Ikuti Kami Di Medsos

14 Manusia Suci

Ustadz Husein Shahab: Pentingnya Mempelajari Kehidupan Sayyidah Fatimah Zahra

Published

on

Ustadz Husein Shahab, Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (DS ABI), menyampaikan ceramah tentang pentingnya mempelajari kehidupan dan keteladanan Sayyidah Fatimah Zahra dalam momentum Ayyam Fatimiyah.
Ustadz Husein Shahab, Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (DS ABI), menyampaikan ceramah tentang pentingnya mempelajari kehidupan dan keteladanan Sayyidah Fatimah Zahra dalam momentum Ayyam Fatimiyah.

Jakarta, 25 Oktober 2026 — Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (DS ABI), Ustadz Husein Shahab, mengajak umat Islam untuk menaruh perhatian lebih besar pada kehidupan dan keteladanan Sayyidah Fatimah Zahra, sosok agung yang dimuliakan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Meski Rasulullah menyebut beliau sebagai pemimpin perempuan semesta alam dan pemimpin perempuan penghuni surga, sejarah kehidupan, perjuangan, serta warisan keteladanannya dinilai belum mendapat perhatian yang semestinya di kalangan kaum muslimin.

Menurut Ustadz Husein, minimnya perhatian terhadap kehidupan Sayyidah Fatimah Zahra patut disayangkan, mengingat sosok beliau sarat dengan ibrah, keteladanan, dan pelajaran berharga bagi kehidupan manusia.

Seruan tersebut disampaikan dalam ceramah memperingati Syahadah Sayyidah Fatimah Zahra yang disiarkan melalui Kanal Media ABI pada Ahad (25/10/2026). Mengangkat tema “Menghidupkan Ayyam Fatimiyah: Mengapa Kehidupan Sayyidah Fatimah Harus Dipelajari?”, Ustadz Husein menegaskan bahwa Ayyam Fatimiyah tidak semestinya berhenti pada peringatan kesyahidan, tetapi juga menjadi momentum untuk menelusuri sejarah, perjuangan, keluasan ilmu, serta keteladanan Sayyidah Fatimah Zahra sebagai sumber ibrah dan pelajaran bagi kehidupan umat.

Berikut video ceramah asli:

Transkrip lengkap ceramah ini telah disunting untuk keperluan penulisan, dengan tetap mempertahankan substansi dan maksud pernyataan narasumber.

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillahi Rabbil Alameen. Allahumma salli ala Muhammadin wa alihi Muhammad.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, kami ucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT, teriring salawat dan salam kepada Nabi kita, Muhammad SAW. Semoga hari-hari Anda dipenuhi dengan keberkahan dan rahmat oleh Allah SWT.

Saya, atas nama Dewan Syurah Ahlulbait Indonesia, ingin mengucapkan takziah yang setinggi-tingginya, belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas syahadahnya Sayyidatuna Fatimah Zahra a.s, yang jatuh pada tanggal 13 Jumadil Awal. Saya ingin menyampaikan rasa duka yang amat tinggi, takziah yang amat dalam. Pertama-tama, kita sampaikan kepada Alimam Sahibul Asri wa Zaman karena beliaulah orang yang paling berhak untuk mendapatkan ucapan takziah dari kita semua.

Sayyidatuna Fatimah Zahra a.s, adalah manusia yang sangat istimewa di sisi Allah dan di sisi ayahnya, Rasulullah SAW.

Wanita-wanita di sekitar Nabi memang manusia-manusia hebat. Istrinya atau para istri Nabi adalah manusia-manusia yang hebat. Terutama istrinya yang bernama Sayyidatuna Khadijatul Kubra, ibunda dari Sayyidatuna Fatimah Zahra a.s,. Mereka adalah manusia-manusia hebat. Tetapi, putri Nabi yang bernama Sayyidatuna Fatimah Zahra adalah yang paling hebat dan paling agung daripada semua wanita yang ada di zaman Nabi, bahkan yang ada setelah zaman Nabi.

Sebab, Sayyidatuna Fatimah Zahra adalah wanita yang disebut oleh Rasulullah SAW sebagai Sayyidatu Nisa il aalamin, pimpinan wanita alam semesta, dan Sayyidatu Nisa ahlil jannah, pimpinan wanita penghuni surga. Jadi, memang Nabi kita, Muhammad SAW, menyebut Sayyidatuna Fatimah ini dan mengagungkannya dengan memberinya gelar seperti itu.

