Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

Muslimah ABI Surabaya Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah bagi Perempuan

Published

on

Surabaya, 16 Agustus 2026 — Kemampuan melakukan pemulasaraan jenazah menjadi keterampilan penting yang perlu dipersiapkan, termasuk di kalangan perempuan. Hal itu menjadi perhatian Muslimah Ahlulbait Indonesia (ABI) Kota Surabaya yang menggelar pelatihan pemulasaraan jenazah bagi perempuan, Minggu (16/8/2026).

Pelatihan yang berlangsung di Jalan Jajar Tunggal Selatan I K5, Surabaya, tersebut diikuti 36 peserta. Mereka berasal dari sejumlah majelis taklim dan komunitas Muslimah ABI di Surabaya serta beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Gresik, Sidoarjo, hingga Pamekasan.

Kegiatan berlangsung selama sekitar empat setengah jam, mulai pukul 10.00 hingga 14.30 WIB. Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga mengikuti praktik langsung mengenai tahapan pemulasaraan jenazah.

Ketua Pimpinan Cabang (Pimcab) Muslimah ABI Kota Surabaya, Sukainah Assegaf, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan perempuan ketika harus membantu proses pemulasaraan jenazah.

“Pelatihan ini penting agar kita dapat melaksanakan pemulasaraan jenazah dengan benar dan sesuai syariat. Selain sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban, kemampuan ini juga merupakan bukti kepedulian kita terhadap sesama, terutama ketika ada saudari kita yang membutuhkan bantuan dalam proses terakhir sebelum dimakamkan,” ujar Sukainah.

Materi pelatihan disampaikan Ustazah Rabiatul Adawiyah dan Ustazah Suroya Sholihah. Keduanya memadukan penjelasan mengenai ketentuan pemulasaraan dengan praktik agar peserta tidak hanya memahami tahapan secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman untuk menerapkannya.

Dalam sesi praktik, peserta mempelajari sejumlah tahapan pemulasaraan, mulai dari memandikan dan mengkafani jenazah hingga tata cara pelaksanaan salat jenazah.

Materi diberikan secara bertahap dengan memperhatikan berbagai hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan selama proses pemulasaraan. Selain aspek tata cara, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kehormatan jenazah selama proses berlangsung.

Tak Hanya Teori, Peserta Dibekali Kesiapan Teknis

Salah satu perhatian dalam pelatihan tersebut adalah aspek teknis yang sering kali dihadapi ketika pemulasaraan harus dilakukan di tengah situasi duka.

Peserta diajak memahami berbagai kebutuhan yang perlu disiapkan agar proses pemulasaraan dapat berlangsung lebih tertib dan tidak menambah beban keluarga yang sedang berduka.

Rabiatul Adawiyah dan Suroya Sholihah juga mendorong setiap wilayah atau komunitas untuk memiliki tim khusus yang menangani pemulasaraan jenazah perempuan.

Tim tersebut, idealnya, tidak hanya terdiri dari orang-orang yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga didukung perlengkapan pemulasaraan yang memadai.

Keberadaan tim khusus dinilai dapat membantu keluarga ketika menghadapi musibah sekaligus memastikan proses pemulasaraan dapat dilakukan dengan lebih cepat, tertib, dan sesuai dengan tuntunan syariat.

Gagasan tersebut mendapat perhatian dari para peserta. Mereka menilai keberadaan tim pemulasaraan di tingkat komunitas dapat menjadi bentuk kepedulian sosial yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain membantu keluarga yang sedang berduka, tim tersebut juga dapat menjadi wadah bagi perempuan yang ingin berkontribusi dalam pelayanan sosial di lingkungan masing-masing.

Pelatihan pemulasaraan jenazah ini menjadi salah satu upaya Muslimah ABI Kota Surabaya untuk membekali perempuan dengan keterampilan keagamaan yang bersifat praktis dan dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Antusiasme peserta selama kegiatan juga mendorong harapan agar pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak majelis taklim serta komunitas Muslimah di berbagai daerah.

Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman praktik yang diperoleh, para peserta diharapkan tidak hanya siap ketika dibutuhkan, tetapi juga dapat membantu menyebarkan pengetahuan tersebut kepada perempuan lain di lingkungan masing-masing.

Continue Reading