Ikuti Kami Di Medsos

Persatuan

Pesan Haji Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Mujtaba Khamenei 9 Dzulhijjah 1447 H

Published

on

Ayatullah Mujtaba Khamenei
Ayatullah Mujtaba Khamenei

بسم الله الرحمن الرحیم

Labbaik Allahumma labbaik, labbaik la syarika laka labbaik, innal hamda wan ni‘mata laka wal mulk, la syarika lak…

“Ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Segala puji, segala nikmat, serta seluruh kerajaan dan kekuasaan adalah milik-Mu dan berasal dari-Mu…”

Musim haji tahun ini kembali tiba, dan para peziarah umat Islam mengumandangkan talbiyah untuk berhijrah dari kehidupan material dan keseharian biasa menuju kehidupan ilahiah yang menghantarkan kepada kebahagiaan hakiki; kehidupan tauhid yang berporos pada penghambaan kepada Tuhan Yang Mahabenar.

Namun kesempatan untuk berhijrah ini bukan hanya milik para tamu dan jamaah haji Baitullah tahun ini semata, melainkan mencakup seluruh saudara-saudari Muslim bahkan seluruh umat manusia.

Baca juga: Pesan Haji Refleksi Revolusi Islam

Syarat hijrah ini adalah mengenakan ihram secara terus-menerus dalam lingkar zikir kepada Allah; thawaf tanpa henti mengitari poros kebenaran; sa‘i yang berkelanjutan di antara puncak-puncak agung dan menentukan dari kewajiban Ilahi; merajam setan durhaka beserta seluruh manifestasi tipu dayanya dan para pengikutnya; wuquf yang dipenuhi perhatian dan ketundukan; memberi makan kaum fakir, mereka yang lemah, dan para musafir; mengorbankan hawa nafsu serta kecenderungan yang menyesatkan; membersihkan segala kotoran batin; serta dalam setiap keadaan senantiasa siap mengabdi dan mengibarkan panji pembelaan terhadap kebenaran.

Demikianlah bangsa Iran melangkah ke jalan hijrah ini pada miqat Revolusi Islam. Mereka menjawab seruan Ibrahimiah Imam Khomeini Agung, melepaskan pakaian ketundukan terhadap dominasi asing, mengenakan ihram kebahagiaan dunia dan akhirat, lalu dengan gegap gempita bergerak mengitari poros ajaran Islam Muhammadi yang murni demi mendekatkan diri kepada cahaya keadilan universal dan wilayah agung Ilahi.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, la ilaha illallah wallahu akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd, Allahu Akbar ‘ala ma hadana.”

Ya, Allah Mahabesar…

Dengan senjata “Allahu Akbar” inilah bangsa Muslim Iran bangkit empat puluh tujuh tahun silam, menggulingkan rezim thaghut, diktator, dan boneka Dinasti Pahlavi, mencabut cengkeraman Amerika yang rakus dan arogan dari negeri mereka, serta memutus sepenuhnya pengaruh Zionisme.

Dengan senjata “Allahu Akbar” pula, setelah agresi rezim Ba’ath Saddam terhadap tanah Iran, para mujahid pemberani dan para pemuda yang rela berkorban menciptakan epos delapan tahun Pertahanan Suci. Meski seluruh kekuatan Timur dan Barat mendukung rezim Ba’ath, mereka berhasil memaksanya kembali ke batas dan posisinya, serta melanjutkan keteguhan itu selama bertahun-tahun dalam menghadapi blokade ekonomi, kudeta, sanksi-sanksi zalim, serta berbagai serangan politik, propaganda, dan ekonomi musuh terhadap Republik Islam.

Baca juga: Pesan Haji Imam Ali Khamanei 2021

Dan Allah Mahabesar…

Senjata “Allahu Akbar” inilah yang mengokohkan ikatan umat Islam dan para pemuda pejuang Poros Perlawanan dari Iran hingga Lebanon, Palestina, Irak, dan Suriah; dari Afrika dan Yaman hingga Afghanistan, Pakistan, serta seluruh bangsa merdeka dunia. Tali yang kokoh ini bangkit membela eksistensi umat Islam melawan agresor Zionis perampas, menghancurkan Daesh, melancarkan Operasi Badai Al-Aqsa, dan membuat napas rezim Zionis yang rapuh semakin tercekik.

