Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Lautan Manusia Iringi Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei dari Najaf ke Karbala

Published

on

Jutaan pelayat memadati jalur prosesi di Najaf dan Karbala untuk mengiringi penghormatan terakhir kepada Ayatullah Ali Khamenei sebelum rangkaian berlanjut ke Mashhad, Iran. (Foto: Mehrnews Agency)

Ahlulbait Indonesia, 9 Juli 2026 – Rabu (8/7/2026) kemarin, Najaf dan Karbala berubah menjadi lautan manusia. Sejak sebelum fajar, arus pelayat mengalir tanpa putus mengiringi prosesi penghormatan terakhir kepada Ayatullah Ali Khamenei.

Delegasi Ahlulbait Indonesia (ABI) yang mengikuti langsung rangkaian kegiatan menyaksikan ribuan orang telah memadati ruas-ruas jalan jauh sebelum iring-iringan bergerak. Pemandangan itu sejalan dengan laporan Mehr News Agency dan Fars News Agency yang menyebut jutaan warga Irak bersama para peziarah dari berbagai negara menghadiri prosesi penghormatan dari Najaf menuju Karbala.

Di sekitar Makam Suci Imam Ali a.s., suasana duka menyelimuti setiap sudut kota. Iring-iringan bergerak dari kawasan Jembatan Al-Kufah menuju kompleks makam, diiringi arus pelayat yang terus berdatangan dari berbagai penjuru Irak. Jalan-jalan utama nyaris tak lagi menyisakan ruang. Sejak pagi, warga berdiri berdesakan menanti iring-iringan melintas. Rekaman foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan hamparan pelayat memenuhi jalur prosesi hingga sejauh mata memandang.

Baca juga: Dari Najaf hingga Karbala, Jutaan Pelayat Mengantar Perpisahan Terakhir Sang Syahid Ummat

Sepanjang perjalanan, lantunan doa tak pernah terputus. Ratapan, syair-syair keagamaan, dan seruan para pelayat bersahut-sahutan mengiringi laju kendaraan pembawa jenazah. Bagi banyak peserta, kehadiran mereka bukan hanya menjadi penghormatan terakhir, tetapi juga peneguhan komitmen terhadap nilai-nilai yang mereka kaitkan dengan Poros Perlawanan.

Di tengah lautan manusia tampak sejumlah ulama, tokoh masyarakat, dan pemimpin suku berjalan bersama barisan pelayat. Marja taklid Karbala, Ayatullah Sayyid Muhammad Taqi al-Mudarrisi, turut hadir. Fars News juga menayangkan Abu Husam al-Sahlani, Komandan Operasi Wilayah Utara dan Timur Sungai Tigris, yang mengikuti prosesi bersama para pelayat. Para syekh dan pemimpin suku Irak menyambut iring-iringan dengan membawa panji-panji kabilah sebagai lambang penghormatan.

Mengutip juru bicara Komite Tinggi Penyelenggara Prosesi Irak, Saad Maan, Fars News melaporkan jumlah peserta di Najaf diperkirakan mencapai sekitar tiga juta orang. Estimasi itu disusun berdasarkan pemantauan lapangan, laporan media, dan perhitungan panitia.

Kepadatan massa juga berdampak pada aktivitas pemerintahan. Pemerintah Provinsi Najaf, Karbala, dan Al-Muthanna menetapkan hari libur resmi agar masyarakat dapat mengikuti prosesi. Pemerintah Provinsi Wasith mengambil langkah serupa pada hari berikutnya guna memudahkan warganya menghadiri rangkaian penghormatan di Karbala.

Menjelang siang, iring-iringan meninggalkan Najaf menuju Karbala, diikuti arus manusia yang terus memadati jalur antarkota. Di sepanjang jalur antarkota, masyarakat telah menunggu sejak berjam-jam sebelumnya. Sebagian membawa bunga, sebagian lain mengibarkan panji-panji duka. Pos-pos pelayanan berdiri hampir di setiap titik. Para relawan membagikan air minum, mengatur arus peziarah, serta membantu menjaga kelancaran perjalanan jutaan orang yang terus bergerak menuju Karbala.

