Internasional
Wall Street Journal: Ramai-ramai Maskapai Hindari Wilayah Udara Arab Saudi

Media ABI, 24 Oktober 2026 – Sejumlah maskapai penerbangan internasional mengalihkan rute dan mengurangi penerbangan yang melintasi wilayah udara Arab Saudi menyusul peringatan mengenai risiko keamanan di kawasan tersebut, menurut laporan The Wall Street Journal.
Baca juga: Iran Siapkan Dewan Perang Ekonomi untuk Menghadapi AS
Dalam artikel berjudul See How Flight Routes Are Changing to Avoid War Zones Around the World, yang terbit pada 22 Oktober 2026, Benjamin Katz melaporkan perubahan rute penerbangan sejumlah maskapai internasional di tengah meningkatnya risiko keamanan wilayah udara dan berlanjutnya operasi militer Yaman yang menyasar bandara-bandara Arab Saudi.
Mengutip peringatan International Ops Group (OpsGroup), lembaga yang bergerak di bidang keamanan penerbangan, laporan tersebut menyebut wilayah udara Arab Saudi dinilai tidak aman di seluruh ketinggian penerbangan. Peringatan itu mendorong maskapai internasional meninjau ulang rute dan mengurangi penerbangan yang melintasi wilayah udara Saudi.
Menurut laporan tersebut, operasi-operasi terbaru Yaman telah mengubah perhitungan maskapai yang sebelumnya memanfaatkan wilayah udara Arab Saudi sebagai jalur transit yang relatif aman. Sejumlah maskapai kini mengalihkan penerbangan melalui Asia Tengah dan jalur alternatif lainnya, termasuk rute di sekitar Damaskus.
Baca juga: Ranjau Laut Iran, Instrumen Sea Denial di Selat Hormuz
British Airways, yang sebelumnya tetap menggunakan wilayah udara Arab Saudi meskipun Iran berulang kali menyerang pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di kawasan, kini mengalihkan lebih banyak penerbangan pada rute Mumbai–London melalui Asia Tengah untuk menghindari wilayah udara Saudi. Perubahan ini dilakukan menyusul operasi-operasi terbaru Yaman.
Air India juga mengubah rute penerbangannya menuju Eropa. Alih-alih melintasi wilayah tengah Arab Saudi, penerbangan dialihkan melalui jalur di dekat perbatasan utara Saudi dan kawasan sekitar Damaskus, ibu kota Suriah. []
Baca juga: Triple-Red Scenario, Bom Waktu Geopolitik bagi AS







