Daerah
ABI Sukabumi Edukasi Santri soal Bahaya Gadget dan Bullying

SUKABUMI, 26 September 2026 — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ahlulbait Indonesia (ABI) Kabupaten Sukabumi memberikan edukasi kepada santri Madrasah Diniyah (MD) Tsumirotul Ulum, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, mengenai bahaya penggunaan gadget secara berlebihan dan perundungan atau bullying.
Kegiatan bertema “Sosialisasi Bahaya Gadget dan Bullying” tersebut digelar Jumat (25/9/2026) dan diikuti 34 santri bersama para guru. Sosialisasi berlangsung sekitar 1,5 jam dan diselingi permainan untuk membuat peserta lebih aktif mengikuti materi.
Narasumber kegiatan, Sunenda, S.Pd., yang merupakan Wakil Ketua Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) DPD ABI Kabupaten Sukabumi, mengingatkan peserta mengenai dampak penggunaan gadget secara berlebihan terhadap perkembangan anak.

Menurut Sunenda, penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat berdampak pada kesehatan fisik, konsentrasi belajar, hingga kondisi emosional anak.
“Kecanduan gadget bisa merusak kesehatan fisik, menurunkan fokus belajar, hingga mengganggu kestabilan emosi anak secara mental,” tegas Sunenda dalam kegiatan tersebut.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membatasi penggunaan gadget oleh anak. Menurutnya, pendampingan orang tua diperlukan agar teknologi dapat digunakan secara tepat dan tidak mengganggu aktivitas belajar maupun kehidupan sosial anak.
Selain penggunaan gadget, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai bullying. Sunenda meminta para santri tidak membiarkan tindakan perundungan terjadi di lingkungan mereka.
Bagi santri yang menjadi korban bullying, ia menyarankan agar segera melaporkan kejadian tersebut kepada ustaz atau ustazah. Korban juga diminta tetap tenang dan menunjukkan keberanian agar tindakan perundungan tidak semakin berkembang.
“Jika mengalami bullying, segera laporkan kepada ustaz atau ustazah. Tetap tenang dan tunjukkan sikap berani agar pelaku tidak semakin merundung,” ujar Sunenda.
Kegiatan tersebut turut melibatkan pihak Madrasah Diniyah Tsumirotul Ulum, antara lain Kepala Madrasah Ustaz H. Enden H.M., serta Ustazah Santi Susanti dan Ustazah Dede Patmah.

Bagi DPD ABI Kabupaten Sukabumi, edukasi mengenai penggunaan gadget dan bullying menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran anak terhadap persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Program tersebut juga direncanakan untuk dikembangkan melalui kolaborasi dengan sejumlah organisasi pelajar dan mahasiswa. Beberapa pihak yang telah membuka komunikasi untuk kerja sama antara lain Himpunan Pelajar Sukabumi, Duta Literasi Kabupaten Sukabumi, Forum Kreativitas Pelajar Palabuhanratu, dan BEM STKIP Bina Mutiara Sukabumi.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan kegiatan edukasi serupa ke lingkungan pendidikan lainnya. Namun, pelaksanaan kegiatan lanjutan masih dalam tahap persiapan dan koordinasi.
Melalui kegiatan tersebut, DPD ABI Kabupaten Sukabumi mendorong lingkungan pendidikan yang tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membekali anak dengan kemampuan menghadapi tantangan penggunaan teknologi dan membangun hubungan sosial yang sehat.

