Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Ulama Sunni Desak Presiden Azerbaijan Hentikan Pembatasan Siswi Berjilbab

Published

on

Ulama Sunni Iran, Sharif Saedi, mendesak Ilham Aliyev menghentikan pembatasan terhadap siswi berjilbab di Azerbaijan.
Ulama Sunni Iran, Sharif Saedi, mendesak Ilham Aliyev menghentikan pembatasan terhadap siswi berjilbab di Azerbaijan.

MEDIA ABI, 16 Oktober 2026 – Ulama Sunni dari Marivan, Iran, Mamosta Sharif Saedi, mengecam pembatasan terhadap siswi berjilbab di Azerbaijan dan mendesak Presiden Ilham Aliyev meninjau kebijakan tersebut. Menurutnya pembatasan itu melanggar hak keagamaan umat Islam.

Dalam wawancara dengan Kantor Berita Farsnews di Sanandaj yang diterbitkan pada Jumat (16/10/2026), Saedi menegaskan bahwa jilbab merupakan simbol identitas dan kepribadian Muslim. Karena itu, pembatasan pemakaiannya, terlebih jika berdampak pada akses pendidikan, melanggar hak keagamaan dan moral.

Baca juga: Mantan Duta Besar Inggris: Trump Tak Memahami Sejarah Peradaban Iran

Imam salat Jumat Masjid Jami Quba Baharan di Marivan itu menyerukan kepada ulama, tokoh agama, dan umat Islam untuk membela siswi yang menghadapi pembatasan pendidikan karena mengenakan jilbab. Menurutnya, persoalan tersebut perlu ditindaklanjuti agar perlakuan serupa tidak terulang.

Kepada para Muslimah di Azerbaijan dan umat Islam di seluruh dunia, Saedi berpesan agar tetap teguh menjalankan keyakinan dan ibadah.

“Jangan mundur dari pendirian, pengamalan keyakinan, dan ibadah kalian yang mulia. Allah akan menjadi penolong dan pelindung kalian, sedangkan kekalahan dan keputusasaan akan menimpa musuh-musuh Islam,” ujarnya.

Saedi menegaskan bahwa pembelaan terhadap hak umat Islam tidak mengenal batas geografis, etnis, mazhab, maupun politik. Menurut dia, umat Islam berkewajiban membela siapa pun yang tertindas dan kehilangan haknya.

Dia juga menolak pembatasan jilbab atas nama kebebasan. Menurutnya, kebijakan semacam itu justru merampas kebebasan dan melanggar hak orang lain.

Baca juga: Militer Yaman Tembak Jatuh Drone Pengintai Saudi di Hajjah

Saedi meminta Aliyev mengakui kekeliruan dalam perlakuan terhadap siswi Muslim, meminta maaf kepada mereka yang terdampak, dan mengambil langkah untuk memperbaiki keadaan.

“Jangan pernah melakukan apa pun demi menyenangkan musuh-musuh agama, Barat, dan Zionisme hingga mengambil tindakan yang menyasar kesucian dan nilai-nilai umat Islam,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Saedi mengingatkan bahwa pembelaan terhadap hak umat Islam juga mencakup masyarakat yang tertindas di wilayah lain, termasuk rakyat Gaza. Dia menyerukan tindakan nyata untuk melindungi hak keagamaan dan kemanusiaan mereka. []

Baca juga: Perang Iran Makin Tak Populer di AS, 60 Persen Sebut Keputusan Trump Salah