Daerah
Menyemai Kesadaran Mahdawi dari Garut: Muslimah ABI Perkuat Peran Perempuan dan Dakwah Sosial di Cirangkong

Garut, 19 Mei 2026 — Di tengah kebutuhan akan penguatan peran perempuan dalam kehidupan umat, Pimpinan Cabang Muslimah Ahlulbait Indonesia (Muslimah ABI) Kabupaten Garut menggelar kunjungan silaturahmi ke Yayasan Syarif Aunillah Cirangkong, Kabupaten Garut, pada Minggu (17/5/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda pertemuan antarkomunitas muslimah, tetapi juga ruang konsolidasi gagasan, penguatan nilai-nilai Mahdawi, dan peneguhan tanggung jawab sosial perempuan Muslim dalam menghadapi tantangan zaman.
Baca juga: TOT Monev Dasar Bekali Kader Muslimah ABI Kabupaten Pasuruan Kuasai Monitoring dan Evaluasi

Silaturahmi Muslimah ABI Garut berlangsung hangat dengan materi tentang masyarakat Mahdawi serta pentingnya peran perempuan dalam kehidupan umat. (Dok. ABI)
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai jalannya acara yang dihadiri para muslimah dari lingkungan Cirangkong dan sekitarnya. Diskusi berlangsung hidup sejak awal, menandai tingginya antusiasme peserta terhadap tema-tema pembinaan umat dan penguatan gerakan perempuan berbasis nilai-nilai Ahlul Bait.
Materi pertama disampaikan oleh Ustadzah Rafiqo selaku perwakilan tuan rumah dengan mengangkat tema “Masyarakat Mahdawi”. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa penantian terhadap Imam Zaman afs bukan hanya keyakinan spiritual yang bersifat personal, melainkan harus melahirkan kesadaran sosial dan gerakan nyata dalam membangun masyarakat yang adil, berilmu, dan berakhlak.
Ia juga menyoroti posisi strategis perempuan dalam membentuk arah peradaban umat. Menurutnya, perempuan tidak dapat diposisikan hanya sebagai pelengkap dalam kehidupan sosial, melainkan sebagai subjek penting dalam pendidikan, pembentukan karakter masyarakat, hingga kesadaran politik umat. Keteladanan Sayyidah Fatimah az-Zahra dan Sayyidah Zainab sa disebutnya sebagai fondasi moral dan historis bagi lahirnya perempuan-perempuan tangguh yang mampu menjaga nilai dan memperjuangkan kebenaran di tengah perubahan zaman.
Baca juga: Perisai, Rumah Sewaan, dan Keluarga yang Mengubah Cara Pandang tentang Pernikahan
Sementara itu, Lela Nurlaela selaku perwakilan pengurus Pimcab Muslimah ABI Kabupaten Garut menyampaikan sosialisasi mengenai Muslimah ABI, mulai dari visi, misi, hingga arah gerak organisasi dalam membangun pembinaan muslimah secara berkelanjutan. Ia juga memperkenalkan SIANGGA sebagai salah satu instrumen penguatan jaringan dan kaderisasi Muslimah ABI di tingkat masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Lela mengajak para muslimah di Cirangkong untuk mengambil bagian secara aktif dalam gerakan penantian Imam Zaman afs melalui kontribusi sosial, peningkatan kapasitas diri, dan keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan pembinaan Muslimah ABI. Ajakan itu disampaikan dengan penekanan bahwa perubahan sosial tidak lahir dari sikap pasif, melainkan dari komunitas yang sadar, terorganisasi, dan memiliki visi keumatan.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari para peserta. Antusiasme yang tampak sepanjang acara memperlihatkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang-ruang pembinaan yang tidak hanya menghadirkan penguatan spiritual, tetapi juga memperluas kesadaran sosial dan peran perempuan dalam kehidupan umat.
Baca juga: TOT Monev Dasar Bekali Kader Muslimah ABI Kabupaten Pasuruan Kuasai Monitoring dan Evaluasi
Melalui silaturahmi ini, Muslimah ABI Kabupaten Garut menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan dakwah, memperkuat jaringan pembinaan muslimah, serta menghadirkan gerakan sosial-keagamaan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dari ruang sederhana di Cirangkong, semangat itu tumbuh: membangun perempuan berkesadaran, memperkuat umat, dan menyemai nilai-nilai Mahdawi dari akar komunitas. []
Baca juga: ABI Kota Malang Perkuat Kolaborasi Pendidikan Bersama BSPP Pelita Hidayah







