Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Al-Azhar Serukan Mediasi untuk Mengakhiri Perang Yaman

Published

on

Syekh Ahmed Al-Tayeb, Grand Syekh Al-Azhar, kembali menyerukan pembentukan komite mediasi untuk mengakhiri perang Yaman dan meredakan konflik di kawasan.
Syekh Ahmed Al-Tayeb, Grand Syekh Al-Azhar, kembali menyerukan pembentukan komite mediasi untuk mengakhiri perang Yaman dan meredakan konflik di kawasan.

Media ABI, 26 Oktober 2026 — Syekh Al-Azhar kembali menegaskan perlunya pembentukan komite mediasi segera untuk menyelesaikan perselisihan, meredakan konflik, serta mendorong perdamaian dan rekonsiliasi di kawasan.

Baca juga: Wall Street Journal Soroti Kemajuan Intelijen dan Operasi Militer Angkatan Bersenjata Yaman

Dilansir media Elnashra, Senin (26/10/2026), Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb kembali menegaskan dukungannya terhadap prakarsa mediasi untuk mengakhiri perang di Yaman melalui sebuah pernyataan resmi.

Dalam pernyataan tersebut, Al-Azhar Al-Sharif menyatakan harapannya agar komite mediasi segera dibentuk untuk meredakan ketegangan. Komite itu diharapkan beranggotakan tokoh-tokoh terkemuka dan bijaksana dari kalangan umat Islam yang berpihak pada perdamaian.

Pernyataan itu menegaskan bahwa komite tersebut harus segera mengambil langkah untuk meredakan krisis dan konflik yang berkobar serta menyelesaikan perselisihan di antara para pemeluk agama dan di kalangan umat Islam. Konflik tersebut dinilai mengancam keamanan dan stabilitas negara-negara di kawasan.

Baca juga: Pentagon Siapkan Pangkalan Militer Hadapi Gangguan Rantai Pasok

Al-Tayeb menyatakan bahwa upaya tersebut harus diarahkan untuk menjaga kekuatan dan kedaulatan bangsa Arab dan umat Islam, mencegah pertumpahan darah di kalangan umat, serta melindungi sumber daya dan aset bangsa-bangsa demi generasi mendatang.

Pada saat yang sama, Al-Tayeb menerima klaim Arab Saudi mengenai serangan angkatan bersenjata Yaman terhadap dua kota suci, Makkah dan Madinah. Ia mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan penolakannya terhadap segala tindakan yang mencederai kesucian tempat-tempat suci atau membahayakan keamanan Arab Saudi, keselamatan warga negaranya, maupun para jemaah. []

Baca juga: Ansarullah Desak Arab Saudi Akhiri Serangan dan Blokade terhadap Yaman