Baca juga: Jurnalis dan Analis Dunia Soroti Pemakaman Syahid Ayatullah Khamenei: “Rakyat Iran Telah Bersuara”

Perjalanan menuju Karbala berlangsung jauh lebih lambat dari perkiraan. Jauh sebelum kendaraan pembawa jenazah tiba beberapa kali harus menghentikan laju akibat besarnya antusiasme masyarakat, kabilah, dan suku-suku Irak yang menyambut di sepanjang jalur Najaf–Karbala. Mengutip Gubernur Karbala, Nasif Jasim al-Khattabi, media itu menyebut antusiasme masyarakat menjadi penyebab utama arak-arakan baru memasuki kota menjelang malam.

Jauh sebelum kendaraan pembawa jenazah tiba, Karbala telah dipenuhi manusia. Jalan Abu Mahdi al-Muhandis, Jalan Al-Abbas, hingga kawasan Bainal Haramain berubah menjadi lautan pelayat. Suasana kota mengingatkan pada hari Asyura ketika jutaan peziarah memenuhi jalan-jalan menuju Makam Imam Husain a.s. dan Makam Hazrat Abbas a.s.

Ketika kendaraan pembawa jenazah akhirnya memasuki Karbala, ribuan pelayat langsung mengiringi setiap meter perjalanan menuju Bainal Haramain. Dari kanan dan kiri jalan, warga menaburkan bunga ke arah kendaraan pembawa jenazah. Banyak yang mengangkat tangan seraya melantunkan doa, sementara ratapan terus bergema di sepanjang lintasan.

Menjelang waktu Magrib, salat berjemaah dilaksanakan di Makam Imam Husain a.s. Sheikh Abdul Mahdi al-Karbala’i, perwakilan Ayatullah Ali al-Sistani di Karbala, bertindak sebagai imam. Rekaman Fars News memperlihatkan Komandan Pasukan Quds IRGC, Jenderal Esmail Qaani, berada di saf pertama bersama ribuan jamaah.

Menjelang tengah malam, kendaraan pembawa jenazah perlahan menembus kepadatan massa menuju Bainal Haramain. Ribuan tangan terangkat mengiringi doa dari kanan dan kiri jalan, sementara ratapan terus bergema di antara dua makam suci ketika rombongan memasuki kompleks Makam Imam Husain a.s.

Di dalam kompleks makam, Sheikh Abdul Mahdi al-Karbala’i memimpin salat jenazah. Rombongan kemudian mengelilingi area makam sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makam Hazrat Abbas a.s. Kepadatan massa memaksa panitia beberapa kali menyesuaikan jalur prosesi. Setelah salat Subuh, rombongan akhirnya memasuki kompleks Makam Hazrat Abbas a.s. Salat jenazah kembali dilaksanakan, dilanjutkan dengan penghormatan mengelilingi area makam sebagai penutup rangkaian prosesi di Karbala.

Baca juga: Wawancara Khusus Media ABI: Ustadz Abdullah Beik Jelaskan Hukum Penundaan Pemakaman Syahid al-Imam Sayyid Ali Khamenei

Perhatian terhadap prosesi ini juga datang dari media dalam dan luar negeri. Mengutip panitia penyelenggara, Mehr News Agency melaporkan sekitar 4.300 jurnalis diterjunkan untuk meliput seluruh rangkaian kegiatan. Jumlah itu terdiri atas hampir 1.000 jurnalis asing dan sekitar 3.300 jurnalis Irak. Puluhan kendaraan siaran langsung turut disiagakan untuk mendukung peliputan berbagai jaringan televisi internasional.

Prosesi di Najaf dan Karbala menjadi salah satu rangkaian penghormatan terbesar dalam perjalanan terakhir Ayatullah Ali Khamenei. Hingga artikel ini diterbitkan, iring-iringan telah berlanjut ke Kota Mashhad, Iran. Menurut laporan Islamic Republic News Agency (IRNA), prosesi di kota itu menjadi bagian dari tahapan akhir sebelum pemakaman di kompleks Makam Suci Imam Ridha a.s., dengan jadwal yang disesuaikan untuk mengakomodasi besarnya jumlah pelayat.

Laporan ini disusun berdasarkan pengamatan langsung Delegasi Ahlulbait Indonesia (ABI) di Najaf dan Karbala serta dilengkapi dengan informasi yang dipublikasikan Mehr News Agency, Fars News Agency, dan Islamic Republic News Agency (IRNA). Data mengenai jumlah peserta pelayat, kronologi prosesi, serta penyelenggaraan acara mengacu pada keterangan panitia dan pejabat setempat sebagaimana dikutip media-media tersebut. []

Baca juga: Jutaan Pelayat di Najaf dan Karbala Bersiap Menyambut Jenazah Syahid Imam Ali Khamenei