“Allahu Akbar”; ya, Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi lebih agung daripada segala yang dapat digambarkan…

Senjata “Allahu Akbar” inilah yang membuat Republik Islam Iran, dengan bersandar kepadanya, berhasil melumpuhkan rezim Zionis dalam perang pemaksaan kedua pada Khordad 1404 Hs (Mei–Juni 2025 Masehi. Red), menghantam Amerika yang agresif dengan tamparan keras, serta menggagalkan tujuan musuh untuk memaksa Iran tunduk.

Dan senjata “Allahu Akbar” pula yang memberikan kekuatan dan daya sedemikian besar kepada bangsa Iran sehingga setelah peristiwa memilukan syahadah pemimpin agung, putra sejati Rasulullah SAW, Ayatullah al-Uzhma Sayyid Ali Husaini Khamenei (semoga Allah meninggikan maqam sucinya) di tangan para penjahat dunia, bangsa ini mengalami kebangkitan Ilahi dan, dengan kehadiran menyeluruh di setiap medan yang dibutuhkan, membuat dunia terpukau oleh berbagai kehormatan dan pencapaiannya.

“Allahu Akbar”; sungguh Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi lebih agung daripada segala yang dapat digambarkan…

Dengan senjata “Allahu Akbar” inilah para pejuang pemberani dan pasukan bersenjata pengorbanan diri di Iran Islam, bersama para mujahid Poros Perlawanan khususnya Lebanon yang mulia, meraih kemenangan-kemenangan besar menghadapi dua tentara teroris Amerika-Zionis yang bersenjata lengkap dalam perang pemaksaan ketiga. Dengan bertawakal kepada Tuhan semesta alam, mereka merajam “setan besar”, yakni Amerika, beserta binatang piaraannya, rezim Zionis, melalui rudal dan drone mereka di darat, udara, dan laut; dan mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri janji benar Ilahi tentang pertolongan bagi para mujahid di jalan Allah.

Baca juga: Pesan Pemimpin Revolusi Islam kepada Jamaah Haji Baitullah Al-Haram

Sekali lagi, Allah Mahabesar; tanpa keraguan Allah Yang Mahatinggi lebih agung daripada segala yang dapat digambarkan, dan bala tentara-Nya akan unggul atas setiap kekuatan…

Dan dengan senjata “Allahu Akbar” inilah, seiring kebangkitan bangsa Iran dan Poros Perlawanan, kebangkitan umat Islam akan terwujud, dan bara’ah terhadap kaum musyrik akan meluas dari ritual lempar jumrah di haji ke seluruh dimensi kehidupan individual, sosial, dan politik kaum Muslimin di berbagai penjuru dunia.

Umat Islam dan bangsa-bangsa di kawasan memiliki banyak kapasitas dan kepentingan bersama yang akan membentuk tatanan baru dan arsitektur masa depan kawasan serta dunia.

Saya, dengan penuh ketulusan dan keikhlasan, mengajak seluruh negara dan pemerintahan Islam kepada persahabatan dan kerja sama dalam kebajikan agar melalui sinergi bersama kita melangkah di jalan kemajuan umat Islam dan penyelesaian berbagai persoalan dunia Islam.

Yang pasti dalam hal ini adalah bahwa jarum waktu tidak akan bergerak mundur, dan bangsa-bangsa serta negeri-negeri kawasan tidak lagi akan menjadi perisai bagi pangkalan-pangkalan Amerika. Amerika bukan saja tidak lagi memiliki titik aman untuk melakukan kejahatan dan membangun pangkalan militer di kawasan, tetapi hari demi hari juga semakin menjauh dari posisi hegemoniknya yang dahulu.

