Internasional
Yaman Bantah Klaim Serangan ke Madinah, Sebut Arab Saudi Berbohong

MEDIA ABI, 16 Oktober 2026 – Angkatan Bersenjata Yaman membantah klaim Arab Saudi mengenai serangan rudal jelajah yang disebut mengarah ke Madinah beberapa hari lalu. Menurut laporan Kantor Berita Fars pada Jumat (16/10/2026), bantahan itu disampaikan setelah Riyadh mengumumkan telah mencegat sebuah rudal jelajah yang menuju kota suci tersebut.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, menyebut klaim Saudi sebagai “kebohongan besar dan nyata”. Ia menegaskan bahwa Yaman tidak melancarkan operasi untuk menyerang wilayah Arab Saudi pada waktu yang dimaksud.
Baca juga: Militer Yaman Tembak Jatuh Drone Pengintai Saudi di Hajjah
Sebelumnya, militer Yaman memperingatkan bahwa penerbangan menuju bandara-bandara Saudi berisiko akibat situasi keamanan. Namun, Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan bahwa bandara dan wilayah udara di sekitar tempat-tempat suci di Makkah dan Madinah tidak termasuk sasaran operasi militernya sebagai respons terhadap agresi koalisi pimpinan Arab Saudi.
Yaman Tegaskan Tujuan Operasi terhadap Saudi
Presiden Yaman Mahdi al-Mashat menyebut operasi militer terhadap Arab Saudi sebagai tindakan yang “bijaksana dan dapat dibenarkan”. Menurutnya, operasi tersebut bertujuan mendorong pemerintah Saudi menghentikan agresi dan blokade terhadap Yaman.
Al-Mashat menegaskan bahwa jalan keluar dari konflik adalah mengakhiri agresi dan blokade Saudi. Ia menyatakan perjuangan Yaman diarahkan untuk mengakhiri blokade yang disebut telah berlangsung selama 12 tahun, merebut kembali sumber daya nasional, serta mengusir pihak-pihak yang disebutnya sebagai penjajah dari wilayah Yaman.
Klaim Saudi mengenai rudal yang mengarah ke Madinah dan bantahan Yaman belum dapat diverifikasi secara independen berdasarkan informasi yang tersedia dalam laporan sumber.
Baca juga: Ulama Sunni Desak Presiden Azerbaijan Hentikan Pembatasan Siswi Berjilbab
Yaman Laporkan 42 Serangan Udara Saudi
Di tengah ketegangan tersebut, koresponden jaringan Al Mayadeen di Yaman melaporkan serangkaian serangan udara Saudi ke sejumlah wilayah negara itu dalam beberapa jam terakhir.
Menurut laporan tersebut, Angkatan Bersenjata Yaman mencatat 42 serangan udara Saudi. Sebagian besar dilaporkan menyasar Sana’a, Provinsi Taiz, Lahij, dan Pulau Mayyun.
Laporan sumber tidak merinci jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan udara tersebut. []
Baca juga: Mantan Duta Besar Inggris: Trump Tak Memahami Sejarah Peradaban Iran







