaran, rasa syukur, dan makna kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, pengurus Muslimah ABI Kabupaten Jember memperkenalkan profil organisasi sekaligus mengenalkan sosok Sayidah Zainab a.s., cucu Rasulullah saw. Sejarah singkat Sayidah Zainab disampaikan kepada para siswa sebagai pengenalan terhadap figur perempuan teladan dalam sejarah Islam yang dikenal karena keteguhan dan keberaniannya membela kebenaran.

Bagi para siswa, kisah Sayidah Zainab a.s. menjadi pengetahuan baru. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian makanan ringan (snack) dan tali asih sebagai ungkapan kepedulian kepada para siswa.

Kehadiran rombongan Muslimah ABI disambut baik oleh kepala sekolah, dewan guru, dan para siswa. Kepala sekolah menyampaikan kebahagiaannya atas kunjungan tersebut serta berharap pertemuan ini dapat berlanjut menjadi kerja sama yang berkesinambungan, terutama dalam pembinaan agama dan akhlak siswa.

Harapan tersebut membuka peluang bagi Muslimah ABI untuk berkontribusi dalam memperluas wawasan keagamaan anak-anak penyandang disabilitas melalui pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.

Dedikasi Guru, Pelajaran tentang Kesabaran

Di balik kunjungan sosial tersebut, salah satu pengalaman yang membekas bagi Muslimah ABI Kabupaten Jember adalah kesempatan melihat lebih dekat perjuangan para guru dalam mendampingi siswa SLB C.

Baca juga: Muslimah ABI Jepara Ikut “Ngopeni Sing Ora Kopen” di RPS DM Waluyotomo

Proses pendidikan yang berlangsung setiap hari menuntut kesabaran, ketelatenan, dan pemahaman terhadap kebutuhan setiap anak. Tugas guru tidak berhenti pada penyampaian materi pelajaran, tetapi juga mencakup membangun kedekatan, memahami karakteristik siswa, serta memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Pengalaman itu menumbuhkan rasa hormat dan kebanggaan Muslimah ABI terhadap dedikasi para guru. Pendampingan yang membutuhkan perhatian dan konsistensi tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana kasih sayang diwujudkan melalui tindakan sehari-hari.

Untuk Muslimah ABI, perjumpaan ini juga memperluas pemahaman tentang keberagaman pengalaman hidup dan pentingnya saling mendukung. Kesabaran dalam mendampingi, ketulusan dalam mengajar, serta perhatian terhadap sesama menjadi nilai yang dapat dipelajari bersama.

Kunjungan ke SLB C TPA Kabupaten Jember pun berkembang menjadi lebih dari kegiatan berbagi makanan ringan dan tali asih. Para siswa memperoleh pengenalan tentang Sayidah Zainab a.s., Muslimah ABI mendapatkan wawasan mengenai pendampingan anak penyandang disabilitas, sementara pihak sekolah menyampaikan harapan akan terjalinnya kerja sama dalam pembinaan keagamaan.

Perjumpaan di Jalan Jawa, Jember, mengingatkan bahwa kepedulian tidak selalu ditentukan oleh besarnya pemberian. Kesediaan untuk hadir, mendengarkan, memahami, dan membangun kebersamaan juga memiliki arti penting.

Di tengah perbedaan kebutuhan dan kemampuan, setiap anak berhak memperoleh pendidikan, bimbingan, kesempatan berkembang, dan kasih sayang yang tulus. Di sanalah makna kesetaraan menemukan wujudnya dalam kehidupan sehari-hari. []

Baca juga: Muslimah ABI Lumajang Ajak Anak Madin Belajar Empati melalui Kunjungan ke Pusat Pendampingan ABK