Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Bernie Sanders Desak Trump: Akhiri Perang Ini

Published

on

Senator Amerika Serikat Bernie Sanders menyerukan kepada Presiden Donald Trump untuk segera mengakhiri perang terhadap Iran.
Senator Amerika Serikat Bernie Sanders menyerukan kepada Presiden Donald Trump untuk segera mengakhiri perang terhadap Iran.

Ahlulbait Indonesia, 9 Juli 2026 – Senator Partai Demokrat Amerika Serikat, Bernie Sanders, mendesak Presiden Donald Trump segera mengakhiri perang terhadap Iran. Menurut Sanders, keputusan Washington kembali melancarkan serangan militer hanya akan menambah korban jiwa, membebani pembayar pajak, dan tidak membuat Amerika Serikat lebih aman. Pernyataan itu disampaikan melalui akun X pada Kamis (9/7/2026), sebagaimana dilaporkan IRNA.

“Perang Trump yang tidak beralasan dan keliru terhadap Iran tidak akan membuat Amerika lebih kuat. Perang ini hanya akan merenggut lebih banyak nyawa dan menghabiskan lebih banyak uang para pembayar pajak,” tulis Sanders.

Baca juga: Trump Nyatakan Nota Kesepahaman Islamabad Berakhir

Ia juga mengkritik keputusan Trump yang mengakhiri gencatan senjata dengan Iran meski belum genap satu bulan sejak kesepakatan tersebut diumumkan.

“Akhiri perang ini,” tegas Sanders.

Sebelumnya, Trump menyatakan nota kesepahaman dan gencatan senjata antara Washington dan Teheran telah berakhir. Dalam pernyataannya di sela-sela KTT NATO di Ankara, Trump juga menyebut dialog dengan Iran hanya membuang waktu, meskipun tetap memberi kewenangan kepada utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, untuk melanjutkan jalur diplomasi.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi telah melancarkan serangan baru terhadap sejumlah sasaran di Iran atas perintah Trump. CENTCOM mengklaim operasi tersebut bertujuan mengurangi kemampuan Iran mengancam kebebasan pelayaran di Selat Hormuz serta merupakan respons atas dugaan serangan terhadap kapal-kapal dagang.

Iran membantah tuduhan tersebut. Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah melancarkan operasi gabungan rudal dan pesawat nirawak yang, menurut klaimnya, menghantam 85 fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait serta menembak jatuh satu pesawat nirawak MQ-9.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan serangan Amerika Serikat merupakan pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan nota kesepahaman penghentian perang yang sebelumnya disepakati antara Washington dan Teheran. []

Baca juga: 8 Personel IRGC Gugur akibat Serangan AS di Bandar Abbas dan Bushehr