Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Mantan Pejabat Trump Desak Akhiri Perang Iran dan Singkirkan Empat Pejabat Senior

Published

on

Joe Kent, mantan Kepala Pusat Nasional Kontraterorisme AS, mendesak Donald Trump mengakhiri perang Iran dan mengganti sejumlah pejabat senior yang dinilainya terkait dengan konflik tersebut.
Joe Kent, mantan Kepala Pusat Nasional Kontraterorisme AS, mendesak Donald Trump mengakhiri perang Iran dan mengganti sejumlah pejabat senior yang dinilainya terkait dengan konflik tersebut.

Media ABI, 9 November 2026 — Mantan Kepala Pusat Nasional Kontraterorisme Amerika Serikat (NCTC) Joe Kent mendesak Presiden Donald Trump segera mengakhiri perang terhadap Iran dan mengganti sejumlah pejabat senior yang menurutnya terkait dengan keberlanjutan konflik tersebut. Kent menilai hasil pemilihan sela menunjukkan penolakan publik Amerika terhadap perang dan harus dijawab Washington dengan perubahan arah kebijakan.

Baca juga: Iran dalam Pemikiran Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei

Seruan itu disampaikan Kent dalam artikel opini berjudul “Trump must end the war today and fire all top officials connected to it” yang diterbitkan Responsible Statecraft pada 6 November 2026. Artikel yang ditulis Kent sendiri tersebut dimuat dalam rubrik Analysis & Opinion dengan fokus Washington Politics.

Kent mengundurkan diri dari pemerintahan Trump sebagai bentuk penolakannya terhadap perang terhadap Iran. Dalam artikelnya, ia menilai hasil pemilihan sela telah menyampaikan pesan politik yang jelas dari rakyat Amerika kepada pemerintahan Trump. “Trump harus mengakhiri perang dengan Iran hari ini dan memecat seluruh pejabat senior yang terkait dengan perang,” tulis Kent.

Menurut Kent, perang terhadap Iran telah menjadi salah satu sumber perdebatan paling serius di dalam koalisi politik MAGA yang mengantarkan Trump dan Wakil Presiden JD Vance ke Gedung Putih. Ia menyebut konflik tersebut sebagai salah satu alasan utama yang mendorong pengunduran dirinya dari pemerintahan. Kent juga menyatakan bahwa lebih dari 70 persen pemilih memandang perang terhadap Iran serta hubungan Amerika Serikat yang dinilainya tidak seimbang dengan Israel sebagai faktor yang berkontribusi terhadap tingginya inflasi dan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: 

“Dengan pesan jelas dari rakyat Amerika ini, Trump harus segera mengakhiri perang,” tulisnya. Kent menilai tidak ada manfaat bagi Amerika Serikat untuk memperpanjang konflik. Ia meminta Trump menyampaikan secara tegas kepada tim keamanan nasional bahwa perang telah berakhir. Untuk mencegah kebijakan tersebut digagalkan oleh apa yang ia sebut sebagai kelompok keamanan nasional yang menghambat agenda presiden, Kent mendesak Trump mengganti Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Direktur CIA John Ratcliffe, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles.

Kent juga mengajukan sejumlah langkah yang menurutnya diperlukan untuk mengakhiri konflik. Di antaranya adalah menarik pasukan Amerika Serikat dari kawasan Teluk Persia dan mencabut blokade laut terhadap Iran.

Menurut Kent, keberadaan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut kini lebih menjadi beban strategis daripada aset strategis. Ia juga menilai pencabutan blokade akan mengurangi jumlah sasaran potensial serangan sekaligus membuka kembali ruang bagi diplomasi dengan Iran. Selain itu, Kent menyerukan agar Washington menahan Israel agar tidak menghambat upaya mengakhiri perang. Ia mengusulkan perubahan terhadap sejumlah ketentuan dalam undang-undang pertahanan dan intelijen Amerika Serikat, serta meminta Trump mencopot Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee beserta timnya.

Baca juga: AS Bentuk Satuan “Iron Gate” untuk Hambat Jalur Pasokan Iran

Di bagian akhir artikelnya, Kent menegaskan bahwa hasil pemilihan sela harus dibaca sebagai penolakan publik Amerika terhadap perang. Karena itu, menurutnya, Trump kini harus memilih untuk mengakhiri konflik, menahan Israel, dan menempatkan kepentingan Amerika Serikat sebagai prioritas utama.

Seruan tersebut mendapat perhatian karena Kent sebelumnya merupakan pejabat senior pemerintahan Trump yang mengundurkan diri sebagai bentuk penolakan terhadap perang. Laporan Reuters pada Maret 2026 menyebut Kent sebagai kepala Pusat Nasional Kontraterorisme yang mengundurkan diri di tengah konflik tersebut.

Dengan posisinya itu, Kent kini tampil sebagai salah satu mantan pejabat senior pemerintahan Trump yang secara terbuka mendesak presiden mengubah arah kebijakan perang sekaligus mengganti sejumlah pejabat yang menurutnya berperan dalam mempertahankan konflik. []

Baca juga: TV Yaman Ungkap Dugaan Rencana Israel Menargetkan Mekah dan Madinah