Internasional
Yaman: Arab Saudi Harus Menanggung Konsekuensi Militerisasi Laut Merah

Media ABI, 23 Oktober 2026 – Kementerian Luar Negeri Yaman pada Kamis (22/10/2026) mengecam keras kebijakan Arab Saudi yang dituding menyebabkan kematian nelayan Yaman serta menyerang kapal wisata asing di Laut Merah.
Dilansir Kantor Berita Farsnews pada Jumat (23/10/2026), dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut menyebut Arab Saudi kembali melakukan tindakan serupa setelah insiden terhadap nelayan Yaman di pesisir Al-Kadahah. Kali ini, menurut pernyataan itu, Arab Saudi membombardir sebuah kapal wisata di dekat Pulau Zuqar, Laut Merah, hingga menyebabkan sejumlah warga negara India tewas dan terluka.
Baca juga: Rusia Peringatkan NATO soal Kaliningrad, Sebut Senjata Nuklir sebagai Opsi
Pihak Sanaa menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman segera bertindak untuk menyelamatkan para penyintas yang masih dapat dievakuasi dari kapal yang menjadi sasaran serangan tersebut.
Kementerian itu menilai pengulangan insiden semacam ini mencerminkan kegagalan Arab Saudi sekaligus upayanya untuk memiliterisasi Laut Merah.
Beberapa jam sebelum pernyataan tersebut, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengumumkan bahwa pasukan Arab Saudi telah menyerang sebuah kapal wisata India di dekat Pulau Zuqar, wilayah Yaman di Laut Merah.
Menurut Saree, berdasarkan informasi awal, kapal tersebut membawa 14 warga negara India. Ia menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman telah menyelamatkan para penumpang dan akan menyampaikan informasi lebih lanjut kemudian.
Saree memperingatkan bahwa tindakan Arab Saudi itu mengancam pelayaran internasional di Laut Merah. Ia pun mendesak masyarakat internasional untuk menghentikan tindakan yang disebutnya sebagai aksi nekat Arab Saudi.
Baca juga: Kedubes Iran Bantah Laporan Teheran Siapkan Operasi Maritim di Asia, Selat Malaka dan Tanjung Priok
Kementerian Luar Negeri Yaman menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman bukan ancaman bagi navigasi internasional. Menurut Sanaa, setelah mengalami kegagalan di medan perang, Arab Saudi berupaya memicu eskalasi dan aksi saling balas melalui tindakan yang disebut Yaman sebagai kejahatan di laut.
Langkah tersebut, menurut kementerian itu, bertujuan memancing intervensi internasional agar Arab Saudi dapat keluar dari kebuntuan yang dihadapinya.
Yaman mengingatkan negara-negara di dunia agar tidak terjebak dalam strategi yang dituduhkan kepada Riyadh tersebut.
Menutup pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Yaman menegaskan bahwa tidak ada ancaman terhadap pelayaran internasional di Laut Merah dari pihak Yaman. Arab Saudi, tegas kementerian itu, harus menanggung konsekuensi dari militerisasi kawasan tersebut. []
Baca juga: 70 Persen Pemilih AS Desak Kongres Baru Akhiri Perang dengan Iran







