Kegiatan ABI
Survei Nasional Kehidupan Beragama Ahlul Bait Tembus 3.501 Partisipan dari 38 Provinsi

Jakarta, 8 Juni 2026 — Survei Nasional Kehidupan Beragama Komunitas Ahlul Bait di Indonesia yang diselenggarakan Departemen Litbang Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (DPP ABI) mencatat capaian partisipasi tertinggi sepanjang pelaksanaan survei yang pernah dilakukan lembaga tersebut. Hingga penutupan pengumpulan data pada 4 Juni 2026, survei berhasil menghimpun 3.501 partisipan yang berasal dari 38 provinsi dan 427 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Jumlah tersebut melampaui target awal sebanyak 3.000 partisipan. Dari sisi cakupan wilayah, survei ini menjangkau 427 kabupaten/kota atau sekitar 83 persen dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, menjadikannya salah satu pemetaan komunitas Ahlul Bait dengan jangkauan terluas yang pernah dilakukan secara nasional.
Baca juga: Litbang DPP ABI Mulai Pemetaan Nasional Kehidupan Beragama Komunitas Ahlulbait
Survei yang berlangsung secara daring sejak 4 April hingga 4 Juni 2026 ini dirancang untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kehidupan beragama komunitas Ahlul Bait di Indonesia. Aspek yang dipetakan meliputi identitas dan afiliasi keagamaan, praktik keberagamaan, pendidikan dan transmisi ajaran, kondisi kelembagaan, relasi sosial, hingga tantangan dan prospek keberlanjutan komunitas di masa mendatang.
Ketua Departemen Litbang DPP ABI, Sabara Nuruddin, menyatakan kepada Media ABI pada Senin (8/6) bahwa tingginya tingkat partisipasi menunjukkan tumbuhnya kesadaran komunitas akan pentingnya data sebagai dasar perumusan program dan pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Capaian ini bukan hanya keberhasilan mengumpulkan angka partisipasi, tetapi merupakan langkah penting dalam membangun basis data komunitas Ahlul Bait yang lebih komprehensif, representatif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Data yang terkumpul akan menjadi fondasi bagi pengembangan program dan penguatan komunitas di masa mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan sebaran wilayah, Jawa Timur mencatat jumlah partisipan tertinggi, disusul Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Lampung, Sulawesi Barat, Banten, dan Sumatera Selatan. Adapun pada tingkat kabupaten/kota, partisipasi terbesar berasal dari Kota Malang, Kota Makassar, Jakarta Timur, Kota Balikpapan, Kota Surabaya, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Gowa, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Garut.
Survei ini juga mencatat tingginya keterlibatan perempuan. Sebanyak 1.287 perempuan berpartisipasi atau 36,76 persen dari total responden. Angka tersebut menjadi tingkat partisipasi perempuan tertinggi dalam survei yang pernah diselenggarakan Departemen Litbang DPP ABI. Para partisipan perempuan berasal dari seluruh provinsi di Indonesia dan tersebar di 296 kabupaten/kota.
Dari sisi afiliasi organisasi, sebanyak 2.047 partisipan atau 58,47 persen merupakan anggota Ahlulbait Indonesia (ABI), sementara 172 partisipan atau 4,91 persen berasal dari Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI). Sebanyak 1.282 partisipan lainnya atau 36,62 persen menyatakan tidak berafiliasi secara formal dengan organisasi Ahlul Bait tertentu. Temuan ini menunjukkan bahwa survei berhasil menjangkau spektrum komunitas yang lebih luas, termasuk mereka yang berada di luar struktur organisasi formal.
Menurut Sabara, salah satu kekuatan survei ini terletak pada pendekatan partisipasi terbuka (open survey) yang memungkinkan anggota komunitas dari berbagai latar belakang sosial dan geografis turut berkontribusi dalam proses pengumpulan data.
“Selama ini masih terdapat keterbatasan data yang mampu menggambarkan kondisi kehidupan beragama komunitas Ahlul Bait secara nasional. Karena itu, survei ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi penguatan budaya pengambilan keputusan berbasis data di lingkungan komunitas,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Departemen Litbang DPP ABI, Sulton Ahmad Lubis, menjelaskan bahwa saat ini tim peneliti tengah melakukan proses verifikasi, pembersihan data (data cleaning), dan analisis hasil survei.
“Hasil akhir penelitian akan digunakan sebagai bahan penyusunan program, penguatan kelembagaan, pengembangan pendidikan dan dakwah, serta berbagai kebijakan strategis yang berkaitan dengan kehidupan beragama komunitas Ahlul Bait di Indonesia,” tegasnya.
Departemen Litbang DPP ABI menyampaikan apresiasi kepada seluruh partisipan, pengurus ABI dan lembaga otonom di berbagai tingkatan, para tokoh, pengelola majelis, relawan, serta berbagai pihak yang telah membantu penyebarluasan survei. Tingginya angka partisipasi yang berhasil dicapai mencerminkan semangat kolektif komunitas untuk membangun masa depan yang lebih kuat melalui pemanfaatan data yang akurat, representatif, dan berbasis bukti. []
Baca juga: Litbang ABI: Bukan Sekadar Riset, Tapi Arah Gerak







