Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

Dewan Syura ABI Dorong Penguatan Organisasi Berlandaskan Khidmat dan Semangat Karbala

Published

on

Pengurus DPW ABI Jawa Tengah berdialog dengan anggota Dewan Syura ABI, Ustad Miqdad Turkan, di Jepara, Ahad (14/6)
Pengurus DPW ABI Jawa Tengah berdialog dengan anggota Dewan Syura ABI, Ustad Miqdad Turkan, di Jepara, Ahad (14/6). (Dok. ABI)

Jepara, 16 Juni 2026 — Sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia (DPW ABI) Jawa Tengah bersilaturahmi ke kediaman anggota Dewan Syura ABI, Ustad Miqdad Turkan, pada Ahad (14/6). Mereka yang hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Andre dari Departemen Organisasi, Ali Akbar dari Departemen Litbang, dan Alam Firdaus dari Departemen Humas, Media, dan Penerangan (HMP).

Baca juga: DPW ABI Jateng Hadir di Forum Lemhannas: Ormas Diingatkan Jangan “Bulus”, Waspadai Intoleransi

Kunjungan ini dilakukan di sela pelaksanaan program “Ngaji Manifesto “yang diselenggarakan DPW ABI Jawa Tengah di Jepara. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Ali Akbar dan Andre menyampaikan berbagai temuan serta hasil pengamatan mereka selama melakukan kunjungan ke sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ABI di wilayah Jawa Tengah.

Dari hasil kunjungan tersebut, teridentifikasi sejumlah persoalan yang dinilai masih menghambat pengembangan organisasi di tingkat daerah. Berbagai persoalan itu kemudian menjadi bahan diskusi bersama untuk merumuskan solusi yang konstruktif sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.

Menanggapi hal tersebut, Ustad Miqdad menekankan pentingnya penyelesaian masalah secara internal. Menurutnya, komunitas ABI di daerah dapat duduk bersama untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi. Ia juga mengingatkan bahwa majelis-majelis Muharram yang akan segera digelar dapat dimanfaatkan para mubalig untuk memperkuat pemahaman keorganisasian.

“Dalam majelis-majelis Muharram, jangan hanya membahas Imam Husain as dari sisi historis. Para mubalig hendaknya juga mengangkat persoalan aktual di tengah masyarakat. Gerakan Muqawamah terinspirasi dari Madrasah Karbala, dan ABI adalah bagian dari gerakan Muqawamah,” ujar Ustad Miqdad.

Baca juga: DPW ABI Jateng Tutup Pelatihan Dua Hari: Jurnalistik dan Kehumasan Jadi Fondasi Citra Organisasi

Ia menambahkan bahwa muqawamah tidak selalu berarti mengangkat senjata di medan perang. Perlawanan juga dapat diwujudkan dengan memajukan masyarakat atau membela kelompok minoritas yang terpinggirkan, seperti komunitas Kristen yang mengalami kesulitan menjalankan ibadah sesuai keyakinan mereka.

Lebih jauh, Ustad Miqdad menasihati agar para pengurus organisasi melandasi kerja mereka dengan niat sebagai pelayan Imam Husain as.

“Biasanya yang mendapat manfaat adalah orang yang dilayani. Namun ketika kita melayani Imam Husain as, manfaatnya justru kembali kepada kita,” tuturnya.

Selain itu, ia menyoroti persoalan mentalitas di tengah komunitas yang terkadang menjadi penghambat, terutama dalam berhubungan dengan aparat pemerintah.

“Memang tidak semua orang memiliki mentalitas yang kuat. Namun itu bisa dibentuk dengan terus membina diri dan melatihnya,” pungkasnya. []

Baca juga: Ketua DPW ABI Jateng: Menyelamatkan Gen Z dari Jerat Gadget lewat Edukasi dan Gerakan Positif