Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Militer Yaman Desak Pasukan Pro-Saudi di Taiz Menyerah sebelum Terlambat

Published

on

Angkatan Bersenjata Yaman mendesak kelompok bersenjata pro-Saudi di Taiz menyerah, menerima upaya perdamaian lokal, dan memanfaatkan kebijakan amnesti presiden.
Angkatan Bersenjata Yaman mendesak kelompok bersenjata pro-Saudi di Taiz menyerah, menerima upaya perdamaian lokal, dan memanfaatkan kebijakan amnesti presiden.

MEDIA ABI, 16 Oktober 2026 – Angkatan Bersenjata Yaman kembali mendesak kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Arab Saudi di Kota Taiz agar menyerah dan memanfaatkan kebijakan amnesti presiden. Mereka juga memperingatkan agar kelompok tersebut tidak mengorbankan nyawa demi membela kepentingan Riyadh.

Menurut laporan Kantor Berita Tasnim pada Jumat (16/10/2026), seorang sumber militer Yaman mengatakan bahwa pasukan yang berafiliasi dengan Saudi diminta menerima upaya perdamaian yang digagas tokoh dan pemuka masyarakat setempat.

Baca juga: Rudal Ansarullah Jadi Mimpi Buruk Ambisi Bin Salman

Desakan itu disampaikan sebagai upaya menyelamatkan nyawa sekaligus membuka jalan bagi pemulihan keamanan di Taiz.

Militer Yaman Soroti Penutupan Jalur Taiz

Sumber militer tersebut juga meminta kelompok pro-Saudi berhenti menutup akses menuju Taiz dan tidak menghalangi inisiatif pejabat setempat untuk membuka jalur aman bagi warga sipil.

Militer Yaman menuduh kelompok bersenjata itu berupaya menggunakan kota dan penduduknya sebagai tameng manusia. Mereka menegaskan akan berdiri bersama warga Taiz dalam menghadapi kelompok tersebut, yang dituduh telah melakukan ratusan pelanggaran terhadap penduduk setempat.

Baca juga: Ulama Sunni Desak Presiden Azerbaijan Hentikan Pembatasan Siswi Berjilbab

Seruan Memanfaatkan Amnesti Presiden

Angkatan Bersenjata Yaman kembali meminta anggota kelompok yang disebut telah terpengaruh atau terseret ke dalam konflik agar memanfaatkan kebijakan amnesti presiden sebelum terlambat.

Mereka memperingatkan bahwa para anggota kelompok tersebut tidak seharusnya mempertaruhkan nyawa untuk membela kepentingan Arab Saudi.

Tasnim tidak merinci jumlah anggota kelompok yang diminta menyerah maupun perkembangan terbaru upaya perdamaian dan pembukaan jalur aman di Taiz. []

Baca juga: Mantan Duta Besar Inggris: Trump Tak Memahami Sejarah Peradaban Iran