Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Pete Hegseth Sebut Iran “Salah Memilih” Usai Gelombang Ketiga Serangan AS

Published

on

Pete Hegseth menyebut Iran telah mengambil "pilihan yang salah" setelah gelombang ketiga serangan AS dimulai.
Pete Hegseth menyebut Iran salah memilih usai gelombang ketiga serangan AS. (Foto: Press TV)

Ahlulbait Indonesia, 12 Juli 2026 – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyatakan Iran telah mengambil “pilihan yang salah” setelah Washington melancarkan gelombang ketiga serangan terhadap wilayah Republik Islam. Kantor Berita IRNA, Minggu, 12 Juli 2026, menilai pernyataan tersebut sebagai upaya pemerintah Amerika Serikat mengalihkan tanggung jawab atas kembali meningkatnya eskalasi militer setelah pelanggaran gencatan senjata dan Kesepahaman Islamabad.

Melalui akun resminya di platform X, Hegseth membagikan ulang pernyataan Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengenai dimulainya operasi terbaru terhadap Iran.

“Iran membuat pilihan yang salah. Sekarang mereka membayar harganya.”

Baca juga: Donald Trump Perintahkan Gelombang Ketiga Serangan ke Iran

Pernyataan itu disampaikan tidak lama setelah CENTCOM mengumumkan dimulainya gelombang ketiga operasi militer terhadap Iran pada Sabtu malam waktu Pantai Timur Amerika Serikat. Menurut militer AS, operasi tersebut dilaksanakan atas perintah Presiden Donald Trump.

Washington mengklaim serangan itu dipicu insiden yang melibatkan kapal kontainer JFS Galaxy berbendera Siprus di Selat Hormuz. Menurut CENTCOM, satu awak kapal dilaporkan hilang, sementara kapal mengalami kebakaran dan kerusakan pada ruang mesin sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran.

Iran memberikan penjelasan berbeda. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebelumnya menyatakan kapal tersebut dikenai tembakan peringatan setelah mengabaikan instruksi untuk memasuki koridor pelayaran yang telah ditetapkan dan tetap bergerak melalui jalur yang dinilai tidak sah.

IRGC juga menyebut kapal itu mematikan sistem identifikasi otomatis sehingga membahayakan keselamatan pelayaran. Setelah beberapa kali mengabaikan peringatan untuk mengubah haluan, kapal tersebut dihentikan melalui tembakan peringatan.

Dalam pernyataan yang sama, IRGC menegaskan penutupan Selat Hormuz tetap berlaku hingga Amerika Serikat mengakhiri intervensinya di kawasan. Korps Garda Revolusi juga memperingatkan bahwa setiap operasi militer baru yang menjadikan insiden tersebut sebagai alasan akan dibalas dengan respons yang lebih keras, termasuk penargetan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.

Menurut IRNA, rangkaian pernyataan dari Washington dan Teheran menunjukkan perbedaan tajam dalam menjelaskan penyebab eskalasi terbaru yang kembali meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk. []

Baca juga: Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Timur Tengah