Kegiatan ABI
DPD ABI Kota Malang Perluas Dialog dengan Akademisi Universitas Brawijaya (UB)

Malang, 16 Agustus 2026 – Hampir dua jam, percakapan di ruang kerja Dr. Mohamad Anas, M.Phil., di Universitas Brawijaya (UB), Jumat (14/8/2026), bergerak dari satu tema ke tema lain. Organisasi, toleransi, kehidupan keumatan, kebangsaan, hingga dinamika Iran menjadi bagian dari perbincangan yang mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman sebuah organisasi keagamaan.
Dr. Anas, dosen Sosiologi FISIP UB sekaligus Kepala UPT Pengembangan Kepribadian Mahasiswa, menerima kunjungan DPD Ahlulbait Indonesia (ABI) Kota Malang yang dipimpin Ustadz Segaf Abdillah. Hadir pula Ketua Divisi Humas, Media dan Penerangan (HMP) Muhammad Rofi serta Wakil Ketua Divisi Pemberdayaan Ekonomi Muhammad Hadad.
Baca juga: Sekretariat DPD ABI Kota Malang Terima Kunjungan Komikus Aji Prasetyo
Bagi ABI, pertemuan itu menjadi ruang untuk memperkenalkan lebih jauh cara organisasi memandang persoalan keumatan dan kebangsaan. Ustadz Segaf menjelaskan bahwa Islam, dalam pandangan ABI, menjadi titik temu umat yang melampaui batas bangsa, ras, dan wilayah.
Dalam konteks Indonesia, ia menegaskan posisi ABI yang memandang NKRI sebagai bentuk final negara Indonesia, dengan Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasannya. Penjelasan itu nantinya akan dilengkapi dengan penyerahan buku Manifesto ABI kepada Dr. Anas sebagai bahan untuk memahami perspektif organisasi secara lebih utuh.
Bagi Dr. Anas, dialog semacam ini justru membuka kesempatan untuk melihat ABI dari jarak yang lebih dekat. Akademisi yang juga aktif sebagai Ketua Lakpesdam NU Kota Malang itu menyampaikan ketertarikannya untuk memahami perspektif ABI lebih dalam sebagai bagian dari kajian akademiknya.
Selama ini, ia menjelaskan, kajian Sosiologi Agama yang diajarkannya lebih banyak membahas hubungan antaragama. Percakapan dengan ABI memberinya ruang untuk melihat sisi lain, yakni dinamika kehidupan di dalam tubuh umat beragama itu sendiri.
Baca juga: PTD DPD ABI Kota Malang Tanamkan Semangat Khidmat dan Kesiapan Menyambut Imam
Di situlah pertemuan ini menemukan arti pentingnya. Silaturahmi tidak berhenti pada saling mengenal, tetapi berkembang menjadi percakapan yang memungkinkan masing-masing pihak memahami cara pandang yang berbeda secara langsung.
Menjelang adzan Maghrib, percakapan pun berakhir. Rombongan DPD ABI Kota Malang berpamitan dan mengabadikan pertemuan tersebut melalui foto bersama. Namun, seperti halnya dialog yang baik, pertemuan itu tidak harus selesai ketika percakapan berakhir. Ia meninggalkan ruang untuk saling memahami yang masih terbuka. []
Baca juga: ABI Kota Malang Perkuat Kolaborasi Pendidikan Bersama BSPP Pelita Hidayah







