Internasional
Media AS Soroti Kondisi Fisik Trump saat Kunjungan ke China

Ahlulbait Indonesia | 14 Mei 2026 — Media Amerika Serikat The Daily Beast menyoroti kondisi fisik Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama kunjungan resminya ke China setelah muncul perhatian terhadap memar di tangan kanan Trump.
Dalam laporannya pada Kamis (14/5/2026), The Daily Beast menyebut masalah kesehatan kronis Trump kembali menjadi perhatian publik di tengah lawatan luar negeri yang semula dimaksudkan untuk menampilkan citra kekuatan Amerika Serikat.
Baca juga: Berangkat ke China, Trump Tulis Surat Rahasia Jika Dirinya Tewas atau Terbunuh

Donald Trump dan Xi Jinping (Aaron Rupar)
Trump yang berusia 79 tahun sebelumnya mengatakan kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih bahwa Amerika Serikat dan China merupakan dua kekuatan terbesar dunia.
“Kami adalah dua negara adidaya. Kami adalah negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia dan China berada di posisi kedua,” kata Trump sebelum keberangkatannya menuju Beijing.
Namun menurut laporan tersebut, perhatian publik justru beralih ketika Trump tiba di ibu kota China pada Rabu (14/5/2026) dengan kondisi tangan yang disebut mengalami memar.
The Daily Beast juga menyoroti unggahan jurnalis Amerika Aaron Rupar di platform X pada Kamis yang memperlihatkan foto tangan Trump dengan urat menonjol dan perubahan warna pada kulit tangannya.
Media tersebut menilai Trump tetap berusaha menampilkan citra dominan ketika berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan resmi di Beijing.
Menurut laporan itu, Gedung Putih selama ini kerap menjelaskan memar di tangan Trump sebagai akibat intensitas jabat tangan yang tinggi dalam aktivitas publiknya.
Baca juga: Mantan Diplomat AS Sebut Tuntutan Trump agar Iran Menyerah “Menggelikan”

Memar tangan Trump (Aaron Rupar)
The Daily Beast juga mengingatkan bahwa situasi serupa pernah menjadi perhatian saat Trump bertemu Raja Inggris Charles III beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut, memar berwarna ungu di tangan kanan Trump disebut tetap terlihat meski telah ditutupi lapisan riasan.
Menanggapi sorotan tersebut, juru bicara Gedung Putih Davis Ingle membela kondisi kesehatan Trump dan menyebut presiden Amerika Serikat itu sebagai sosok yang tetap aktif serta energik.
“Presiden Trump adalah presiden paling tajam, paling mudah diakses, dan paling energik dalam sejarah Amerika. Ia bertemu dan berjabat tangan dengan lebih banyak warga Amerika dibanding presiden mana pun dalam sejarah,” kata Ingle kepada The Daily Beast.
Gedung Putih juga menegaskan bahwa aktivitas publik Trump yang padat menjadi penyebab utama kondisi memar di tangannya.
Sorotan terhadap kondisi fisik Trump muncul di tengah meningkatnya perhatian publik Amerika Serikat terhadap usia dan kesehatan para pemimpin politik menjelang dinamika politik nasional yang semakin memanas. []
Baca juga: Trump Akui Kirim Senjata ke Iran untuk Kerusuhan dan Terorisme



