Internasional
70 Persen Pemilih AS Desak Kongres Baru Akhiri Perang dengan Iran

Media ABI, 23 Oktober 2026 – Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan sekitar 70 persen pemilih Amerika Serikat (AS) menginginkan Kongres baru memprioritaskan pengakhiran perang dengan Iran. Sementara itu, sekitar 80 persen responden menempatkan penurunan biaya hidup sebagai salah satu prioritas utama.
Baca juga: Moskow Kritik Sikap Barat yang Mengabaikan Keamanan Nuklir Iran
Menurut laporan Farsnews Agency pada Kamis (22/10/2026), jajak pendapat yang dilakukan Associated Press (AP) bersama Pusat Penelitian NORC menjelang pemilihan paruh waktu Kongres AS menunjukkan bahwa para pemilih dari dua partai utama, Partai Demokrat dan Partai Republik, menginginkan Kongres mendatang berfokus pada penurunan biaya hidup dan pengakhiran perang dengan Iran.
Sebaliknya, lebih sedikit pemilih yang menginginkan Kongres memusatkan perhatian pada Donald Trump, baik melalui penyelidikan terhadap pemerintahannya maupun dengan mendukung agenda politik presiden dari Partai Republik tersebut.
Menurut Associated Press, meskipun Trump menjadi tokoh sentral dalam kampanye pemilihan paruh waktu di AS, hasil survei menunjukkan bahwa para pemilih justru mengharapkan Kongres menangani persoalan-persoalan mendasar.
Baca juga: Qalibaf Peringatkan AS tentang Mahalnya Biaya Perang dengan Iran
Sekitar delapan dari setiap 10 pemilih terdaftar, termasuk mayoritas besar dari kalangan Republik dan Demokrat, menyatakan bahwa penurunan biaya hidup harus menjadi salah satu prioritas utama Kongres pada periode mendatang.
Pengakhiran perang dengan Iran juga menjadi prioritas utama bagi mayoritas pemilih. Sekitar tujuh dari setiap 10 warga Amerika menginginkan Kongres memprioritaskan isu tersebut.
Sebaliknya, hanya sekitar empat dari setiap 10 pemilih yang menginginkan Kongres memprioritaskan penyelidikan terhadap pemerintahan Trump. Sementara itu, hanya sekitar dua dari setiap 10 pemilih yang ingin Kongres mengutamakan dukungan terhadap agenda politik Trump. []
Baca juga: Karhutla Tembus 1,92 Juta Hektare, Api Ancam Permukiman di Kalteng







