Daerah
ABI Jawa Barat Konsolidasikan Strategi dan Penguatan Ideologi Organisasi

Bandung, 1 Mei 2026 — Sebanyak 30 pengurus Ahlulbait Indonesia Jawa Barat mengikuti forum konsolidasi di Banjaran, Kabupaten Bandung, Jumat (1/5/2026), untuk menyelaraskan langkah strategis, memperkuat koordinasi program, serta meneguhkan fondasi ideologi organisasi.
Pertemuan berlangsung di Sekretariat DPW ABI Jawa Barat yang berlokasi di YPI Ar-Ridho, Banjaran, sejak pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB. Forum ini dihadiri jajaran pengurus DPW, Pimpinan Wilayah Muslimah, dan Pimpinan Wilayah Pandu dalam satu ruang koordinasi terpadu.
Ketua DPW ABI Jawa Barat, Ustadz Saeful Yusuf, memimpin langsung jalannya konsolidasi. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya penyelarasan tidak hanya pada tataran teknis program kerja, tetapi juga pada fondasi nilai dan orientasi gerakan. Menurutnya, organisasi memerlukan pijakan ideologis yang kuat agar setiap agenda memiliki arah yang konsisten.
Lebih lanjut Ketua DPW ABI Jabar itu menekankan bahwa kepemimpinan dalam organisasi harus berakar pada prinsip Mahdawiyah sebagai landasan keyakinan dan gerak. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga integritas organisasi di tengah dinamika sosial dan tantangan internal.
“Jangan sampai kita berorganisasi hanya sebatas rutinitas. Jadikan organisasi ini sebagai kendaraan dalam menjalankan khidmat kepada Imam Zaman sebagai penanti yang aktif,” ujarnya dalam forum tersebut.
Forum konsolidasi ini tidak berhenti pada penyampaian arahan. Para pengurus terlibat dalam pembahasan mendalam terkait sinkronisasi program kerja lintas struktur. Agenda yang dibahas mencakup penyesuaian kalender kegiatan, pembagian peran, hingga mekanisme dukungan anggaran dan pemanfaatan sumber daya.
Diskusi berlangsung terbuka dengan pendekatan kolaboratif. Setiap unsur Lembaga organisasi menyampaikan rencana kerja dan kebutuhan operasional, kemudian diselaraskan dalam kerangka bersama. Langkah ini diarahkan untuk mengakhiri pola kerja sektoral dan menggantinya dengan sistem kerja terpadu.
Hasil pembahasan menunjukkan komitmen kuat untuk membangun sinergi antarlembaga di bawah ABI. Integrasi program dipandang sebagai strategi utama untuk meningkatkan efektivitas kegiatan sekaligus memperluas dampak sosial di wilayah Jawa Barat.
Selain itu, forum juga menyoroti pentingnya penguatan koordinasi berkelanjutan. Konsolidasi tidak diposisikan sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai mekanisme kerja yang harus dijaga secara periodik untuk memastikan kesinambungan program.
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk mempercepat implementasi agenda yang telah diselaraskan. ABI Jawa Barat menargetkan penguatan struktur internal sebagai fondasi utama dalam mengembangkan gerakan organisasi yang solid, terukur, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.[]





