Nasional
Romo E.X. Suhanto: Nilai Karbala Jadi Fondasi Persaudaraan Lintas Iman

Semarang, 28 Juni 2026 — Nilai-nilai yang diwariskan dalam Peristiwa Karbala dinilai tetap relevan sebagai titik temu dalam membangun persaudaraan lintas iman, menegakkan keadilan, dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Pandangan tersebut disampaikan Ketua Komisi Hubungan Antar agama dan Kepercayaan Kevikepan Semarang, Romo E.X. Suhanto, pada peringatan Syahadah Imam Husain a.s. bertema “Suara Kebenaran di Tengah Kesunyian, Karbala Menjawab Zaman”, yang diselenggarakan Yayasan Nurut Tsaqalain Semarang, Jumat (26/6/2026).
Baca juga: Pemkot Semarang Ajak Jadikan Nilai Karbala sebagai Fondasi Kerukunan dan Keadilan
Dalam sambutannya, Romo Suhanto menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Nurut Tsaqalain atas konsistensinya menghadirkan ruang perjumpaan yang mempertemukan tokoh agama, akademisi, unsur pemerintah, dan masyarakat dalam semangat dialog, saling menghormati, serta memperkuat persaudaraan.
Menurutnya, Karbala bukan sekadar bagian penting dari sejarah Islam, melainkan juga menyimpan pesan kemanusiaan yang bersifat universal dan melampaui batas agama maupun keyakinan.
“Kisah Karbala yang abadi mengajarkan kita satu pesan pokok yang melampaui perbedaan keyakinan, yakni berdiri teguh pada kebenaran, keadilan, dan kasih meskipun jalan yang ditempuh sulit dan penuh pengorbanan,” ujar Romo Suhanto.
Ia menilai keteladanan Imam Husain a.s. menunjukkan bahwa keberanian mempertahankan nilai-nilai luhur selalu menemukan relevansinya, terutama ketika masyarakat dihadapkan pada ketidakadilan, lunturnya kepedulian sosial, dan berbagai tantangan kemanusiaan.
Karena itu, perbedaan iman tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, setiap elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kebenaran, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan belas kasih sebagai fondasi kehidupan yang harmonis.
Baca juga: Prof. Syukur Suparman: Semangat Imam Husain Menguatkan Ukhuwah Islamiyah, Diniyah, dan Insaniyah
Romo Suhanto juga menegaskan bahwa peringatan Syahadah Imam Husain memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mengenang sejarah. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus dialog yang mendorong tumbuhnya saling pengertian, kerja sama, dan penghormatan antarkomunitas.
Ia mengapresiasi Yayasan Nurut Tsaqalain yang terus merawat semangat Karbala melalui berbagai kegiatan yang tidak hanya memperdalam penghayatan spiritual, tetapi juga memperkuat jembatan persaudaraan lintas iman.
Menutup sambutannya, Romo Suhanto berharap semangat Karbala terus menginspirasi masyarakat untuk menghadirkan suara kebenaran, memperjuangkan keadilan, dan menjadi pembawa damai di tengah kehidupan bersama.
Menurutnya, keteladanan Imam Husain a.s. akan tetap hidup selama nilai-nilai kemanusiaan diwujudkan dalam tindakan nyata, melampaui sekat agama, keyakinan, maupun latar belakang sosial. []
Baca juga: Kemenag Semarang: Jadikan Asyura Inspirasi Memperjuangkan Kebenaran dan Mempererat Persaudaraan







