Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Turki al-Faisal Sebut Israel Berusaha Seret Saudi ke Perang Melawan Iran

Published

on

Mantan Kepala Intelijen Arab Saudi Turki al-Faisal menyampaikan pernyataan terkait risiko perang regional dengan Iran. (Foto: Farsnews Agency)

Ahlulbait Indonesia | 14 Mei 2026 — Mantan Kepala Intelijen Arab Saudi Turki al-Faisal mengungkap bahwa Israel berupaya menyeret Riyadh ke dalam perang melawan Iran, namun Arab Saudi memilih menghindari konfrontasi militer demi mencegah kehancuran kawasan Teluk.

Dalam pernyataannya yang dikutip Fars News Agency pada Kamis (14/5/2026), Turki al-Faisal melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Israel dan menyebut Tel Aviv berusaha memicu perang regional demi memperkuat hegemoninya di Timur Tengah.

Baca juga: Menag Berharap Keputusan Saudi Soal Haji Akhiri Polemik

Ia mengatakan Arab Saudi memilih jalur diplomasi dan menahan diri untuk menyelamatkan kawasan Teluk Persia dari konflik yang dapat mengancam energi, minyak, dan stabilitas regional.

“Sejak dimulainya perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, muncul banyak suara di media kawasan dan Barat yang mempertanyakan posisi Arab Saudi dalam perang ini,” kata Turki al-Faisal.

Menurutnya, Riyadh sejak awal berupaya mencegah perang pecah dan kemudian melakukan berbagai langkah diplomatik intensif untuk menghentikan konflik tanpa menciptakan kegaduhan politik maupun manuver oportunistik.

Turki al-Faisal juga secara terbuka mengakui bahwa perang langsung dengan Iran dapat membawa dampak sangat besar bagi Arab Saudi.

“Jika Arab Saudi memutuskan membalas Iran dan menargetkan fasilitas serta kepentingan Iran, kemungkinan besar hasilnya adalah kehancuran fasilitas minyak dan instalasi desalinasi air di sepanjang pesisir Teluk bahkan hingga ke wilayah pedalaman Arab Saudi,” ujarnya.

Turki al-Faisal

Mantan Kepala Intelijen Arab Saudi Turki al-Faisal mengungkap upaya Israel menyeret Riyadh ke perang melawan Iran.

Ia menilai keberhasilan Israel menyeret Arab Saudi ke dalam perang dengan Iran akan mengubah kawasan menjadi medan kehancuran besar dan menewaskan ribuan warga dalam konflik yang menurutnya bukan kepentingan Riyadh.

Baca juga: Ketika Amerika Kehilangan Mata dan Otaknya di Prince Sultan Air Base, Arab Saudi

Turki al-Faisal mengatakan jika skenario tersebut terjadi, Israel akan mampu memaksakan kehendaknya atas kawasan dan menjadi satu-satunya aktor dominan di Timur Tengah.

Mantan pejabat intelijen Saudi itu juga memuji Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) yang disebutnya berhasil menjauhkan kerajaan dari dampak destruktif perang melalui “kebijaksanaan dan pandangan jauh ke depan”.

Ia menambahkan bahwa Arab Saudi bersama Pakistan kini berupaya meredakan konflik dan mengendalikan eskalasi di kawasan.

Pernyataan Turki al-Faisal dinilai sebagai salah satu pengakuan paling terbuka dari tokoh senior Saudi mengenai besarnya kemampuan militer Iran dan potensi ancaman terhadap infrastruktur vital Arab Saudi apabila perang regional benar-benar pecah.

Ketegangan kawasan meningkat sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari 2026 yang kemudian memicu kekhawatiran global terhadap keamanan energi dan stabilitas Timur Tengah. []

Baca juga: Ansarullah Peringatkan Saudi–UEA: Tutup Pangkalan AS atau Hadapi Risiko Perang