Rezim Zionis yang rapuh, yakni kanker ganas bernama Israel, pun telah mendekati tahap akhir usia laknatnya. Dengan karunia Ilahi, sebagaimana pernyataan tegas dan visioner pemimpin agung yang syahid (semoga Allah menyucikan ruh sucinya) rezim itu tidak akan menyaksikan dua puluh lima tahun setelah pernyataan tersebut, insya Allah.

Karena itu, tahun ini persoalan bara’ah terhadap kaum musyrik memiliki arti yang berlipat ganda. Kedalaman dan cakupan bara’ah terhadap Amerika dan rezim Zionis melampaui ritual bara’ah di musim dan miqat haji semata. Di berbagai penjuru Iran dan dunia, bahkan setelah hari-hari mubarak ini berlalu, slogan “Maut bagi Amerika” dan “Maut bagi Israel” akan menjadi seruan umum umat Islam dan kaum tertindas dunia, khususnya generasi muda.

Baca juga: Haji sebagai Manifestasi Ketundukan kepada Allah dan Persatuan Umat Islam

Masa depan adalah milik umat Islam dan peradaban Islam baru. Masing-masing dari kita dapat memainkan peran sesuai kadar tekad, kapasitas, dan tanggung jawabnya dalam mewujudkan masa depan tersebut dan mendekatkannya.

Para peziarah dan jamaah haji Iran pada tahun ini memikul peran penting dan menonjol dalam menyampaikan narasi kemenangan perang pemaksaan ketiga kepada saudara-saudari Muslim lainnya serta menumbuhkan harapan mereka terhadap masa depan yang cerah.

Saya meminta seluruh jamaah haji yang mulia untuk bersungguh-sungguh berdoa demi percepatan kemunculan Sang Penyelamat umat manusia, Hazrat Baqiyyatullah (semoga Allah menyegerakan kemunculannya) serta mendoakan persatuan umat Islam, pembebasan Palestina dan Masjid Al-Aqsa, tersingkirnya penderitaan besar kaum Muslimin, dan tercapainya kemenangan akhir atas kesombongan global. Saya juga memohon agar saya turut diikutsertakan dalam doa-doa kebaikan kalian.

Ya Tuhan kami, limpahkan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Curahkan kasih sayang dan rahmat-Mu kepada para jamaah haji dan seluruh umat Islam. Karuniakan kepada mereka haji yang diterima. Terangilah hati mereka dengan cahaya makrifat dan bashirah. Teguhkan tekad dan kehendak mereka untuk bergerak di jalan perbaikan keadaan umat dan kemenangan akhir atas musuh-musuh Islam.

Ya Tuhan kami, limpahkan karunia dan rahmat-Mu yang luas kepada ruh-ruh suci para syuhada di jalan Allah, khususnya para syuhada Poros Perlawanan dan terutama pemimpin agung yang syahid.

Dan sampaikan pahala berlimpah dari haji para peziarah, ibadah para ahli ibadah, dan usaha para pejuang yang berada dalam bimbingan pemimpin umat kepada ruh malakutinya. Tolonglah bangsa Iran dan umat Islam dalam melanjutkan jalan dan cita-citanya.

Baca juga: Pesan Penting Rasulullah saw Saat Haji Wada

Ya Tuhan kami, limpahkan shalawat dan salam terbaik-Mu kepada junjungan dan pemimpin kami, Imam Mahdi al-Muntazhar (semoga shalawat dan salam Allah tercurah atas beliau dan para leluhurnya yang suci). Jadikan kami dan seluruh umat Islam termasuk dalam doa-doa sucinya yang mustajab. Terangilah dan hiasilah dunia dengan kehadiran beliau yang diberkahi sebagaimana telah Engkau janjikan.

Dan salam sejahtera atas seluruh saudara kami kaum Muslimin, beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya.

Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei

5 Khordad 1405 Hs
9 Dzulhijjah 1447 H
26 Masehi 2026 M

Baca juga: Imam Ali Khamenei: “Haji Menjadi Solusi Persoalan Umat Islam, Jika…”