Internasional
Mantan Pendukung MAGA Kecam Trump, Sebut “Serigala Berbulu Domba”

Media ABI, 16 Oktober 2026 – Marjorie Taylor Greene, mantan anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Republik yang pernah mendukung Donald Trump, menyebut Presiden AS itu sebagai “serigala berbulu domba”. Kritik tersebut disampaikan setelah ia mengecam tindakan sejumlah pendukung Trump yang menyerang seorang perempuan dalam sebuah acara kampanye.
Menurut laporan Kantor Berita Fars pada Jumat (16/10/2026), perempuan tersebut mengenakan kaus bertuliskan “Rilis Berkas Epstein” untuk menuntut publikasi dokumen terkait Jeffrey Epstein. Dalam unggahannya di media sosial X, Greene mengecam tindakan kekerasan terhadap perempuan itu.
Baca juga: Rudal Ansarullah Jadi Mimpi Buruk Ambisi Bin Salman
Greene menulis bahwa gerakan Make America Great Again (MAGA) yang tersisa saat ini terasa menjijikkan dan tidak lagi dikenalnya, meskipun dahulu ia berulang kali menghadiri rapat umum Trump.
Greene juga menyoroti respons Trump terhadap insiden tersebut. Alih-alih membela perempuan yang menjadi sasaran serangan, Trump disebut mengejek penampilannya dengan menyebutnya “gemuk” dan mengklaim bahwa ia merupakan demonstran kaya.
Menurut Greene, perempuan itu justru diusir dari lokasi acara, sementara para pria yang menyerangnya diizinkan tetap berada di sana. Ia menilai perlakuan tersebut mencerminkan perubahan nilai dalam gerakan MAGA.
Greene Kritik Perubahan Sikap Pendukung MAGA
Greene membandingkan situasi saat ini dengan rapat umum Trump pada masa sebelumnya. Menurutnya, acara-acara tersebut dahulu dihadiri orang-orang yang menuntut publikasi berkas Epstein, membela perempuan, dan turun tangan ketika seorang perempuan diserang.
Ia menuduh sebagian pendukung Trump kini meniru perilaku pemimpin mereka dengan menyerang perempuan, mengejek penampilan korban, dan justru menyasar orang-orang yang dianggap menjadi korban para elite.
Baca juga: Ulama Sunni Desak Presiden Azerbaijan Hentikan Pembatasan Siswi Berjilbab
Greene juga mempertanyakan klaim gerakan MAGA mengenai komitmen terhadap nilai-nilai Kristen. Ia menyebut gerakan tersebut sebagai “sekte yang buruk dan aneh” karena, menurutnya, perilaku sebagian pendukungnya tidak sejalan dengan nilai-nilai yang mereka akui.
Pada akhir unggahannya, Greene mengutip ajaran Kristen untuk menilai seseorang dari perbuatannya. Ia menyebut hasilnya sebagai “buah yang busuk” dan menggambarkan Trump sebagai “serigala berbulu domba” yang menyesatkan para pengikutnya.
Kritik tersebut memperlihatkan keretakan antara Greene dan gerakan politik yang pernah ia dukung. Pernyataan mengenai insiden di acara kampanye serta penilaian terhadap Trump dalam laporan ini merujuk pada unggahan Greene sebagaimana dikutip Fars. []
Baca juga: Mantan Duta Besar Inggris: Trump Tak Memahami Sejarah Peradaban Iran







