Internasional
Saudi Hancurkan Lebih dari 1.200 Masjid di Yaman

Media ABI, 18 September 2026 – Lebih dari 1.200 masjid di berbagai wilayah Yaman hancur selama perang yang dilancarkan Arab Saudi terhadap negara tersebut. Anggota biro politik gerakan Ansarullah, Hizam al-Asad, mengatakan 303 masjid di Provinsi Saada menjadi bagian dari fasilitas keagamaan yang hancur dalam serangan Saudi, seperti dilaporkan Fars News Agency pada Kamis, 17 September 2026.
Pernyataan al-Asad disampaikan ketika Riyadh kembali menuding Yaman dan Ansarullah berupaya menyerang tempat-tempat suci umat Islam di Makkah dan Madinah. Sumber militer resmi Yaman membantah pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari penyebaran informasi palsu untuk membentuk citra negatif terhadap Yaman.
Baca juga: Warganet Hujat Trump: Dia Tak Tahu Isi Dompet Warga Amerika
Al-Asad mengatakan kerusakan terhadap masjid terjadi di berbagai wilayah selama perang. Saada menjadi salah satu wilayah dengan jumlah masjid yang mengalami kehancuran cukup besar, mencapai 303 bangunan.
Pada hari yang sama, ulama Yaman mengeluarkan pernyataan untuk merespons pernyataan Riyadh mengenai Makkah. Mereka menegaskan bahwa angkatan bersenjata Yaman tidak menargetkan kota suci tersebut.

Dalam pernyataan yang dikutip Al Masirah, ulama Yaman menyebut pernyataan Saudi mengenai serangan terhadap Makkah tidak benar dan tidak berdasar. Mereka juga menilai pemerintah Saudi memiliki rekam jejak menyebarkan informasi palsu dan melontarkan tudingan terhadap Yaman.
Ulama Yaman selanjutnya memperingatkan kemungkinan terjadinya tindakan terhadap Makkah dan tempat-tempat suci yang kemudian dikaitkan dengan Yaman. Mereka menyampaikan peringatan tersebut dalam merespons perkembangan konflik dan pernyataan Riyadh.
Baca juga: AS Tembakkan 80 Rudal Pencegat Hadapi Serangan Iran
Mereka juga memperingatkan negara-negara yang terlibat dalam serangan terhadap Yaman bersama Arab Saudi. Menurut ulama Yaman, keterlibatan tersebut dapat membuka ruang bagi Israel untuk menargetkan tempat-tempat suci dan memperbesar perpecahan di antara umat Islam.
Dalam pernyataan yang sama, ulama Yaman menolak penggunaan Makkah dan Madinah untuk kepentingan yang mereka sebut sebagai tujuan kolonial, termasuk memecah dunia Islam dan menguasai kekayaan umat Muslim. []
Baca juga: Komandan AL Garda Iran: AS Tak Boleh Kembali ke Teluk







