Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

FGD ABI Jabar Soroti Potensi Ekonomi Komunitas, Dorong Koperasi Jadi Motor Kemandirian

Published

on

FGD DPW ABI Jawa Barat membahas penguatan ekonomi komunitas melalui koperasi, ekonomi kreatif, dan program inkubator usaha berbasis kolaborasi daring
Forum ekonomi DPW ABI Jawa Barat menghasilkan rekomendasi strategis penguatan koperasi komunitas dan jejaring usaha antaranggota. (Dok. ABI)

Bandung, 20 Mei 2026 -Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Ahlulbait Indonesia (ABI) Jawa Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Pendalaman Potensi Ekonomi Komunitas Ahlul Bait Jawa Barat Melalui Semangat Ekonomi Perlawanan, Senin (11/5/2026). Forum yang berlangsung secara daring itu membahas strategi penguatan ekonomi komunitas menuju kemandirian yang lebih terstruktur.

Baca juga: FGD Pemberdayaan Ekonomi ABI Jawa Timur Rumuskan Model Koperasi Berbasis Komunitas, Malang Jadi Proyek Percontohan

Kegiatan ini dipandu moderator Asep Suryana dan Irvan Ginanjar serta diikuti 49 peserta dari berbagai unsur organisasi, mulai dari DPD, Muslimah ABI, Pimwil, Pimcab, hingga Pandu Pimwil dan Pimcab.

Ketua Divisi Ekonomi DPW ABI Jawa Barat, Rafsan Jani Aunillah, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun ekosistem ekonomi berbasis komunitas melalui semangat kolaborasi. Forum tersebut juga menghadirkan Haji Deden Hermadin dan Syahrul Shahrial sebagai narasumber, serta Wakil Ketua Departemen Pemberdayaan Ekonomi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ABI, Hilmi Dhiya Ulhaq yang memaparkan pemetaan potensi ekonomi komunitas.

Dalam diskusi, Syahrul Shahrial menilai komunitas Ahlul Bait di Jawa Barat memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif, asalkan ditopang sistem yang kuat dan terintegrasi.

Baca juga: FGD Nasional: Menyusun Sistem Pengembangan SDM Ekonomi Komunitas ABI Hadapi Era Society & Industry 5.0

“Komunitas Ahlul Bait di Jawa Barat memiliki peluang nyata untuk memaksimalkan potensi ekonomi kreatif, tinggal bagaimana kita menyusun sistem yang solid dan kolaboratif,” kata Syahrul.

Selama FGD berlangsung, peserta aktif menyampaikan pandangan dan pengalaman dari berbagai daerah. Keberagaman perspektif itu kemudian mengerucut pada sejumlah sektor yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Pendidikan, kesehatan, konveksi, industri kreatif, hingga teknologi informasi disebut sebagai bidang yang dapat menjadi basis penguatan ekonomi komunitas ke depan.

Selain itu, forum juga menilai model koperasi komunitas menjadi pilihan usaha paling relevan untuk diterapkan karena dianggap mampu mendorong prinsip keadilan sekaligus memperkuat jejaring ekonomi antaranggota.

Diskusi menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Salah satunya ialah pembentukan sistem yang menghubungkan mastermind, mentor, dan para pemangku kepentingan untuk mendukung usaha komunitas. Peserta juga menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan guna menjaga konsistensi kader pelaku usaha.

Baca juga: ABI Dorong Regulasi Nasional untuk Jamin Kebebasan Beragama di FGD Imparsial

Sebagai tindak lanjut, DPW ABI Jawa Barat berencana menyiapkan program inkubator dan pelatihan bisnis bersama DPP ABI. Pendalaman di berbagai daerah juga akan dilakukan untuk mendorong lahirnya usaha produktif berbasis komunitas dan koperasi.

FGD ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan fondasi ekonomi komunitas Ahlul Bait Jawa Barat agar lebih mandiri, kompetitif, dan mampu memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat. []

Baca juga: Seminar Sehari Kemenag: Refleksi Pertemuan FGD