Internasional
IRGC Hancurkan Radar Strategis dan Pesawat Tanker AS di Al Udeid

Ahlulbait Indonesia, 18 Juli 2026 – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menghancurkan satu sistem radar jarak jauh serta sejumlah pesawat tanker strategis milik Amerika Serikat dalam serangan terhadap Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar. Operasi tersebut disebut sebagai bagian dari eskalasi balasan Iran atas serangan militer Amerika Serikat sebelumnya.
Dalam pernyataan resmi ke-24 yang dirilis Humas IRGC dan dikutip Kantor Berita Mehr, serangan itu merupakan gelombang ke-15 Operasi Nasr 2 yang dilancarkan Pasukan Dirgantara IRGC dengan sandi “Ya Aba Shalih al-Mahdi Adrikni”. Operasi tersebut didedikasikan kepada para korban yang disebut Iran gugur akibat serangan terbaru Amerika Serikat.
IRGC menyatakan serangan dilancarkan secara besar-besaran dan mengejutkan dengan sasaran utama Pangkalan Udara Al Udeid. Menurut pernyataannya, satu sistem radar jarak jauh dan beberapa pesawat tanker strategis Amerika Serikat berhasil dihancurkan, sementara sejumlah pesawat lainnya mengalami kerusakan berat sehingga mengurangi kemampuan operasional pangkalan tersebut.
Teheran menyebut operasi ini sebagai bagian dari kebijakan “pembalasan yang setimpal” terhadap agresi Washington, sekaligus peringatan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan dibalas dengan tindakan yang lebih berat.
Dalam pernyataannya, IRGC juga mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS di kawasan. Menurutnya, setiap pelanggaran terhadap “garis merah” Iran, termasuk serangan terhadap warga maupun infrastruktur sipil, akan dibalas dengan konsekuensi yang jauh lebih berat.
“Apabila musuh melanjutkan agresinya, respons yang lebih menghancurkan akan segera menyusul; respons yang akan tercatat dalam sejarah peperangan,” demikian bunyi pernyataan IRGC.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Iran memandang serangan ke Al Udeid bukan sebagai akhir dari operasi, melainkan bagian dari rangkaian respons militer yang dapat terus berlanjut apabila konflik dengan Amerika Serikat semakin meningkat. []