Di satu sisi, beliau adalah Sayyidatu Nisa il aalamin, pimpinan wanita semesta alam. Tetapi, pada saat yang sama, beliau juga adalah Sayyidatu Nisa ahlil jannah, pimpinan wanita penghuni surga. Tidak ada wanita sehebat beliau. Tidak ada wanita seagung beliau. Tidak ada wanita yang memainkan peran sangat penting dalam melanjutkan perjuangan ayahandanya, Rasulullah SAW, sebagaimana yang diperankan oleh Sayyidatuna Fatimah Zahra. Beliau adalah putri Nabi yang masih hidup hingga akhir hayat Nabi.

Beliau dibesarkan oleh Nabi Muhammad SAW hingga kemudian dinikahkan dengan seorang lelaki yang oleh Al-Quran disebut sebagai jiwa Rasulullah, wa anfusana wa anfusakum. Dari rahim Fatimah, kemudian lahir manusia-manusia hebat yang melanjutkan perjuangan Rasulullah. Al-Hasan dan Al-Hussein, Sayyida Syababi Ahlil Jannah, pimpinan pemuda surga, adalah putra-putra mulia Sayyidatuna Fatimah Zahra dan suaminya, Ali bin Abi Talib.

Ali bin Abi Talib, yang merupakan lelaki paling istimewa di sisi Rasulullah, adalah pendamping abadi Sayyidatuna Fatimah Zahra.

Nah, wanita yang semulia ini memang sangat layak untuk selalu kita abadikan namanya. Kita kenang kehidupannya dan kita pelajari setiap sudut dari kehidupan beliau. Usia beliau memang tidak terlalu lama di dunia ini. Beliau wafat kurang lebih dua bulan setelah wafatnya Rasulullah SAW. Sebagian riwayat menyebutkan 75 hari, sebagian riwayat menyebutkan dua bulan, dan sebagian riwayat bahkan menyebutkan 45 hari.

Hari-hari pada bulan Jumadil Awal dan Jumadil Akhir seperti ini merupakan hari-hari ketika Sayyidatuna Fatimah Zahra AS mengembuskan napas terakhir. Dalam tradisi Ahlul Bait, ada yang disebut dengan Ayyam Fatimiyah, yaitu hari-hari duka Fatimah Zahra. Hal ini berkaitan dengan adanya perbedaan riwayat tentang tanggal syahidnya beliau. Sebagian riwayat menyebutkan tanggal 13 Jumadil Awal, sedangkan sebagian lainnya menyebutkan tanggal 3 Jumadil Akhir.

Hari-hari yang disebut dalam kedua riwayat tersebut sebagai hari syahadah beliau kemudian disepakati oleh para ulama Ahlul Bait sebagai hari-hari duka yang disebut Ayyam Fatimiyah.

Kewajiban kita sebagai pecinta Fatimah Zahra dan pecinta Rasulullah SAW adalah menjadikan Ayyam Fatimiyah ini sebagai hari untuk mengenang, mempelajari, serta menghayati setiap sisi kehidupan Fatimah Zahra a.s,.

Sesuatu yang tidak mungkin terjadi adalah Rasulullah mengangkat beliau sebagai pimpinan wanita alam semesta, tetapi kemudian beliau hampa dari poin-poin penting yang bisa menjadi pelajaran bagi kehidupan manusia. Nabi sudah menyebut beliau sebagai pimpinan wanita semesta alam. Dalam riwayat lain, beliau disebut sebagai pimpinan wanita penghuni surga. Manusia yang seagung itu, sebagaimana disebutkan oleh Nabi, tidak mungkin tidak memiliki hal-hal yang menjadi teladan penting bagi umat manusia.

Sayang memang, sangat kita sayangkan, kaum muslimin tidak banyak mempelajari tentang beliau. Bahkan, jarang sekali kisah-kisah tentang beliau disampaikan. Mungkin data-data historis tentang beliau juga tidak banyak dibahas oleh para ulama atau ilmuwan. Sementara itu, orang sehebat ini adalah manusia yang penuh dengan ibrah, penuh dengan teladan, dan penuh dengan pelajaran penting bagi kehidupan manusia.

Nah, dalam rangka memperingati hari-hari syahadah Sayyidatuna Fatimah Zahra AS seperti ini, marilah kita menyempatkan diri untuk mengetahui lebih banyak tentang sejarah beliau, pesan-pesan beliau, serta poin-poin penting yang disampaikan oleh para ulama tentang beliau.

