Internasional
IRGC Klaim Lumpuhkan Sel Teroris yang Didukung AS-Israel di Iran Tenggara

TEHERAN, 5 September 2026 — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melumpuhkan sebuah sel yang disebutnya sebagai kelompok teroris yang didukung Amerika Serikat dan Israel di Provinsi Sistan dan Baluchestan, Iran tenggara.
Dalam operasi tersebut, dua anggota kelompok dilaporkan tewas. Operasi dilakukan setelah aparat keamanan Iran mengidentifikasi dan memantau aktivitas kelompok tersebut melalui operasi intelijen.
Keterangan itu disampaikan Markas Quds Pasukan Darat IRGC dan dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA, Sabtu (5/9/2026). Menurut IRGC, operasi tersebut melibatkan Direktorat Intelijen, unit intelijen IRGC di Sistan dan Baluchestan, serta kepolisian setempat.
IRGC menyebut kelompok tersebut memiliki hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel. Kelompok itu dituding tengah mempersiapkan sejumlah aksi bersenjata terhadap target yang telah ditentukan di wilayah Sistan dan Baluchestan.
Namun, aparat Iran mengklaim berhasil mendeteksi aktivitas kelompok tersebut sebelum rencana serangan dilaksanakan.
Menurut laporan IRNA, operasi dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh melalui pemantauan intelijen. Aparat kemudian bergerak untuk mencegah kelompok tersebut menjalankan aksinya.
Laporan Mehr News juga menyebut operasi tersebut dilakukan terhadap sebuah sel yang oleh otoritas Iran dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel. Kelompok itu disebut tengah merencanakan sejumlah operasi di wilayah Sistan dan Baluchestan.
IRGC tidak merinci dalam laporan tersebut mengenai identitas dua orang yang tewas maupun kelompok spesifik yang menjadi bagian dari sel tersebut.
Tuduhan mengenai keterkaitan kelompok tersebut dengan Amerika Serikat dan Israel juga belum dapat diverifikasi secara independen. Baik Washington maupun Tel Aviv belum disebut memberikan pernyataan terkait klaim operasi tersebut.
Sistan dan Baluchestan merupakan wilayah Iran yang berbatasan langsung dengan Pakistan dan Afghanistan. Kawasan tersebut selama bertahun-tahun menjadi salah satu titik rawan keamanan Iran dan pernah menjadi lokasi aktivitas berbagai kelompok bersenjata.
Pemerintah Iran secara berkala melaporkan operasi keamanan terhadap kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Teheran menilai keberadaan jaringan bersenjata di kawasan perbatasan menjadi salah satu ancaman terhadap keamanan nasional.
Operasi terbaru IRGC menunjukkan bahwa aparat keamanan Iran masih memberikan perhatian besar terhadap aktivitas kelompok bersenjata di wilayah tenggara negara tersebut.
Klaim operasi ini juga muncul di tengah meningkatnya ketegangan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Dalam situasi tersebut, otoritas Iran berulang kali memperingatkan adanya ancaman keamanan dan dugaan aktivitas jaringan yang bekerja untuk kepentingan pihak asing.
Meski demikian, sejauh informasi yang tersedia, belum ada verifikasi independen mengenai identitas kelompok yang menjadi sasaran operasi maupun hubungan mereka dengan Amerika Serikat dan Israel.
Sumber: IRNA dan Mehr News

