Daerah
ABI Kota Pasuruan–PMII Buka Kanal Kolaborasi Keumatan dan Sosial

Pasuruan, 25 April 2026 — Di tengah tuntutan konsolidasi sosial-keagamaan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ahlulbait Indonesia (ABI) Kota Pasuruan menjalin silaturahmi dengan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pasuruan. Pertemuan di Jalan Patimura, Bugul Kidul, Jumat malam (24/4), tidak berhenti sebagai temu organisasi, tetapi membuka ruang kolaborasi konkret di bidang keumatan, sosial, dan pengembangan kajian keilmuan.
Rombongan DPD ABI Kota Pasuruan yang terdiri dari tujuh orang pengurus dipimpin Ketua DPD ABI Ahmad Assegaf dan Wakil Ketua Ustadz Taha Bufteim, serta diterima langsung Ketua PC PMII Pasuruan Achmad Zulpan Abida bersama Wakil Bidang Keagamaan Rusdi.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, Ketua DPD ABI Kota Pasuruan, Ahmad Assegaf, memperkenalkan visi dan karakter organisasi ABI sebagai ormas yang terbuka kepada masyarakat luas.
“Kami sifatnya terbuka bagi masyarakat umum, kami ingin semua tahu siapa kami, apa visi dan misi ABI, dan kami dengan senang hati membuka forum jika ada yang ingin melakukan tanya jawab dengan kami,” ujarnya.
Ketua PC PMII Pasuruan Achmad Zulpan Abida kemudian menyampaikan pertanyaan mengenai arah gerakan dan visi organisasi ABI.

“Kita selalu menjalin ukhuwah kepada semua elemen masyarakat secara keagamaan dan melakukan kegiatan sosial sesuai program ABI, serta ingin bersinergi dengan masyarakat luas,” terang Ustadz Taha Bufteim.
Sementara itu, Ketua Divisi Humas Media dan Penerangan DPD ABI Kota Pasuruan Ustadz Hud Assegaf menambahkan bahwa ABI memiliki orientasi kebangsaan dan persaudaraan.
“Kami punya visi untuk terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera, cintai Tanah Air, dan mempererat ukhuwah Islamiyah, nilai-nilai yang kami yakin juga menjadi dasar perjuangan teman-teman PMII,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PC PMII Pasuruan memaparkan peran PMII di Kota dan Kabupaten Pasuruan sebagai mitra kritis yang konstruktif bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
“Harapan kami, PMII sendiri menjadi mitra kritis yang konstruktif, tidak hanya memberi masukan, tetapi juga menyusun solusi atas persoalan daerah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya gerakan nyata dalam perjuangan organisasi.
“Perjuangan tidak cukup berhenti pada kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.”
Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat memperkuat komunikasi dan membuka peluang kolaborasi, khususnya dalam bidang kajian keislaman, pengembangan intelektual, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Lebih dari seremoni, pertemuan ini menandai kebutuhan mendesak untuk keluar dari fragmentasi sosial yang kian tidak relevan di tengah kompleksitas persoalan umat. Kolaborasi lintas organisasi bukan lagi opsi, melainkan prasyarat. Namun, membutuhkan kerja yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak, supaya tidak berhenti sebagai formalitas.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dalam suasana penuh keakraban dan harapan agar kerja sama antara DPD ABI Kota Pasuruan dan PC PMII Pasuruan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. [HMP Kota Pasuruan]







