Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Pilot F-15 yang Disembunyikan Pentagon Muncul Tanpa Penyamaran di CBS

Published

on

CBS menayangkan wawancara dengan pilot pesawat tempur AS yang diklaim jatuh di Iran sekitar enam bulan setelah peristiwa tersebut.
Klaim identitas pilot F-15 dalam tayangan 60 Minutes belum dikonfirmasi Pentagon maupun CBS, tetapi memicu sorotan soal keamanan personel militer.

Media ABI, 15 September 2026 – Pentagon menyembunyikan identitas seorang pilot F-15 Amerika Serikat yang ditembak jatuh di atas Iran dengan alasan keamanan. Namun ketika pilot tersebut diwawancarai program 60 Minutes milik CBS, wajahnya justru ditampilkan secara penuh. Tayangan itu kemudian mendorong sejumlah pengguna dan pengamat militer mempertanyakan alasan di balik kebijakan tersebut.

Baca juga: Iran International dan £650 Juta: Satu Media, Banyak Mikrofon

Laporan Fars News Agency pada Selasa (15/9/26) menyebut pilot yang diwawancarai merupakan perwira sistem persenjataan F-15E Amerika Serikat. Dalam program tersebut, nama “Bravo” digunakan sebagai nama samaran untuk melindungi identitasnya. Informasi mengenai dirinya juga tidak disampaikan secara terbuka.

Pilot F-15E Amerika Serikat yang diperkenalkan dengan nama samaran "Bravo" dalam wawancara 60 Minutes CBS setelah pesawatnya ditembak jatuh di atas Iran.

Pilot F-15E Amerika Serikat yang diperkenalkan dengan nama samaran “Bravo” dalam wawancara 60 Minutes CBS setelah pesawatnya ditembak jatuh di atas Iran.

Berbeda dengan namanya, wajah pilot tersebut tidak disamarkan. Wajahnya terlihat jelas sepanjang wawancara, sehingga pengguna media sosial kemudian mencoba menelusuri siapa sebenarnya sosok yang diperkenalkan sebagai “Bravo”.

Salah seorang pengguna di platform X mengaku berhasil mengidentifikasinya setelah membandingkan wajah dalam tayangan dengan foto-foto arsip dan catatan yang tersedia. Pengguna tersebut menyebut “Bravo” sebagai Kolonel Jonathan Butt dengan nama operasional “Viper”. Sejumlah foto arsip juga diunggah sebagai bagian dari klaim pencocokan tersebut.

Klaim itu belum mendapat pengesahan resmi. Pentagon dan CBS belum mengonfirmasi bahwa “Bravo” memang Jonathan Butt.

Baca juga: Pentagon Akui Ratusan Fasilitas AS Rusak akibat Serangan Iran

Meski begitu, tayangan CBS tersebut sudah memunculkan pertanyaan mengenai logika perlindungan identitas. Jika nama seorang personel militer ditutup karena alasan keamanan, pengguna media sosial mempertanyakan mengapa wajahnya dapat ditampilkan tanpa penyamaran. Bagi para pengkritik, wajah justru merupakan salah satu informasi paling mudah digunakan untuk mengenali seseorang.

Perdebatan juga menyentuh penggunaan nama samaran dalam wawancara tersebut. Menurut kritik yang dikutip Fars, penyebutan “Bravo” tidak banyak membantu apabila wajah, foto lama, riwayat dinas, serta informasi lain mengenai personel yang bersangkutan masih dapat ditemukan di ruang publik.

Wajah pilot F-15 yang diperkenalkan sebagai "Bravo" di CBS memicu klaim pengguna X bahwa sosok tersebut adalah Kolonel Jonathan Butt.

Wajah pilot F-15 yang diperkenalkan sebagai “Bravo” di CBS memicu klaim pengguna X bahwa sosok tersebut adalah Kolonel Jonathan Butt.

Sejumlah pengamat militer mempertanyakan koordinasi antara CBS dan pihak Pentagon dalam proses produksi wawancara. Mereka menilai keputusan untuk menyembunyikan nama tetapi memperlihatkan wajah secara terbuka menunjukkan adanya persoalan dalam pengelolaan informasi yang berkaitan dengan keamanan personel.

Baca juga: Iran Ganggu Sistem “Mata” AS sebelum Serang Pangkalan Al-Azraq

Kritik tersebut menjadi lebih tajam setelah pengguna mengaku dapat menemukan identitas pilot melalui bahan yang sudah tersedia. Artinya, tanpa perlu memperoleh informasi rahasia, seseorang dapat mencoba menghubungkan wajah dalam tayangan televisi dengan foto dan catatan yang beredar sebelumnya.

Laporan Fars tidak memberikan konfirmasi independen atas identitas yang diklaim tersebut. Begitu pula belum ada pernyataan resmi dari Pentagon maupun CBS yang membenarkan bahwa pilot yang diperkenalkan sebagai “Bravo” adalah Jonathan Butt.

Yang tersisa adalah sebuah kejanggalan yang menjadi perhatian publik. Pentagon memilih menyembunyikan nama pilot tersebut dengan alasan keamanan, tetapi CBS menayangkan wajahnya secara terbuka. Setelah tayangan itu muncul, upaya identifikasi pun berlangsung di ruang publik. []

Baca juga: Kekacauan di Pentagon Hambat Agenda Keamanan AS