Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Trump Tumbang, Pengaruh Washington di Dunia Tergerus

Published

on

Kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela memperbesar tekanan terhadap Donald Trump dan mempersempit ruang geraknya dalam menjalankan agenda domestik maupun internasional.
Kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela memperbesar tekanan terhadap Donald Trump dan mempersempit ruang geraknya dalam menjalankan agenda domestik maupun internasional.

Media ABI, 8 November 2026 – Kekalahan besar Partai Republik dalam pemilu sela Amerika Serikat dinilai memperlemah posisi politik Donald Trump sekaligus mempersempit ruang gerak Gedung Putih dalam percaturan internasional. The Independent menilai hasil pemilu tersebut menunjukkan meningkatnya tekanan politik domestik terhadap Trump, terutama akibat perang dengan Iran dan dampaknya terhadap ekonomi Amerika.

Dalam editorial “American democracy has corrected course” yang diterbitkan pada 7 November 2026, The Independent menyebut kekalahan Partai Republik sebagai penolakan keras pemilih Amerika terhadap pemerintahan Trump. Editorial tersebut menilai kekalahan itu tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi dan harga-harga, tetapi juga dengan perang Iran yang telah meningkatkan tekanan terhadap masyarakat Amerika.

Baca juga: Serangan Yaman Hantam KAFD dan Gedung Aramco di Riyadh

Dalam editorial lain dengan judul“JD Vance is no longer ‘lame-duck’ Donald’s heir apparent” yang diterbitkan pada 5 November 2026, The Independent menilai kekalahan Partai Republik sebagai salah satu kekalahan terburuk partai yang berkuasa sejak 1974. Editorial tersebut juga menyoroti pernyataan Wakil Presiden JD Vance bahwa perang dengan Iran menjadi salah satu penyebab utama kekalahan Partai Republik.

Vance secara terbuka mengaitkan kekalahan elektoral Partai Republik dengan perang Iran dan menyerukan agar konflik tersebut segera diakhiri. Dalam laporan “Vance blamed Iran war for midterms humiliation – were Trump and Susie Wiles caught by surprise?” yang ditulis Jacob Bogage dan diterbitkan pada 7 November 2026, The Independent melaporkan bahwa Vance juga menekankan persoalan keterjangkauan biaya hidup serta perlunya perubahan dalam hubungan AS dengan Israel.

Perubahan sikap Vance membuka persoalan baru di dalam Partai Republik. Ia mulai menampilkan posisi politik yang lebih berbeda dari Trump dan dipandang sebagai salah satu figur potensial dalam persaingan menuju pemilu presiden 2028. Editorial The Independent menilai masa depan Partai Republik setelah Trump kini menjadi jauh lebih terbuka, sementara persaingan internal untuk menentukan arah partai mulai mengemuka.

Baca juga: 

Di Kongres, kemenangan Demokrat atas kedua kamar memberi mereka ruang lebih besar untuk melakukan penyelidikan, menggelar dengar pendapat, dan menekan pemerintahan Trump melalui proses anggaran. Namun, kemampuan Kongres untuk memaksa presiden mengakhiri perang atau mengubah kebijakan luar negeri secara mendasar tetap terbatas oleh kewenangan presiden dan konfigurasi politik di Washington.

Kekalahan elektoral tersebut juga diikuti perubahan di lingkaran dalam Gedung Putih. Trump mengganti Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles dengan Stephen Miller, tokoh yang dikenal dengan posisi keras dalam kebijakan pemerintahan. The Independent menilai pergantian tersebut menunjukkan bahwa Trump belum tentu merespons kekalahan pemilu dengan mengurangi agenda politiknya. Sebaliknya, langkah itu dapat menandai kecenderungan untuk mempertahankan garis kebijakan yang lebih keras.

Kekalahan Partai Republik tidak serta-merta berarti Amerika Serikat akan segera menarik diri dari panggung internasional. Namun, hasil pemilu memperlihatkan bahwa Trump memasuki fase berikutnya dengan ruang manuver politik yang lebih sempit. Tekanan Kongres, perdebatan mengenai perang Iran, persoalan biaya hidup, serta persaingan internal Partai Republik menuju 2028 berpotensi menyita perhatian Washington.

Dalam pandangan The Independent, perkembangan tersebut dapat memengaruhi kemampuan Gedung Putih menjalankan agenda luar negeri. Ketika pemerintahan Trump semakin terserap oleh pertarungan politik domestik, kemampuan Washington untuk mempertahankan pengaruh dan mendorong agenda Amerika Serikat di tingkat internasional menghadapi tantangan yang lebih besar. []

Baca juga: Dua Tanker Minyak Meledak dan Terbakar di Selat Hormuz