Internasional
Dari Jakarta hingga Seoul, Media Asia Soroti Prosesi Penghormatan Imam Sayyid Ali Khamenei

Ahlulbait Indonesia, 4 Juli 2026 – Prosesi penghormatan bagi Imam Sayyid Ali Khamenei tidak hanya menyedot jutaan pelayat di Iran, tetapi juga menjadi perhatian luas media-media utama Asia. Dari Asia Timur hingga Asia Tenggara, surat kabar, kantor berita, dan jaringan televisi menjadikan rangkaian prosesi di Teheran sebagai berita utama dengan menyoroti besarnya mobilisasi masyarakat, kehadiran delegasi internasional, serta implikasi politik dan geopolitik yang mengiringinya.
Kantor Berita IRNA pada Sabtu (4/7) melaporkan bahwa berbagai media di kawasan menempatkan perkembangan prosesi penghormatan sebagai salah satu agenda pemberitaan terpenting hari itu.

Jutaan penziarah memadati Musala Imam Khomeini, Teheran, Sabtu (4/7/2026), untuk mengikuti prosesi penghormatan terakhir kepada Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.
Di Indonesia, Kompas melalui laporan berjudul Potret Suasana Haru Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Berkibar menggambarkan suasana duka yang menyelimuti Teheran sejak pagi. Ribuan pelayat telah memadati kawasan Musalla Imam Khomeini, sementara bendera-bendera merah berkibar di sejumlah titik sebagai simbol tuntutan atas darah para syuhada. Kompas juga melaporkan bahwa pemerintah Iran menetapkan libur nasional selama tiga hari guna mendukung rangkaian prosesi penghormatan sebelum jenazah diberangkatkan menuju kota-kota berikutnya sesuai jadwal resmi.
Baca juga: Imam Khomeini kepada Sayyid Ali Khamenei, “Engkau Akan Menjadi Yusuf”
Dari Hong Kong, South China Morning Post melaporkan ratusan ribu warga mulai memenuhi Musalla Imam Khomeini sejak dimulainya prosesi. Media tersebut turut mengutip perkiraan otoritas Iran mengenai kehadiran 15 hingga 20 juta pelayat selama tiga hari pelaksanaan di Teheran, serta menilai prosesi itu sebagai demonstrasi kekuatan Republik Islam Iran di tengah tekanan eksternal.
Di Korea Selatan, Asia Business Daily menyoroti antusiasme masyarakat yang telah memadati lokasi sebelum acara dimulai. Harian itu juga mengulas rute perjalanan jenazah yang akan berlanjut menuju Qom sebelum dimakamkan di Kompleks Makam Suci Imam Ridha as di Mashhad.
Masih dari Korea Selatan, Seoul Economic Daily menyebut prosesi penghormatan kepada Imam Sayyid Ali Khamenei sebagai salah satu peristiwa publik terbesar di Iran sejak pemakaman Imam Khomeini pada 1989. Selain besarnya jumlah pelayat, media tersebut mencatat kehadiran pejabat tinggi Iran serta delegasi dari berbagai negara.
Di India, Hindustan Times menggambarkan prosesi tersebut sebagai peristiwa nasional berskala besar yang diperkirakan dihadiri jutaan orang. Harian itu menilai penyelenggaraan rangkaian penghormatan mencerminkan persatuan nasional dan keteguhan Republik Islam Iran setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Liputan serupa datang dari Malaysia. The Edge melaporkan prosesi diawali dengan pembacaan Al-Qur’an, lagu kebangsaan, serta lantunan syair duka di Musalla Imam Khomeini. Media tersebut juga mengulas kesiapan pemerintah Iran dalam menyediakan transportasi, konsumsi, serta berbagai fasilitas pendukung bagi jutaan pelayat yang diperkirakan mengikuti rangkaian acara di sejumlah kota.
Baca juga: Ayatullah Javadi Amoli Akan Pimpin Salat Jenazah Imam Ali Khamenei di Qom
Di Pakistan, Geo News menampilkan laporan visual mengenai membludaknya pelayat yang memenuhi kawasan Musalla Imam Khomeini untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Imam Sayyid Ali Khamenei.
Sementara itu, Channel News Asia (CNA) yang berbasis di Singapura menilai prosesi penghormatan berlangsung sebagai simbol keteguhan Republik Islam Iran di tengah dinamika kawasan. CNA juga mengulas jadwal perjalanan jenazah dari Teheran menuju Qom, kemudian ke Najaf dan Karbala, sebelum dimakamkan di Mashhad.
Luasnya perhatian media-media Asia menunjukkan bahwa prosesi penghormatan kepada Imam Sayyid Ali Khamenei telah melampaui dimensi domestik Iran. Peristiwa tersebut berkembang menjadi isu regional yang diamati dari berbagai perspektif, mulai dari skala mobilisasi masyarakat, dimensi diplomatik melalui kehadiran delegasi internasional, hingga implikasinya terhadap konstelasi politik dan geopolitik Asia Barat.
Berdasarkan jadwal resmi yang diumumkan panitia pusat, rangkaian penghormatan berlangsung di Teheran pada Sabtu–Minggu, 4–5 Juli 2026, dilanjutkan prosesi pemakaman di ibu kota pada Senin, 6 Juli 2026. Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Qom pada Selasa, 7 Juli, kemudian ke Najaf dan Karbala pada Rabu, 8 Juli, sebelum ditutup dengan prosesi pemakaman di Kompleks Makam Suci Imam Ridha as, Mashhad, pada Kamis, 9 Juli 2026. []
Baca juga: Al Jazeera: Rute Pemakaman Sayyid Ali Khamenei Bawa Pesan Politik, Keagamaan, dan Regional







