Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Komunitas Yahudi Iran Gelar Aksi Solidaritas, Dukung Pemerintah dan Militer

Published

on

Ratusan warga Yahudi Iran mengibarkan bendera nasional saat aksi solidaritas di Lapangan Valiasr, Teheran, Selasa malam. (Dok, Press TV)

Ahlulbait Indonesia | 23 April 2026 — Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan pada Rabu (22/4/2026) bahwa ratusan warga Yahudi Iran turun ke Lapangan Valiasr, Teheran, Selasa malam. Aksi itu untuk menyatakan dukungan kepada pemerintah dan angkatan bersenjata di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat serta Israel.

Aksi solidaritas ini menjadi bagian dari gelombang unjuk rasa malam hari yang berlangsung di berbagai kota sejak 28 Februari, saat konflik bersenjata terbaru pecah. Komunitas Yahudi itu membawa bendera Iran dan meneriakkan dukungan bagi pembela negara, serta kesetiaan kepada pemimpin baru Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei.

Sejumlah besar dari mereka juga membawa poster berisi kecaman terhadap tindakan militer Amerika Serikat dan Israel. Mereka menegaskan pemisahan antara ajaran Yahudi dan Zionisme, yang menjadi slogan berulang dalam aksi tersebut.

Pemimpin komunitas Yahudi Iran, Rabbi Younes Hamami Lalezar, turut hadir di lokasi. Kehadirannya memperkuat pesan bahwa aksi ini mencerminkan solidaritas lintas agama dan etnis di Iran, yang selama beberapa pekan terakhir ditampilkan melalui mobilisasi publik berskala nasional.

Aksi serupa sebelumnya digelar komunitas Yahudi di Shiraz, Provinsi Fars. Mereka mengunjungi makam korban perang terbaru dan menyatakan dukungan terhadap kedaulatan serta integritas wilayah Iran. Ketua komunitas Yahudi Shiraz, Amir Ala Salari, menegaskan kedekatan historis antara warga Yahudi dan masyarakat Iran.

“Kehadiran kami di tempat suci ini adalah pesan jelas kepada dunia. Kami memisahkan diri dari Zionisme dan terus membuktikan persaudaraan dengan bangsa Iran,” ujarnya. Ia juga menyebut Iran sebagai tempat paling aman bagi komunitas Yahudi, seraya menambahkan bahwa tidak ada catatan antisemitisme dalam sejarah negara tersebut.

Menurut laporan resmi, konflik yang dimulai pada 28 Februari telah menewaskan sedikitnya 3.300 orang serta merusak infrastruktur sipil. Iran merespons dengan serangkaian serangan balasan bertajuk Operasi True Promise 4, yang melibatkan peluncuran ratusan rudal balistik, rudal hipersonik, dan drone ke sejumlah target strategis Amerika Serikat serta Israel di kawasan. []