Kegiatan ABI
Pesantren Tahfiz Difabel KH. Ahmad Luthfi Fathullah Sambut Kunjungan Pimwil Muslimah ABI DKI Jakarta

Jakarta, 27 Oktober 2026 — Pimpinan Wilayah Muslimah Ahlulbait Indonesia (Pimwil Muslimah ABI) DKI Jakarta mengunjungi Pesantren Tahfiz Difabel KH. Ahmad Luthfi Fathullah, Jakarta, Minggu, 25 Oktober 2026, untuk mempererat ukhuwah sekaligus mendukung penguatan pendidikan Al-Qur’an yang inklusif bagi santri tunarungu.
Dalam kunjungan tersebut, Muslimah ABI DKI Jakarta menghimpun donasi sebesar Rp8 juta yang direncanakan untuk pengadaan Al-Qur’an khusus tunarungu guna menunjang proses belajar dan menghafal Al-Qur’an bagi para santri.
Pesantren Tahfiz Difabel KH. Ahmad Luthfi Fathullah merupakan program pemberdayaan pendidikan BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta yang berdiri sejak 2022. Saat ini, pesantren tersebut membina 40 santri tunarungu pada jenjang SMP dan SMA/SMK di bawah kepemimpinan Ustadz Ayub Syahrul. Dalam pembelajaran Al-Qur’an, para santri menggunakan bahasa isyarat serta Al-Qur’an khusus isyarat untuk mendukung proses belajar dan menghafal ayat-ayat suci.
Ustadz Ayub Syahrul menjelaskan, “Anak-anak kita di sini adalah anak-anak spesial, penyandang tunarungu atau tuli yang diuji dengan keterbatasan pendengaran. Dalam keseharian dan pembelajaran Al-Qur’an, mereka menggunakan bahasa isyarat serta Al-Qur’an khusus isyarat,”

Pendidikan di pesantren ini diselenggarakan melalui tiga jalur utama, yakni pembelajaran kepesantrenan yang berfokus pada dasar-dasar ibadah sehari-hari, pendidikan formal, serta pengembangan keterampilan melalui pendidikan vokasi dan pelatihan. Pendidikan formal menggunakan Kurikulum Merdeka pada jenjang SMP dan SMA/SMK, sedangkan program keterampilan meliputi tata boga, barista, desain grafis, seni lukis, dan angklung. Berbagai kegiatan tersebut mendukung pengembangan potensi, kreativitas, serta kemandirian santri.
Potensi para santri juga tercermin melalui karya seni berupa lukisan dan kaligrafi. Karya-karya tersebut dilaporkan pernah terjual dengan nilai sekitar Rp50 juta dalam sebuah lelang tingkat nasional bersama Kementerian Keuangan. Dari hasil penjualan tersebut, separuh dialokasikan kepada santri pembuat karya, sedangkan separuh lainnya digunakan untuk mendukung operasional pesantren.
Seluruh biaya operasional, fasilitas, dan pendidikan santri ditanggung sepenuhnya oleh BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta sehingga para santri tidak dikenai biaya SPP maupun uang pendaftaran.
Baca juga:
- PSDM ABI Jawa Barat Bahas Perlindungan Hak Konstitusional dari Ancaman Persekusi
- Muslimah ABI Jatim Ajak Perempuan Berdamai dengan Diri, Bertumbuh, dan Berdampak
- Belajar tentang Cinta dan Kesabaran dari Kunjungan Muslimah ABI Jember ke SLB C TPA
- Muslimah ABI Kota Malang Gaungkan Salam Inklusi, Akses Pendidikan bagi Anak Disabilitas Jadi Sorotan

Donasi dan Penguatan Dakwah Inklusif
Donasi sebesar Rp8 juta yang dihimpun dalam kunjungan tersebut ditujukan untuk mendukung pengadaan Al-Qur’an khusus tunarungu. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kegiatan pembelajaran dan hafalan Al-Qur’an bagi para santri.
Ketua Pimwil Muslimah ABI DKI Jakarta, Margiati Ismail, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi sekaligus belajar dari ketekunan para santri dalam mempelajari Al-Qur’an.
“Kami belajar bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menjadi penjaga Al-Qur’an. Kami melihat sendiri bagaimana adik-adik menghafal dengan bahasa isyarat, dengan kesabaran dan semangat yang mungkin melebihi kami yang diberi kemudahan,” ujarnya.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Ketua DPD ABI Jakarta Selatan, Ustadz Syech Al Hamid. Ia menyampaikan kesan dan apresiasinya terhadap semangat para santri serta ketulusan pengajar dalam mendampingi mereka.
“Ini pertama kalinya saya berkunjung ke tempat seperti ini. Masya Allah, dengan semangat anak-anak, kemudian kesabaran dan keikhlasan yang saya lihat dari Ustadz Ayub, memancarkan aura positif, aura iman, dan aura ketakwaan,” ungkapnya.

Muslimah ABI DKI Jakarta menghimpun donasi Rp8 juta dan menjajaki kolaborasi pelatihan vokasi untuk mendukung kemandirian santri difabel.
Selain mempererat ukhuwah, kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dakwah inklusif sekaligus membuka ruang dukungan bagi pendidikan keagamaan yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, termasuk doa agar Muslimah ABI senantiasa istiqamah dalam menjalankan kegiatan dakwah dan para santri memperoleh keberhasilan dalam menempuh pendidikan serta menghafal Al-Qur’an.
Ke depan, kedua pihak berharap dapat menjajaki kerja sama dalam pengembangan keterampilan santri, termasuk melalui pelatihan memasak dan pembuatan kue, guna mendukung kemandirian dan peningkatan kapasitas mereka. []
Baca juga:







