Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Ansarullah: Kekuatan Militer dan Intelijen Yaman Lampaui Perkiraan Musuh

Published

on

Muhammad al-Farah, anggota senior Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman, menyatakan kemampuan militer dan intelijen Yaman telah berkembang jauh melampaui perkiraan pihak lawan.
Muhammad al-Farah, anggota senior Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman, menyatakan kemampuan militer dan intelijen Yaman telah berkembang jauh melampaui perkiraan pihak lawan.

Media ABI, 26 Oktober 2026 – Muhammad al-Farah menilai musuh-musuh Yaman keliru dalam memperhitungkan kekuatan negara itu. Ia menegaskan, Yaman memiliki kemampuan dan keahlian yang jauh melampaui perkiraan pihak lawan.

Menurut laporan Kantor Berita Tasnimnews pada Senin (26/10/2026), Muhammad al-Farah, anggota senior Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman, dalam pernyataannya pada Minggu malam menyinggung berlanjutnya serangan Yaman terhadap Arab Saudi sebagai respons atas agresi dan blokade yang disebutnya zalim terhadap rakyat Yaman. Ia menyatakan bahwa musuh-musuh Yaman hingga kini belum memahami skala kemampuan militer dan intelijen yang telah dibangun negara itu sejak 2014.

Baca juga: Al-Azhar Serukan Mediasi untuk Mengakhiri Perang Yaman

Al-Farah mengatakan, Sana’a kini memiliki kemampuan canggih dan keahlian yang terakumulasi selama bertahun-tahun, jauh melampaui gambaran tentang Yaman yang selama ini berusaha dibentuk oleh pihak-pihak yang memusuhinya.

Menurutnya, sikap yang terus memperlakukan Sana’a semata-mata sebagai kelompok milisi, disertai sikap meremehkan kekuatan militer dan intelijennya, mencerminkan ketidakpahaman terhadap perubahan yang dialami Yaman dalam beberapa tahun terakhir.

Pejabat Yaman itu menilai, sikap arogan tersebut membuat pihak lawan meremehkan kekuatan Yaman. Mereka, ujarnya, pada akhirnya akan berhadapan dengan kenyataan di lapangan yang memaksa mereka mencari penjelasan dan pembenaran lain.

Al-Farah menegaskan, persoalannya bukan semata-mata kekurangan informasi, melainkan juga keengganan untuk memahami atau menerima kenyataan. Meremehkan lawan tidak akan melemahkan kekuatannya. Sebaliknya, sikap tersebut dapat menjerumuskan pihak yang melakukannya ke dalam perhitungan keliru, dengan konsekuensi yang harus dibayar mahal.

Baca juga: Wall Street Journal Soroti Kemajuan Intelijen dan Operasi Militer Angkatan Bersenjata Yaman

Ia mengatakan, kondisi Sana’a saat ini telah jauh berbeda dibandingkan dengan 2015. Kemampuan militer dan intelijen yang dihimpun selama bertahun-tahun, menurutnya, jauh lebih besar daripada yang dibayangkan pihak lawan.

Al-Farah menjelaskan, perkembangan itu merupakan hasil proses pengembangan dan persiapan yang memengaruhi karakter konfrontasi serta metode pengelolaan operasi. Ia menyatakan, para pejuang Yaman kini menyasar posisi lawan berdasarkan informasi dan penilaian yang akurat.

Lebih lanjut, anggota Biro Politik Ansarullah itu menekankan pentingnya ketelitian dan verifikasi dalam kerja intelijen. Ia merujuk pada anjuran Sayyid Abdulmalik Badruddin al-Houthi, pemimpin revolusi Yaman, agar setiap informasi dan penilaian dipastikan kebenarannya. Anjuran itu dirangkum dalam ungkapan “pastikan”.

Menurut al-Farah, ungkapan tersebut mencerminkan pendekatan menyeluruh yang mengutamakan ketelitian dan menghindari ketergesa-gesaan dalam menyikapi informasi maupun menilai situasi. []

Baca juga: Senator AS Peringatkan Trump: Perang dengan Iran Berpotensi Jadi Perang Tanpa Akhir