Nasional
RS Indonesia di Gaza Jadi Sasaran Propaganda, Pemerintah RI Layangkan Kecaman

Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang memasang spanduk propaganda di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Gaza Utara, Palestina. Aksi tersebut dinilai sebagai bentuk provokasi sekaligus penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan.
Dilansir Antaranews, melalui pernyataan resmi di platform X pada Rabu (22/4), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan keberatan atas pemasangan spanduk bertuliskan “Rising Lion” oleh pasukan Israel di lokasi rumah sakit tersebut. Pemerintah Indonesia menilai penggunaan simbol militer di atas fasilitas sipil, terlebih yang berkaitan dengan operasi militer tertentu, merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
Menurut Kemlu RI, Rumah Sakit Indonesia di Gaza merupakan fasilitas sipil yang dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat Palestina. Karena itu, keberadaannya harus dijaga dari segala bentuk eksploitasi, termasuk penggunaan untuk kepentingan propaganda militer.
“Tindakan tersebut merupakan penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan yang dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk membantu rakyat Palestina,” demikian pernyataan Kemlu RI.
Indonesia juga menegaskan bahwa rumah sakit dan seluruh fasilitas medis wajib dihormati serta dilindungi sesuai dengan hukum humaniter internasional. Pemerintah mendesak Israel untuk menghentikan berbagai tindakan yang melanggar prinsip perlindungan terhadap infrastruktur sipil, sekaligus memastikan adanya pertanggungjawaban atas serangan terhadap fasilitas kesehatan di Jalur Gaza.
Rumah Sakit Indonesia sendiri sebelumnya telah terdampak serangan militer Israel sejak Oktober 2023 hingga periode gencatan senjata pada Oktober 2025. Dalam rangkaian konflik tersebut, direktur rumah sakit, dr. Marwan Al-Sultan, dilaporkan gugur akibat serangan Israel yang menghantam kediamannya di Gaza Barat pada Juli 2025.
Sejumlah laporan media juga menyebutkan pasukan Israel yang berada di lokasi memasang spanduk bertuliskan “Rising Lion” di bagian atap bangunan. Istilah tersebut diketahui juga digunakan sebagai nama operasi militer Israel terhadap Iran pada Juni 2025, yang menambah sensitivitas tindakan tersebut di tengah situasi kawasan yang masih memanas.[]

