Internasional
Gelombang Evakuasi Meluas ke Fasilitas Aramco Lainnya

Media ABI, 23 Oktober 2026 – Evakuasi di perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, dilaporkan meluas ke sejumlah fasilitas lain menyusul meningkatnya serangan angkatan bersenjata Yaman terhadap infrastruktur negara itu. Menurut laporan Farsnews Agency pada Jumat (23/10/2026), perluasan langkah pengamanan Aramco terjadi setelah serangkaian serangan Yaman. Evakuasi yang semula berfokus pada kantor pusat perusahaan di Dhahran kini dilaporkan mencakup beberapa fasilitas lainnya.
Baca juga: Yaman: Arab Saudi Harus Menanggung Konsekuensi Militerisasi Laut Merah
MareHelm, platform asal Amerika Serikat yang menyediakan data pelayaran dan komoditas, melaporkan bahwa evakuasi massal tengah berlangsung di sejumlah fasilitas Aramco lainnya di Arab Saudi. Sementara itu, Reuters, dengan mengutip enam sumber yang mengetahui persoalan tersebut, melaporkan bahwa Aramco telah meminta para pegawainya meninggalkan kantor pusat di Dhahran dan bekerja dari jarak jauh.
Dalam serangan Yaman terhadap kompleks Aramco di Dhahran sepuluh hari sebelumnya, sekitar tiga lantai sebuah menara dilaporkan rusak. Bagian gedung yang terdampak mencakup area tempat sejumlah unit utama perusahaan dan pusat pengelolaan operasional berada.
Di tengah perkembangan tersebut, indeks saham Arab Saudi sempat merosot sekitar 2,5 persen, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur minyak. Reuters juga melaporkan sehari sebelumnya bahwa produksi minyak Arab Saudi telah turun sekitar 1,9 juta barel per hari sejak Juli lalu, di tengah peningkatan serangan Yaman. Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat memerintahkan pegawai nonesensial beserta anggota keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi.
Dhahran, Lebih dari Sekadar Gedung Perkantoran
Evakuasi kantor pusat Aramco di Dhahran bukan sekadar pemindahan pegawai dari sebuah gedung perkantoran. Kota di Provinsi Timur Arab Saudi itu merupakan lokasi kantor pusat sekaligus salah satu pusat manajemen dan operasional penting Aramco untuk memantau dan mengoordinasikan jaringan minyak dan gas perusahaan.
Jaringan operasional Aramco mencakup ladang dan fasilitas minyak, kilang, jalur pipa, serta terminal ekspor yang membentang dari timur hingga barat Arab Saudi. Sejumlah fasilitas utamanya berada di Abqaiq, Ras Tanura, Qatif, dan Yanbu. Kompleks pengolahan minyak Abqaiq merupakan fasilitas pengolahan minyak terbesar milik Aramco.
Baca juga: Pentagon Bentuk Lembaga Rahasia untuk Menyabotase Teknologi Negara Lain
Kebakaran di Ladang Minyak Shaybah, Tekanan Langsung terhadap Produksi
Kementerian Energi Arab Saudi pada Rabu malam mengumumkan kebakaran di ladang minyak Shaybah yang menewaskan dua orang dan melukai dua lainnya. Dengan kapasitas produksi satu juta barel per hari, Shaybah merupakan salah satu ladang minyak penting Arab Saudi.
Yaman Sebelumnya Telah Memperingatkan Pegawai Aramco
Perkembangan ini menyusul peringatan Yahya Saree, juru bicara angkatan bersenjata Yaman, pada Selasa. Ia meminta para pegawai Aramco dan warga sipil di sekitar fasilitas perusahaan segera meninggalkan lokasi tersebut. Saree menyebut fasilitas-fasilitas itu sebagai “target yang sah” bagi angkatan bersenjata Yaman karena dinilai berperan dalam mendukung koalisi pimpinan Arab Saudi.
Pasar Minyak Bereaksi, Brent Menembus 113 Dolar AS
Pasar minyak turut merespons perkembangan tersebut. Reuters melaporkan bahwa harga minyak Brent pada Kamis naik sekitar 4 persen hingga menembus 113 dolar AS per barel, sebelum sebagian kenaikannya terkoreksi dalam perdagangan berikutnya.
Kenaikan harga tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah. []
Baca juga: CBS: Stok Rudal Patriot dan THAAD AS Diperkirakan Baru Pulih pada 2030







