Daerah
ABI Kabupaten Probolinggo dan AWPR Bahas Sinergi Sosial-Kemanusiaan

Probolinggo, 16 Agustus 2026 — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ahlulbait Indonesia (ABI) Kabupaten Probolinggo membuka peluang kerja sama dengan Afiliasi Wartawan Probolinggo Raya (AWPR) dalam bidang sosial dan kemanusiaan.
Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara pengurus DPD ABI Kabupaten Probolinggo dan jajaran AWPR di Kantor AWPR, Jalan Mastrib, Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Minggu (16/8/2026).
Rombongan DPD ABI Kabupaten Probolinggo dipimpin Ketua DPD ABI Kabupaten Probolinggo Esan Tesnan bersama Wakil Humas Ustaz Slamet Tasin. Mereka disambut Ketua AWPR Fahrul Mozza beserta jajaran pengurus, di antaranya Wakil Ketua Bambang Prasojo, Pembina Didi Kurwandi, Sekretaris Alex Putra, Bendahara Sodiq Aufar, serta Humas Rodhi Hartono.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat. Kedua pihak membahas pentingnya membangun komunikasi dan kemitraan antarlembaga untuk merespons berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
Ketua AWPR Fahrul Mozza mengatakan pihaknya menyambut baik kedatangan jajaran ABI Kabupaten Probolinggo. Menurut dia, pertemuan tersebut dapat menjadi awal bagi terbangunnya kerja sama yang lebih konkret.
“Saya senang atas kedatangan teman-teman dari ABI. Kami siap menjalin kemitraan dan memperkuat aksi kemanusiaan,” ujar Fahrul.
Hal senada disampaikan Ketua DPD ABI Kabupaten Probolinggo Esan Tesnan. Ia mengapresiasi sambutan dari jajaran AWPR sekaligus menyambut komitmen untuk membangun kerja sama di bidang sosial dan kemanusiaan.
“Kami ucapkan terima kasih atas penyambutan teman-teman AWPR. Kami sangat antusias dengan komitmen ini karena ABI sangat memprioritaskan persoalan sosial dan kemanusiaan,” kata Esan.
Menurut Humas AWPR Rodhi Hartono, kerja sosial juga menjadi salah satu aktivitas yang dijalankan anggota AWPR di luar profesi mereka sebagai wartawan.
“Kami semua selain berprofesi sebagai wartawan, di AWPR juga aktif di bidang sosial kemanusiaan. Karena itu, gerakan ini sangat senada dengan apa yang dilakukan ABI,” ujar Rodhi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga saling memperkenalkan peran dan program masing-masing. Komunikasi antara organisasi masyarakat dan komunitas media dinilai penting untuk memperluas jaringan kerja sama sekaligus memperkuat kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Bangun Kemitraan yang Berdampak
ABI Kabupaten Probolinggo dan AWPR sepakat bahwa persoalan sosial dan kemanusiaan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, media, komunitas, dan kelompok sosial lainnya.
Karena itu, kemitraan yang dibangun diharapkan tidak berhenti pada pertemuan atau komunikasi formal. Kedua pihak membuka peluang untuk mengembangkan kegiatan bersama yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan kemitraan yang lebih baik. Kami berharap ke depan ada kegiatan bersama yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang sosial dan kemanusiaan,” demikian semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Bagi DPD ABI Kabupaten Probolinggo, membangun hubungan dengan berbagai elemen masyarakat merupakan bagian dari upaya memperluas ruang pengabdian organisasi. Sementara bagi AWPR, kemitraan dengan organisasi kemasyarakatan menjadi salah satu cara memperkuat jejaring sekaligus mendorong keterlibatan dalam berbagai persoalan sosial di daerah.

Kemanusiaan Menjadi Titik Temu
Di tengah keberagaman masyarakat, kedua pihak memandang nilai kemanusiaan dapat menjadi titik temu yang mempertemukan berbagai latar belakang.
Kerja sosial dan kemanusiaan selama ini menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dijalankan ABI di berbagai daerah. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui kegiatan sosial, kemanusiaan, serta komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Pertemuan dengan AWPR menjadi bagian dari upaya DPD ABI Kabupaten Probolinggo untuk memperkuat komunikasi sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan organisasi dan kelompok masyarakat di daerah.
Ke depan, komunikasi antara ABI dan AWPR diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret, baik dalam kegiatan sosial, aksi kemanusiaan maupun program lain yang berorientasi pada kepentingan masyarakat Kabupaten Probolinggo.
Silaturahmi tersebut ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama dalam suasana penuh keakraban.
Bagi kedua organisasi, pertemuan itu bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan langkah awal untuk membangun kepercayaan, memperluas kemitraan, dan mendorong aksi sosial yang lebih nyata di tengah masyarakat. [HMP ABI Kabupaten Probolinggo]

