Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

Bekam Jadi Bekal, Kader ABI Samarinda Pelajari Terapi Alternatif

Published

on

Kader ABI Samarinda mengikuti pelatihan bekam dasar yang mencakup teknik terapi, sterilisasi alat, dan pengobatan sunnah sesuai prinsip kesehatan modern.
Pelatihan bekam yang digelar ABI Samarinda menjadi bagian dari penguatan keterampilan kader dalam bidang kesehatan dan pengobatan sunnah Islam. (Dok. ABI)

Samarinda, 24 Mei 2026 — DPD Ahlulbait Indonesia (ABI) Kota Samarinda terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader di bidang kesehatan berbasis pengobatan alternatif dan tradisional yang dikenal dalam riwayat sebagai pengobatan sunnah Rasulullah SAW.

Melalui Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) dan Pengembangan Ekonomi, organisasi tersebut menggelar Pelatihan Bekam Dasar di Sekretariat DPD ABI Kota Samarinda, Yayasan Al-Qoim, pada Minggu, 17 Mei 2026.

Baca juga: Ketua DPD Ahlulbait Kota Samarinda Silaturahmi dengan Ketua FKUB Kota Samarinda

Kader ABI Samarinda mengikuti pelatihan bekam dasar yang mencakup teknik terapi, sterilisasi alat, dan pengobatan sunnah sesuai prinsip kesehatan modern.

Kader ABI Samarinda mengikuti pelatihan bekam dasar yang mencakup teknik terapi, sterilisasi alat, dan pengobatan sunnah Rasulullah SAW sesuai prinsip kesehatan modern. (Dok. ABI)

Pelatihan menghadirkan Ustadz M. Ridho Alhabsy sebagai instruktur dan diikuti 21 peserta dari unsur kader serta anggota ABI. Kegiatan turut dihadiri Ketua DPD ABI Kota Samarinda, Habib Misbahuddin Alhasani, bersama jajaran dewan penasihat, yakni Habib Abdurahman Sahab dan Haji Muhammad Saleng.

Sejak pagi, peserta tampak antusias mengikuti seluruh sesi pelatihan. Materi yang disampaikan mencakup sejarah dan keutamaan bekam dalam ajaran Islam, teknik dasar terapi, prosedur sterilisasi alat, standar kebersihan, hingga langkah penanganan yang aman sesuai prinsip kesehatan modern dan pengobatan sunnah Rasulullah SAW.

Ketua panitia, Istiarto, bersama Wakil Ketua Panitia Lutpi Aprisa yang mewakili Divisi PSDM dan Pengembangan Ekonomi DPD ABI Samarinda, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan kader untuk memberikan keterampilan praktis yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Baca juga: DPD Ahlulbait Samarinda Hadiri Muscab II Pandu ABI Kota Samarinda

“Ke depan peserta diharapkan dapat memperoleh sertifikasi sehingga mampu membuka praktik sendiri dan memiliki tambahan penghasilan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Ketua DPD ABI Kota Samarinda, Habib Misbahuddin Alhasani, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar organisasi dalam memperluas wawasan umat mengenai metode pengobatan yang telah lama dikenal dalam tradisi Islam.

“Pelatihan bekam ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita dalam meningkatkan pengetahuan umat mengenai pengobatan sunnah yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW,” ujarnya di hadapan peserta.

Menurutnya, kesehatan merupakan aspek penting dalam kehidupan seorang mukmin. Karena itu, pemahaman mengenai berbagai metode menjaga kesehatan perlu terus ditingkatkan.

“Minimal dengan memahami teknik dasar bekam, para kader ABI dapat membekali diri sendiri sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa keterampilan dasar bekam tidak hanya bernilai sebagai kemampuan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana dakwah untuk memperkenalkan warisan pengobatan sunnah secara ilmiah dan bertanggung jawab.

Baca juga: DPD ABI Samarinda Dukung Sinergi Pemerintah–Ormas Bangun Kota Maju dan Berdaya

Pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi praktik dan diskusi. Peserta diberikan kesempatan mengajukan pertanyaan terkait teknik bekam, manfaat terapi, hingga pengalaman yang ditemui dalam praktik lapangan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka menyimak materi dengan serius, mencatat poin-poin penting, dan mengikuti demonstrasi yang diberikan instruktur. Suasana kekeluargaan yang menjadi ciri khas kegiatan ABI juga terasa selama pelatihan berlangsung.

Salah seorang peserta mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai bekam yang sebelumnya hanya dipahami secara umum. Melalui pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih sistematis mengenai prosedur dan etika terapi bekam.

Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi antaranggota dan kader ABI Kota Samarinda. Interaksi yang terjalin selama pelatihan diharapkan dapat memperkuat solidaritas organisasi sekaligus menumbuhkan semangat belajar dan pengembangan diri.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Para peserta berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan materi yang lebih mendalam sehingga semakin banyak kader yang memiliki kompetensi di bidang pengobatan sunnah. [nugraha]

Baca juga: Peringati Milad Imam Ali bin Abi Thalib, Muslimah ABI Balikpapan dan Samarinda Bagikan 150 Nasi Kotak