Saya, selaku seorang pecinta Sayyidatuna Fatimah Zahra AS, sangat menganjurkan kepada Anda semua, kepada diri saya sendiri, dan kepada kita semua untuk meluangkan waktu mempelajari manusia yang agung ini.

Bagaimana hubungan beliau dengan Allah? Bagaimana hubungan beliau dengan Rasulullah? Bagaimana hubungan beliau dengan sang suami tercinta, Ali bin Abi Talib? Bagaimana beliau membantu perjuangan ayahnya sejak usia kecil? Bagaimana beliau kemudian membantu perjuangan suaminya, Ali bin Abi Talib?

Bagaimana Nabi SAW menyebut beliau dengan ungkapan Ummu Abiha, yang berarti ibu dari ayahnya? Sebab, tangan mungil beliau, yang masih kecil itu, merupakan tangan yang sangat berjasa dalam membantu perjuangan Nabi, terutama saat Nabi berada di Kota Suci Mekah, di tengah kepungan kaum musyrik Quraisy dan manusia-manusia yang hidup dalam kejahiliahan.

Tangan kecil Sayyidatuna Fatimah Zahra AS memiliki jasa besar dalam perjuangan ayahandanya, Rasulullah SAW. Tangan halus dan mulia Sayyidatuna Fatimah Zahra memiliki jasa besar dalam jihad dan perjuangan suaminya tercinta, Imam Ali bin Abi Talib AS.

Bagaimana tangan yang mulia ini mencabut anak-anak panah yang melekat di tubuh sang suami saat pulang dari medan laga. Tangan yang kecil ini begitu berjasa dan memiliki andil yang sangat besar dalam membantu hijrah Rasulullah SAW, bahkan ketika Nabi berada di Kota Madinah hingga akhir hayatnya.

Nah, begitu banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari manusia suci ini. Belum lagi jika kita berbicara tentang ilmunya.

Anda bisa membayangkan bagaimana manusia yang sepanjang harinya, sejak usia bayi, berada dalam pelukan Rasulullah dan berada dalam ayunan Rasulullah. Bagaimana ilmu, ruhani, dan spiritualitas Rasulullah ditumpahkan kepada manusia yang bernama Fatimah Zahra a.s,? Seluruh hidupnya bersama sang ayah dan bersama Adi bin Abi Talib.

Jadi, kalau kita mengukur betapa kayanya kehidupan beliau dengan ilmu, spiritualitas, kecintaan kepada Allah, kecintaan kepada kebenaran, serta kecintaan kepada masa depan Islam yang gemilang, lalu kita membayangkan dan merenungkannya, pasti kita akan menyadari betapa sesungguhnya Fatimah adalah manusia yang sangat agung.

Rasulullah menyebut beliau sebagai Sayyidatun Nisa’il Alamin, pimpinan wanita semesta alam. Namun, dari sisi yang lain, perhatian yang kita berikan kepada wanita yang agung ini masih sangat minim, masih sangat kurang. Waktu, perhatian, dan upaya kita untuk mempelajari beliau masih sangat sedikit.

Karena itu, ayyuhal muslimun rahimakumullah, wahai kaum muslimin yang dirahmati Allah, para pecinta Fatimah Zahra a.s,, marilah pada hari-hari Ayyam Fatimiyah ini kita meluangkan waktu. Kita cari tahu siapa sesungguhnya wanita yang diangkat oleh Rasulullah sebagai pimpinan wanita semesta alam dan pimpinan wanita penghuni surga.

Semoga kesyahidan beliau ini akan terus menumbuhkan rasa cinta kita kepada Islam dan kaum muslimin, kepada agama yang mulia ini, kepada Muhammad SAW, kepada Ali bin Abi Talib, kepada seluruh imam suci Ahlul Bait, serta kepada seluruh umat Muhammad SAW.

Di hari-hari yang sangat penuh dengan keberkahan ini, hari-hari ketika kita berada pada momentum peringatan syahadah Sayyidatuna Fatimah Zahra, semoga Allah SWT memberikan keberkahan kepada kita dan menumbuhkan semangat juang dalam diri kita, sebagaimana semangat juang yang pernah beliau tunjukkan dan yang Allah anugerahkan kepada Fatimah binti Muhammad SAW.

Assalamualaikum ya binti Rasulullah.

Assalamualaikum ya Fatimah binti Muhammad.

Assalamualaikum ya Mumtahana, Imtahanaki alladhi khalaqaki, fawajadaki lima imtahanaki bihi sabiratan.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.