Internasional
Trump Ancam Pembocor Informasi Militer dengan Hukuman Mati

MEDIA ABI, 16 Oktober 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap orang-orang yang membocorkan informasi militer kepada media. Ia menyebut mereka sebagai “orang-orang paling hina di muka bumi” dan menyatakan bahwa para pembocor seharusnya ditembak mati.
Dalam sebuah kampanye politik di Arizona, Trump mengatakan, “Menurut saya, para pembocor informasi harus ditembak mati. Dahulu, para pembocor ditembak mati.”
Baca juga: Ulama Sunni Desak Presiden Azerbaijan Hentikan Pembatasan Siswi Berjilbab
Menurut laporan Fars News Agency pada Jumat (16/10/2026), Trump mengeklaim sebuah operasi militer terhadap Iran dibatalkan setelah detail rencananya dipublikasikan media. Sejumlah media AS menduga pernyataan itu merujuk pada serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.
Trump tidak merinci operasi militer yang dimaksud. Namun, pernyataan tersebut mempertegas sikapnya yang berulang kali mengecam kebocoran informasi rahasia pemerintah.
Tekanan terhadap Jurnalis dan Sumber Informasi
Pada Juli lalu, Trump menyatakan dukungannya terhadap proses hukum terhadap jurnalis yang menerima informasi hasil kebocoran. Pemerintahannya juga meningkatkan upaya untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang memberikan informasi kepada wartawan.
Pada Januari, FBI menggeledah rumah seorang jurnalis The Washington Post. Sementara itu, pada Juli, sejumlah jurnalis The New York Times menerima panggilan hukum.
Meski sejumlah hakim menghalangi beberapa langkah pemerintah terhadap jurnalis, penyelidikan terhadap pejabat yang diduga membocorkan informasi terus berlanjut.
Belum jelas operasi militer mana yang secara khusus dimaksud Trump. Laporan media AS hanya menduga pernyataannya berkaitan dengan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.
Baca juga: Trump Klaim AS Pegang Kendali Permanen atas Keamanan Greenland
Pentagon Perketat Penyelidikan
Menteri Perang AS Pete Hegseth juga meluncurkan penyelidikan ketat untuk mengidentifikasi pihak yang membocorkan informasi dari Pentagon. Dalam sejumlah kasus, pejabat senior dan orang-orang dekatnya dilaporkan menjalani tes pendeteksi kebohongan.
Namun, sebagian besar penyelidikan tersebut dihentikan setelah salah seorang staf Hegseth mengajukan pengaduan kepada Gedung Putih.
Trump juga mendukung pemberlakuan kembali hukuman mati di tingkat federal. Pemerintahan mantan Presiden Joe Biden sebelumnya telah menghentikan pelaksanaan hukuman tersebut.
Meski Trump secara terbuka menyerukan penembakan mati terhadap para pembocor informasi, laporan tersebut tidak menyebut adanya keputusan resmi untuk memberlakukan hukuman mati bagi orang-orang yang membocorkan informasi kepada media. []
Baca juga: Butuh Puluhan Tahun untuk Memulihkan Kerusakan Pangkalan AS







