Internasional
Maariv: Target Netanyahu terhadap Iran Mustahil Dicapai

Media ABI, 23 Oktober 2026 – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dinilai telah menetapkan target terhadap Republik Islam Iran yang “tidak mampu dicapai oleh tentara mana pun”, menurut laporan surat kabar Israel Maariv, sebagaimana diberitakan Kantor Berita Farsnews Agency pada Jumat (23/10/2026).
Dalam laporannya pada Kamis, Maariv menyebut perintah Netanyahu untuk menggulingkan pemerintahan Iran dan menghancurkan program nuklir negara itu menuai kritik dari kalangan militer dan lembaga keamanan Israel.
Surat kabar tersebut menilai target perang yang ditetapkan Netanyahu mustahil dicapai oleh tentara mana pun. Menurut Maariv, militer Israel mungkin dapat melemahkan Republik Islam Iran, tetapi tidak mampu menggulingkan pemerintahannya.
Baca juga: 70 Persen Pemilih AS Desak Kongres Baru Akhiri Perang dengan Iran
Maariv juga menegaskan bahwa militer Israel dapat menunda program nuklir Iran, tetapi tidak bisa menghentikannya secara menyeluruh.
Penilaian serupa muncul dalam laporan jaringan berita Al Jazeera pada Kamis. Menanggapi pernyataan terbaru Netanyahu mengenai penggulingan pemerintahan Iran, media tersebut mengutip sejumlah pakar yang menilai Israel tidak memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan itu.
Para analis mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Israel tidak memiliki strategi yang jelas untuk mengubah serangan militer menjadi hasil strategis, seperti penggulingan pemerintahan.
Baca juga: Permintaan Al-Sisi Kerahkan Pasukan ke Yaman Picu Penolakan Luas di Parlemen Mesir
Menurut mereka, serangan udara saja kecil kemungkinannya mencapai tujuan tersebut, sementara invasi darat akan membutuhkan komitmen militer yang jauh lebih besar.
Al Jazeera menulis bahwa serangan baru terhadap Iran berarti menghadapi negara yang telah melewati dua putaran serangan, tetapi masih memiliki kemampuan untuk membalas Israel dan negara-negara tetangga di kawasan Teluk yang menjadi tuan rumah bagi pasukan serta peralatan militer Amerika Serikat. []
Baca juga: Ulama Sunni Desak Presiden Azerbaijan Hentikan Pembatasan Siswi Berjilbab







