Internasional
Rezaei kepada AS: Kalian Kalah dalam Perang dan Pemilu

Media ABI, 8 November 2026 – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan Amerika Serikat agar tidak memulai kembali konflik dengan Iran. Peringatan tersebut disampaikannya melalui unggahan berbahasa Inggris di media sosial X pada Sabtu, 7 November 2026, di tengah spekulasi mengenai kemungkinan dimulainya kembali permusuhan antara kedua negara.
Baca juga: Mata-Mata Amerika Serikat Terjebak dalam Perangkap Iran
Dalam unggahan di X yang dipublikasikan pada 7 November 2026, Rezaei menulis, “Kalian kalah dalam perang dan juga dalam pemilu. Vance telah mengakui kekalahan, Rubio sedang keluar, Hegseth berada di ambang pemecatan, dan komandan CENTCOM kini telah menjadi podcaster!”
Ia kemudian mempertanyakan kepada siapa pesan tersebut harus disampaikan di Washington. “Jadi, tepatnya, kepada siapa kami harus menyampaikan pesan ini di Washington? Jika kalian memulai perang, kalian akan menghadapi respons yang menghancurkan,” tulis Rezaei.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Partai Demokrat Amerika Serikat meraih lebih dari 250 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan merebut kembali kendali Senat dari Partai Republik. Hasil itu menjadi pukulan politik bagi Partai Republik, yang merupakan partai Presiden Donald Trump.
Sejumlah media Amerika Serikat menilai kinerja pemerintahan Trump, rendahnya popularitas presiden, serta agresi militer terhadap Iran sebagai beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap kekalahan Partai Republik dalam pemilu Kongres.
Baca juga: Ayatulah Mojtaba Khamenei: Mengalah kepada AS Justru Membuka Jalan bagi Tuntutan Baru
Dalam konteks tersebut, pesan Rezaei tidak hanya menanggapi hasil politik di Washington, tetapi juga menjadi peringatan terhadap kemungkinan dimulainya kembali operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Ia menegaskan bahwa setiap langkah baru menuju perang akan dibalas dengan respons yang disebutnya “menghancurkan”.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Teheran memandang perkembangan politik domestik Amerika Serikat sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan Washington mengenai konflik dengan Iran. Pada saat yang sama, Rezaei menggunakan hasil pemilu Kongres untuk menegaskan bahwa tekanan politik terhadap pemerintahan Trump telah meningkat ketika kemungkinan eskalasi baru kembali menjadi perhatian. []
Baca juga: China Tembakkan “Rudal Obligasi” ke AS







