Daerah
DPW ABI dan IJABI Bali Perkuat Sinergi Umat dan Program Kemanusiaan

Denpasar, 19 Mei 2026 — Upaya memperkuat sinergi antarorganisasi Ahlul Bait di Bali terus dilakukan melalui ruang-ruang silaturahmi dan dialog bersama. Dalam semangat membangun ukhuwah dan memperluas kontribusi sosial umat, pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia (DPW ABI) Bali menggelar temu silaturahmi bersama pengurus IJABI Bali pada Senin (18/5/2026) di Mahagony Terazo Bali.
Baca juga: ABI Pekalongan dan Yayasan Tarbiyatuddunya Jajaki Kerja Sama Penanganan Sampah Kota
Pertemuan itu berlangsung bertepatan dengan A’mul Mahabbah 1 Dzulhijjah 1447 H dan peringatan pernikahan mulia Sayyidah Fatimah Az-Zahra as dengan Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib as, momentum yang dimaknai sebagai simbol persatuan, keteladanan, dan penguatan nilai keluarga dalam kehidupan umat.
Ketua DPW ABI Bali, Ridho Haddar, hadir bersama jajaran pengurus ABI Bali dan disambut langsung oleh Ketua IJABI Bali, Wawan Saputra, serta Penasehat IJABI Bali, H. Darmadi. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Pengurus DPW ABI Bali dan IJABI Bali berfoto bersama usai temu silaturahmi di Mahagony Terazo Bali, Senin (18/5/2026), dalam upaya memperkuat sinergi organisasi Ahlul Bait dan kontribusi sosial bagi masyarakat Bali. (Dok. Zet Hasan)
Diskusi malam itu bergerak dari penguatan komunikasi antarlembaga hingga peluang kerja sama sosial yang lebih konkret di tengah masyarakat. Kedua organisasi menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan komunikasi aktif sebagai fondasi membangun kebersamaan antarorganisasi Ahlul Bait di Bali.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, sinergi dipandang menjadi kebutuhan penting agar potensi umat dapat berkembang lebih kuat dan terorganisasi. Karena itu, pembahasan juga menyinggung pentingnya penguatan sumber daya manusia pengikut Ahlul Bait, terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kaderisasi.
Selain isu pengembangan umat, kedua pihak juga membahas peluang kolaborasi dalam program-program kemanusiaan, pendidikan, serta pelestarian budaya Bali. Kerja sama lintas organisasi dinilai penting agar kegiatan sosial yang dijalankan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.
Dukungan terhadap agenda Yayasan Ahlul Bait Bali atau Yayasan Ar Rasul juga menjadi bagian dari pembahasan. Kedua organisasi sepakat untuk membuka ruang sinergi yang lebih kuat melalui kegiatan bersama yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Tidak hanya membahas konsolidasi internal komunitas Ahlul Bait Bali, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif kedua organisasi dalam ruang sosial yang lebih luas. Partisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan dan keormasan eksternal dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai ajaran Ahlul Bait secara positif, terbuka, dan konstruktif di tengah masyarakat Bali yang majemuk.
Silaturahmi yang berlangsung penuh kekeluargaan itu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Penasehat IJABI Bali, H. Darmadi.
Pertemuan ini menjadi penanda bahwa penguatan ukhuwah tidak berhenti pada hubungan simbolik antarorganisasi, melainkan perlu diterjemahkan dalam kerja bersama yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Dari ruang dialog yang sederhana, tumbuh harapan agar organisasi-organisasi Ahlul Bait di Bali mampu menghadirkan kontribusi sosial yang lebih luas serta menjaga semangat kebersamaan di tengah keberagaman Bali dan Indonesia.[]
Baca juga: TOT Monev Dasar Bekali Kader Muslimah ABI Kabupaten Pasuruan Kuasai Monitoring dan Evaluasi







