Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Panglima Iran: Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga Hak Rakyat Iran Dihormati

Published

on

Mayor Jenderal Amir Hatami, Panglima Angkatan Darat Iran, menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga hak-hak rakyat Iran dihormati, sebagaimana disampaikan dalam pidatonya di Teheran.
Mayor Jenderal Amir Hatami, Panglima Angkatan Darat Iran, menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga hak-hak rakyat Iran dihormati, sebagaimana disampaikan dalam pidatonya di Teheran.

MEDIA ABI, 16 Oktober 2026 – Panglima Angkatan Darat Republik Islam Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai pihak lawan menghormati hak-hak rakyat Iran. Pernyataan itu disampaikan dalam penutupan Festival Nasional Iktikaf ke-11 di Universitas Perwira Imam Ali, Teheran, Kamis malam (15/10/2026).

Baca juga: Iran Bantah Klaim CENTCOM soal Selat Hormuz

Menurut laporan Fars News Agency, Jumat (16/10/2026), Hatami juga memaparkan sejumlah kesalahan perhitungan pihak lawan selama perang. Ia menilai mereka keliru mengukur kemampuan militer Iran, ketahanan masyarakat, dan keberlangsungan lembaga negara.

Hatami Sebut Lawan Keliru Menilai Kekuatan Iran

Hatami mengatakan pihak lawan menganggap Iran melemah setelah perkembangan konflik di Gaza dan Lebanon. Mereka juga dinilai memperkirakan tekanan berkepanjangan telah membuat masyarakat Iran kelelahan.

Namun, menurut Hatami, perkiraan itu meleset. Ia menyatakan lembaga negara tetap berfungsi meskipun sejumlah pejabat dan komandan gugur, sementara masyarakat tetap bertahan di tengah korban jiwa dan kerusakan akibat serangan. Ia secara khusus menyinggung anak-anak sekolah di Minab yang menjadi korban.

Hatami juga menyoroti peran tradisi keagamaan, termasuk iktikaf, dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat Iran.

Di bidang militer, ia mengatakan angkatan bersenjata Iran meluncurkan ratusan rudal sejak jam-jam pertama hingga hari pertama perang. Hatami menilai serangan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan militer Iran tidak sesuai dengan perkiraan pihak lawan. Ia juga merujuk pada berlanjutnya peluncuran rudal dan pesawat nirawak serta operasi pertahanan udara.

Baca juga: Iran “Panen” Drone MQ-1 Predator AS di Selat Hormuz

Hatami mengakui perang menimbulkan kerusakan dan korban jiwa, tetapi menyatakan pihak lawan gagal mencapai tujuan militer dan strategisnya.

Selat Hormuz Menjadi Tumpuan Strategis Iran

Hatami menyebut Selat Hormuz sebagai salah satu unsur utama kekuatan geopolitik Iran. Menurut keterangannya, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam mengawasi bagian barat selat, sedangkan Angkatan Laut reguler Iran mengendalikan bagian timur dan Laut Oman.

Ia mengklaim lalu lintas kapal di kawasan tersebut sangat terbatas dan sejumlah kapal yang dianggap melanggar telah terkena ranjau atau serangan. Klaim itu berasal dari laporan Fars News Agency dan belum disertai verifikasi independen dalam sumber yang tersedia.

Hatami mengatakan Iran memanfaatkan jeda pertempuran untuk memperbaiki kerusakan dan meningkatkan kesiapan militer. Ia mengklaim sejumlah pangkalan serta peralatan militer pihak lawan mengalami kerusakan dan menyebut pasukan mereka menghadapi kendala logistik, termasuk kebutuhan memasok peralatan dari jarak lebih dari 2.500 kilometer.

Baca juga: IRGC Tetapkan Syarat Buka Kembali Selat Hormuz

Ia memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur Iran akan dibalas dengan kerusakan berlipat terhadap infrastruktur dan kepentingan pihak lawan, termasuk Israel dan pihak-pihak yang bekerja sama dengannya. Hatami juga menyatakan seluruh unsur angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi siaga dengan dukungan peralatan produksi dalam negeri.

Menutup pidatonya, Hatami mengaitkan ketahanan Iran dengan keimanan dan peran masyarakat. Ia menyebut peserta iktikaf sebagai bagian dari jihad tabyin, yakni upaya menjelaskan persoalan dan menyampaikan informasi untuk menghadapi narasi yang dinilai menyesatkan. []

Baca juga: IRGC Tangkap Kapal Selam Nirawak Pintar AS di Selat Hormuz