Internasional
Bom Amerika Jadikan Pesta Pernikahan di Iran Tragedi Berdarah

Media ABI, 5 September 2026 – The Telegraph melaporkan bahwa analisis para ahli senjata dan bukti dari lokasi menunjukkan tempat berlangsungnya sebuah pesta pernikahan di Kota Koohestak, Iran selatan, kemungkinan besar dihantam langsung oleh munisi Amerika Serikat.
Baca juga: Tembakan Iran Lolos dari Jaringan Pengawasan Amerika Serikat
Menurut laporan The Telegraph yang dikutip Mehr News pada Sabtu (5/9/26), sekitar 350 perempuan dan anak-anak berada di dalam sebuah bangunan tempat tinggal ketika pesta pernikahan berlangsung. Ledakan kemudian menghantam bangunan tersebut, merobohkan atap dan menyebabkan sejumlah tamu tertimbun reruntuhan.
Pola Kerusakan Mengarah pada Hantaman Langsung
Analisis terhadap foto dan rekaman video dari lokasi menunjukkan sebuah munisi udara berpemandu berbobot sekitar 500 kilogram kemungkinan menghantam bangunan secara langsung. Para ahli senjata yang menelaah bukti visual tersebut menilai pola kehancuran bangunan lebih sesuai dengan dampak hantaman langsung daripada serpihan dari serangan terhadap sasaran lain di sekitarnya.
Bangunan tempat pesta berlangsung berada sekitar 135 meter dari sebuah menara telekomunikasi yang, menurut klaim pejabat Amerika Serikat, menjadi salah satu sasaran serangan pada 1 September. Namun, tingkat dan pola kerusakan pada lokasi pesta, menurut para ahli yang dikutip The Telegraph, tidak sesuai dengan dugaan bahwa bangunan tersebut hanya terkena serpihan dari serangan terhadap menara telekomunikasi.
Sejumlah ahli mengaitkan serpihan yang ditemukan di lokasi dengan jenis munisi berpemandu yang digunakan militer Amerika Serikat. Berdasarkan sudut dan titik benturan, mereka juga menilai kecil kemungkinan kerusakan tersebut disebabkan oleh rudal pertahanan udara atau rudal Iran yang menyimpang dari sasaran.
Lima Orang Tewas dalam Serangan
Sedikitnya lima orang dilaporkan meninggal dalam serangan tersebut dan lebih dari 60 lainnya terluka. Di antara korban terdapat seorang anak berusia empat tahun dan seorang remaja berusia 16 tahun. Seorang perempuan berusia 22 tahun kemudian meninggal dunia di rumah sakit akibat luka yang dideritanya.
Baca juga: The New Republic: Delusi Kemenangan Trump Lebih Berbahaya dari Kebohongannya
Seorang warga setempat mengatakan serangan itu akan lebih mudah diterima jika yang terkena adalah sebuah pangkalan militer. Namun, menurutnya, lokasi tersebut merupakan tempat berlangsungnya pesta pernikahan, sehingga kegembiraan masyarakat berubah menjadi duka.
AS Belum Akui Tanggung Jawab
Amerika Serikat belum mengakui bertanggung jawab atas serangan langsung terhadap pesta pernikahan tersebut. Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan Washington masih menyelidiki insiden itu dan mengklaim militer Amerika tidak dengan sengaja menargetkan warga sipil. Pemerintah Amerika juga sedang mempertimbangkan kemungkinan terjadinya kesalahan.
Serangan di Koohestak terjadi dalam gelombang serangan Amerika terhadap Iran selatan pada 1 September. Washington sebelumnya menyatakan operasi tersebut menargetkan fasilitas militer, termasuk sistem pertahanan udara, radar, dan infrastruktur komunikasi. The Telegraph menyatakan bahwa temuan para ahli independen, bersama foto dan bukti dari lokasi, memperkuat kemungkinan sebuah munisi Amerika menghantam langsung bangunan tempat pesta berlangsung. Namun, belum diketahui apakah bangunan itu dipilih sebagai sasaran militer atau terkena serangan akibat kesalahan operasional.
Laporan mengenai insiden tersebut, sebagaimana disebut dalam naskah sumber, tidak hanya didasarkan pada keterangan pejabat Iran. The New York Times, Reuters, dan Associated Press juga disebut telah menelaah foto, rekaman video, serta sisa munisi yang berkaitan dengan serangan di Koohestak. []
Baca juga: Dari Minab hingga Sirik, Serangan AS dan Korban Warga Sipil Iran







